Kembali
PENGUATAN PENDIDIKAN VOKASI INDUSTRI JADI KUNCI CETAK SDM KOMPETEN DI INDONESIA TIMUR
Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji menegaskan pentingnya penguatan kompetensi, pengembangan softskill, serta keterhubungan (link and match) antara lembaga pendidikan vokasi dan dunia industri guna mencetak tenaga kerja yang siap pakai dan berdaya saing. Hal tersebut disampaikan Menperin dalam rangkaian kunjungan kerja ke sejumlah unit pendidikan dan instansi di bawah naungan Kementerian Perindustrian di Makassar, Sabtu (17/10).
Pada kunjungan kerja ini, Menteri Perindustrian M. Sarmuji menyambangi Politeknik ATI, SMK-SMAK, serta turut mengunjungi Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Hasil Perkebunan, Mineral Logam, dan Maritim Makassar. Kunjungan ini wujud komitmen Kemenperin dalam memastikan mutu pendidikan vokasi serta layanan jasa industri berjalan optimal mendukung kebutuhan sektor manufaktur nasional.
Setibanya di kampus Politeknik ATI Makassar, Menperin menyempatkan dialog dengan para mahasiswa dan berpesan agar mereka aktif berorganisasi.
"Bangun softskill melalui lembaga kemahasiswaan karena hardskill sudah diberikan di perkuliahan," pesan Sarmuji kepada para mahasiswa.
Pada kesempatan tersebut, Menperin meninjau lokasi pelatihan dan sertifikasi calon karyawan PT Masmindo Dwi Area yang diselenggarakan melalui program pengabdian masyarakat industri Politeknik ATI Makassar. Program ini merupakan wujud peran perguruan tinggi vokasi dalam menyiapkan tenaga kerja kompeten sesuai kebutuhan dunia usaha.
Sarmuji memberikan apresiasi atas program tersebut, menilai kerjasama ini sebagai contoh nyata konsep link and match dimana perguruan tinggi menyiapkan sumber daya manusia dan industri memperoleh tenaga kerja yang sesuai kebutuhannya.
Dalam peninjauan ke SMK-SMAK Makassar, Menperin berdialog mengenai jumlah siswa serta tingkat serapan lulusan yang telah bekerja di sektor industri, sebagai bentuk perhatian terhadap pendidikan vokasi analis kimia yang berorientasi pada kebutuhan DUDI (Dunia Usaha dan Dunia Industri). SMK-SMAK Makassar terus berkomitmen memadukan teori dan praktik laboratorium guna menghasilkan lulusan yang profesional dan siap kerja di kawasan Indonesia Timur.
Selain meninjau institusi pendidikan vokasi, Menteri Perindustrian M. Sarmuji juga melakukan kunjungan ke Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Hasil Perkebunan, Mineral Logam, dan Maritim Makassar. Kunjungan ini menegaskan peran strategis balai dalam memberikan pelayanan teknis, pengujian, kalibrasi, serta standardisasi guna mendongkrak kualitas produk industri berbasis hasil perkebunan, mineral logam, dan maritim demi memperkuat daya saing industri nasional di kancah global. (end)
Pada kunjungan kerja ini, Menteri Perindustrian M. Sarmuji menyambangi Politeknik ATI, SMK-SMAK, serta turut mengunjungi Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Hasil Perkebunan, Mineral Logam, dan Maritim Makassar. Kunjungan ini wujud komitmen Kemenperin dalam memastikan mutu pendidikan vokasi serta layanan jasa industri berjalan optimal mendukung kebutuhan sektor manufaktur nasional.
Setibanya di kampus Politeknik ATI Makassar, Menperin menyempatkan dialog dengan para mahasiswa dan berpesan agar mereka aktif berorganisasi.
"Bangun softskill melalui lembaga kemahasiswaan karena hardskill sudah diberikan di perkuliahan," pesan Sarmuji kepada para mahasiswa.
Pada kesempatan tersebut, Menperin meninjau lokasi pelatihan dan sertifikasi calon karyawan PT Masmindo Dwi Area yang diselenggarakan melalui program pengabdian masyarakat industri Politeknik ATI Makassar. Program ini merupakan wujud peran perguruan tinggi vokasi dalam menyiapkan tenaga kerja kompeten sesuai kebutuhan dunia usaha.
Sarmuji memberikan apresiasi atas program tersebut, menilai kerjasama ini sebagai contoh nyata konsep link and match dimana perguruan tinggi menyiapkan sumber daya manusia dan industri memperoleh tenaga kerja yang sesuai kebutuhannya.
Dalam peninjauan ke SMK-SMAK Makassar, Menperin berdialog mengenai jumlah siswa serta tingkat serapan lulusan yang telah bekerja di sektor industri, sebagai bentuk perhatian terhadap pendidikan vokasi analis kimia yang berorientasi pada kebutuhan DUDI (Dunia Usaha dan Dunia Industri). SMK-SMAK Makassar terus berkomitmen memadukan teori dan praktik laboratorium guna menghasilkan lulusan yang profesional dan siap kerja di kawasan Indonesia Timur.
Selain meninjau institusi pendidikan vokasi, Menteri Perindustrian M. Sarmuji juga melakukan kunjungan ke Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Hasil Perkebunan, Mineral Logam, dan Maritim Makassar. Kunjungan ini menegaskan peran strategis balai dalam memberikan pelayanan teknis, pengujian, kalibrasi, serta standardisasi guna mendongkrak kualitas produk industri berbasis hasil perkebunan, mineral logam, dan maritim demi memperkuat daya saing industri nasional di kancah global. (end)

