Kembali
HARGA RUMAH DI TIONGKOK TURUN LEBIH LAMBAT PADA BULAN SEPTEMBER
Harga rumah di Tiongkok turun dengan laju yang lebih lambat pada bulan September, memicu harapan bahwa pasar properti yang tengah terpuruk mulai menunjukkan perbaikan seiring dengan mulai berlakunya stimulus terbaru.
Data dari Biro Statistik Nasional yang dirilis pada hari Senin (19 Oktober) menunjukkan bahwa harga rumah baru di 70 kota tidak termasuk perumahan bersubsidi pemerintah turun 0,14 persen dibandingkan bulan Agustus, saat harga sempat terkoreksi sebesar 0,17 persen.
Sementara itu, harga rumah bekas, yang lebih sedikit dipengaruhi oleh intervensi pemerintah, tercatat turun sebesar 0,26 persen.
Otoritas Tiongkok berupaya mengakhiri kemerosotan sektor real estat yang telah menghambat pertumbuhan ekonomi selama lebih dari lima tahun.
Beberapa analis mengamati adanya pemulihan moderat sejak para pembuat kebijakan meluncurkan langkah-langkah dukungan baru pada bulan September, meskipun perubahan tersebut terjadi terlalu lambat untuk menjelaskan perbaikan menyeluruh dalam data bulanan.
"Kami melihat tahun 2027 sebagai tahun krusial bagi pemulihan harga rumah di kota-kota utama," tulis analis Citigroup, Griffin Chan, dalam sebuah catatan baru-baru ini, seraya merujuk pada perbaikan sejumlah indikator, termasuk angka penjualan dan inventaris.
"Kami masih menunggu lebih banyak sinyal sebelum mengambil keputusan yang meyakinkan."
Tiongkok telah menerapkan pendekatan yang terarah seiring dengan peluncuran langkah-langkah yang lebih agresif untuk mencapai target pertumbuhan tahunan sebesar 4,5 hingga 5 persen.
Cakupan langkah-langkah di sektor perumahan yang terbatas mencerminkan keinginan para pembuat kebijakan untuk menstabilkan perekonomian tanpa harus menempuh ekspansi fiskal secara luas. (end/Bloomberg)
Data dari Biro Statistik Nasional yang dirilis pada hari Senin (19 Oktober) menunjukkan bahwa harga rumah baru di 70 kota tidak termasuk perumahan bersubsidi pemerintah turun 0,14 persen dibandingkan bulan Agustus, saat harga sempat terkoreksi sebesar 0,17 persen.
Sementara itu, harga rumah bekas, yang lebih sedikit dipengaruhi oleh intervensi pemerintah, tercatat turun sebesar 0,26 persen.
Otoritas Tiongkok berupaya mengakhiri kemerosotan sektor real estat yang telah menghambat pertumbuhan ekonomi selama lebih dari lima tahun.
Beberapa analis mengamati adanya pemulihan moderat sejak para pembuat kebijakan meluncurkan langkah-langkah dukungan baru pada bulan September, meskipun perubahan tersebut terjadi terlalu lambat untuk menjelaskan perbaikan menyeluruh dalam data bulanan.
"Kami melihat tahun 2027 sebagai tahun krusial bagi pemulihan harga rumah di kota-kota utama," tulis analis Citigroup, Griffin Chan, dalam sebuah catatan baru-baru ini, seraya merujuk pada perbaikan sejumlah indikator, termasuk angka penjualan dan inventaris.
"Kami masih menunggu lebih banyak sinyal sebelum mengambil keputusan yang meyakinkan."
Tiongkok telah menerapkan pendekatan yang terarah seiring dengan peluncuran langkah-langkah yang lebih agresif untuk mencapai target pertumbuhan tahunan sebesar 4,5 hingga 5 persen.
Cakupan langkah-langkah di sektor perumahan yang terbatas mencerminkan keinginan para pembuat kebijakan untuk menstabilkan perekonomian tanpa harus menempuh ekspansi fiskal secara luas. (end/Bloomberg)

