Kembali
KCIC: SDM INDONESIA TANGANI PENUH OPERASIONAL WHOOSH
PT Kereta Cepat Indonesia China menyatakan seluruh kegiatan operasional dan perawatan kereta cepat Whoosh kini sepenuhnya ditangani sumber daya manusia (SDM) Indonesia setelah melalui proses transfer pengetahuan bersama tenaga profesional asal Tiongkok sejak 2023.
General Manager Corporate Secretary KCIC Eva Chairunisa mengatakan pencapaian tersebut menunjukkan bahwa operasional Whoosh tidak hanya menghadirkan transportasi modern, tetapi juga mendorong penguasaan teknologi kereta cepat oleh tenaga kerja Indonesia.
"Melalui proses transfer pengetahuan yang terstruktur selama tiga tahun, tenaga Indonesia kini telah mampu menjalankan seluruh kegiatan operasi dan perawatan Whoosh secara mandiri," kata Eva di Bandung, Senin.
Eva menjelaskan proses transfer pengetahuan berlangsung sejak 2023 melalui pendampingan tenaga profesional asal Tiongkok yang tergabung dalam Operation and Maintenance Consortium (OMC).
Pada awal operasional, tenaga profesional Tiongkok terlibat langsung dalam kegiatan operasi dan perawatan sekaligus mendampingi pegawai Indonesia.
"Ini merupakan pencapaian penting yang membuktikan kemampuan SDM Indonesia dalam menguasai teknologi perkeretaapian berkecepatan tinggi," ujar Eva. (end/ant)
General Manager Corporate Secretary KCIC Eva Chairunisa mengatakan pencapaian tersebut menunjukkan bahwa operasional Whoosh tidak hanya menghadirkan transportasi modern, tetapi juga mendorong penguasaan teknologi kereta cepat oleh tenaga kerja Indonesia.
"Melalui proses transfer pengetahuan yang terstruktur selama tiga tahun, tenaga Indonesia kini telah mampu menjalankan seluruh kegiatan operasi dan perawatan Whoosh secara mandiri," kata Eva di Bandung, Senin.
Eva menjelaskan proses transfer pengetahuan berlangsung sejak 2023 melalui pendampingan tenaga profesional asal Tiongkok yang tergabung dalam Operation and Maintenance Consortium (OMC).
Pada awal operasional, tenaga profesional Tiongkok terlibat langsung dalam kegiatan operasi dan perawatan sekaligus mendampingi pegawai Indonesia.
"Ini merupakan pencapaian penting yang membuktikan kemampuan SDM Indonesia dalam menguasai teknologi perkeretaapian berkecepatan tinggi," ujar Eva. (end/ant)

