Kembali
EKSPOR MALAYSIA DI SEPTEMBER NAIK 54,5%
Ekspor Malaysia melonjak 54,5 persen pada bulan September dibandingkan tahun sebelumnya laju tercepat dalam lebih dari lima tahun menurut data pemerintah yang dirilis pada hari Senin (19 Oktober).
Pertumbuhan ekspor pada bulan September tersebut melampaui perkiraan kenaikan sebesar 44,6 persen yang diprediksi oleh para ekonom dalam jajak pendapat Reuters. Berdasarkan data LSEG, angka ini merupakan pertumbuhan tercepat sejak April 2021, saat pengiriman barang melonjak 63 persen.
Malaysia, yang kini muncul sebagai pasar pusat data (data centre) dengan pertumbuhan tercepat di Asia Tenggara, telah diuntungkan oleh pesatnya perkembangan infrastruktur kecerdasan buatan (artificial intelligence). Hal ini memicu permintaan global yang tinggi terhadap produk teknologi dan semikonduktor dari negara tersebut.
Pertumbuhan ekspor pada bulan September didorong oleh peningkatan pengiriman barang-barang listrik dan elektronik, produk minyak bumi, peralatan optik dan ilmiah, serta mesin, sebagaimana ditunjukkan oleh data dari departemen statistik dan kementerian perdagangan.
Namun, ekspor sektor pertanian justru turun 5,7 persen pada bulan September, di tengah penurunan pengiriman minyak kelapa sawit dan produk turunan minyak kelapa sawit, menurut data tersebut.
Impor pada bulan September tumbuh 52,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya, lebih tinggi daripada perkiraan kenaikan sebesar 43,2 persen yang diproyeksikan oleh para analis.
Malaysia mencatat surplus perdagangan sebesar RM33,7 miliar (US$8,26 miliar) pada bulan September, dibandingkan dengan perkiraan jajak pendapat sebesar RM30,2 miliar. (end/Reuters)
Pertumbuhan ekspor pada bulan September tersebut melampaui perkiraan kenaikan sebesar 44,6 persen yang diprediksi oleh para ekonom dalam jajak pendapat Reuters. Berdasarkan data LSEG, angka ini merupakan pertumbuhan tercepat sejak April 2021, saat pengiriman barang melonjak 63 persen.
Malaysia, yang kini muncul sebagai pasar pusat data (data centre) dengan pertumbuhan tercepat di Asia Tenggara, telah diuntungkan oleh pesatnya perkembangan infrastruktur kecerdasan buatan (artificial intelligence). Hal ini memicu permintaan global yang tinggi terhadap produk teknologi dan semikonduktor dari negara tersebut.
Pertumbuhan ekspor pada bulan September didorong oleh peningkatan pengiriman barang-barang listrik dan elektronik, produk minyak bumi, peralatan optik dan ilmiah, serta mesin, sebagaimana ditunjukkan oleh data dari departemen statistik dan kementerian perdagangan.
Namun, ekspor sektor pertanian justru turun 5,7 persen pada bulan September, di tengah penurunan pengiriman minyak kelapa sawit dan produk turunan minyak kelapa sawit, menurut data tersebut.
Impor pada bulan September tumbuh 52,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya, lebih tinggi daripada perkiraan kenaikan sebesar 43,2 persen yang diproyeksikan oleh para analis.
Malaysia mencatat surplus perdagangan sebesar RM33,7 miliar (US$8,26 miliar) pada bulan September, dibandingkan dengan perkiraan jajak pendapat sebesar RM30,2 miliar. (end/Reuters)

