Kembali
BEI SIAP KELUARKAN 80 SAHAM HSC DARI IHSG
PT Bursa Efek Indonesia (BEI) akan mengeluarkan saham-saham kategori High Shareholding Concentration (HSC) yang saat ini tercatat sebanyak 80 saham dari Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengungkapkan, sebanyak 80 saham HSC atau saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi tersebut memiliki bobot sebesar 18 persen dari IHSG.
"Ke depannya seluruh saham dalam High Shareholding Concentration (HSC) itu juga akan dikeluarkan dari perhitungan IHSG," ujar Jeffrey di Gedung BEI, Jakarta, Senin.
Jeffrey menjelaskan, dikeluarkannya dari IHSG bukan berarti saham-saham HSC tersebut dilakukan delisting (penghapusan pencatatan) dari BEI.
Selain itu, saham-saham tersebut juga masih dapat diperdagangkan namun pergerakan harganya tidak akan mempengaruhi pergerakan IHSG.
"Tetap bisa diperdagangkan tetapi pergerakan harganya tidak akan mempengaruhi pergerakan IHSG," ujar Jeffrey.
Jeffrey menjelaskan, tujuan implementasi kebijakan tersebut untuk memberikan gambaran pergerakan IHSG yang lebih wajar, karena ada potensi risiko dalam saham-saham di dalam High Shareholding Concentration (HSC).
"Untuk memberikan gambaran pergerakan IHSG yang lebih wajar, karena seperti kita ketahui bahwa ada potensi risiko dalam saham-saham di dalam High Shareholding Concentration (HSC)," ujar Jeffrey. (end/ant)
Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengungkapkan, sebanyak 80 saham HSC atau saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi tersebut memiliki bobot sebesar 18 persen dari IHSG.
"Ke depannya seluruh saham dalam High Shareholding Concentration (HSC) itu juga akan dikeluarkan dari perhitungan IHSG," ujar Jeffrey di Gedung BEI, Jakarta, Senin.
Jeffrey menjelaskan, dikeluarkannya dari IHSG bukan berarti saham-saham HSC tersebut dilakukan delisting (penghapusan pencatatan) dari BEI.
Selain itu, saham-saham tersebut juga masih dapat diperdagangkan namun pergerakan harganya tidak akan mempengaruhi pergerakan IHSG.
"Tetap bisa diperdagangkan tetapi pergerakan harganya tidak akan mempengaruhi pergerakan IHSG," ujar Jeffrey.
Jeffrey menjelaskan, tujuan implementasi kebijakan tersebut untuk memberikan gambaran pergerakan IHSG yang lebih wajar, karena ada potensi risiko dalam saham-saham di dalam High Shareholding Concentration (HSC).
"Untuk memberikan gambaran pergerakan IHSG yang lebih wajar, karena seperti kita ketahui bahwa ada potensi risiko dalam saham-saham di dalam High Shareholding Concentration (HSC)," ujar Jeffrey. (end/ant)

