Kembali
TELKOM GENJOT PEMERATAAN INFRASTRUKTUR AI TIDAK HANYA JAKARTA-BATAM
PT. Telkom Indonesia menggenjot pemerataan infrastruktur kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) ke berbagai daerah agar manfaat ekonomi digital tidak hanya terkonsentrasi di Batam dan Jakarta.
Pengembangan ekosistem AI perlu menjangkau kota-kota lain dengan dukungan konektivitas, energi dan penerapan teknologi untuk kebutuhan nyata.
Direktur Network PT Telkom Indonesia Budi Satria Dharma Purba di Denpasar, Bali, Selasa, mengatakan pengembangan pusat data di Batam menjadi peluang bisnis yang penting. Namun, menjadikan Indonesia sekadar lokasi alternatif untuk menampung kebutuhan pusat data dari Singapura bukan tujuan akhir perusahaan.
"Jika kita ingin menciptakan dampak nyata bagi ekonomi digital Indonesia, pengembangannya harus terdistribusi," kata Budi dalam forum Bali Tech Week di Sanur, Denpasar.
Menurut dia, pemerataan infrastruktur diperlukan untuk membangun ekosistem digital secara menyeluruh.
Karena itu, Telkom melihat peluang pengembangan konektivitas di luar kawasan yang selama ini menjadi pusat pertumbuhan pusat data.
Budi menyebut Surabaya sebagai salah satu kota yang perlu mendapat perhatian, disusul Solo atau Surakarta serta Manado. Pengembangan jaringan di kota-kota tersebut diharapkan membuka peluang bagi pertumbuhan kegiatan ekonomi digital di berbagai wilayah Indonesia.
Telkom juga mengembangkan konektivitas dari Batam menuju Singapura, Johor dan kawasan internasional lainnya.
Infrastruktur tersebut menjadi bagian dari penguatan hubungan digital lintas negara, tetapi pengembangan jaringan domestik tetap diperlukan untuk memperluas dampak ekonomi di dalam negeri. (end/ant)
Pengembangan ekosistem AI perlu menjangkau kota-kota lain dengan dukungan konektivitas, energi dan penerapan teknologi untuk kebutuhan nyata.
Direktur Network PT Telkom Indonesia Budi Satria Dharma Purba di Denpasar, Bali, Selasa, mengatakan pengembangan pusat data di Batam menjadi peluang bisnis yang penting. Namun, menjadikan Indonesia sekadar lokasi alternatif untuk menampung kebutuhan pusat data dari Singapura bukan tujuan akhir perusahaan.
"Jika kita ingin menciptakan dampak nyata bagi ekonomi digital Indonesia, pengembangannya harus terdistribusi," kata Budi dalam forum Bali Tech Week di Sanur, Denpasar.
Menurut dia, pemerataan infrastruktur diperlukan untuk membangun ekosistem digital secara menyeluruh.
Karena itu, Telkom melihat peluang pengembangan konektivitas di luar kawasan yang selama ini menjadi pusat pertumbuhan pusat data.
Budi menyebut Surabaya sebagai salah satu kota yang perlu mendapat perhatian, disusul Solo atau Surakarta serta Manado. Pengembangan jaringan di kota-kota tersebut diharapkan membuka peluang bagi pertumbuhan kegiatan ekonomi digital di berbagai wilayah Indonesia.
Telkom juga mengembangkan konektivitas dari Batam menuju Singapura, Johor dan kawasan internasional lainnya.
Infrastruktur tersebut menjadi bagian dari penguatan hubungan digital lintas negara, tetapi pengembangan jaringan domestik tetap diperlukan untuk memperluas dampak ekonomi di dalam negeri. (end/ant)

