Kembali
OCBC PERLUAS LAYANAN KELOLA KEKAYAAN BERBASIS KEBUTUHAN NASABAH
PT Bank OCBC NISP Tbk memperluas layanan personalisasi dalam solusi investasi melalui pengembangan bisnis pengelolaan kekayaan atau wealth management, seiring meningkatnya kebutuhan nasabah terhadap pendampingan finansial yang sesuai dengan tujuan dan profil risiko masing-masing.
Wealth Management Advisory Head OCBC Diamond Stole mengatakan, investor affluent saat ini menginginkan keluasan solusi investasi yang diberikan bank secara proaktif tanpa diminta dibarengi dengan pemahaman terhadap tujuan finansial setiap nasabah oleh advisor.
"Sebanyak 75 persen investor affluent saat ini menginginkan saran yang disesuaikan dengan kondisi mereka, sementara 70 persen mengharapkan penasihat keuangan atau advisor memberikan pandangan secara proaktif tanpa harus selalu diminta," kata Diamond dalam acara peluncuran OCBC Premier One, di Jakarta, Selasa.
Diamond mengatakan keleluasaan solusi investasi menjadi penting karena kebutuhan nasabah tidak bisa disamakan dalam satu instrumen. Personalisasi pengelolaan kekayaan dari wealth management advisor dapat memetakan tujuan nasabah yang disesuaikan menjadi solusi investasi yang relevan.
Kebutuhan tersebut semakin relevan di tengah perubahan perilaku investor. Data industri menunjukkan 59 persen profesional pengelolaan kekayaan menilai nasabah Indonesia semakin memahami investasi. Namun, lebih dari 70 persen saldo tabungan dan investasi ritel masih ditempatkan pada deposito.
Secara global, minat terhadap instrumen investasi alternatif juga meningkat. Sebanyak 68 persen individu dengan kekayaan bersih tinggi (high-net-worth individuals/HNWI) berencana meningkatkan eksposur terhadap private equity. Meski demikian, hanya 17 persen yang menilai pengalaman konsultasi investasi mereka telah berlangsung secara terintegrasi dan personal.
Kondisi itu menunjukkan adanya ruang bagi layanan konsultasi keuangan untuk membantu nasabah memahami pilihan investasi dan membangun portofolio yang lebih terdiversifikasi. Dalam proses tersebut, rekomendasi produk perlu mempertimbangkan profil risiko, tujuan investasi, kebutuhan likuiditas, serta pemahaman nasabah terhadap instrumen yang dipilih.
Menjawab kebutuhan tersebut, OCBC menghadirkan Premier One, layanan yang menggabungkan pendampingan finansial personal, akses prioritas terhadap solusi investasi, serta manfaat regional dan gaya hidup. Layanan ini dirancang berdasarkan tujuan keuangan, tahapan kehidupan, profil risiko, kebutuhan likuiditas, serta kepentingan keluarga dan bisnis nasabah.
Premier Banking Segment Head OCBC Stephanie M Kristanto mengatakan, Premier One memperkuat layanan pengelolaan kekayaan melalui pendampingan tenaga ahli, akses terhadap solusi investasi pilihan, serta dukungan jaringan regional OCBC.
"Melalui pendekatan ini, kami ingin menjadi mitra yang mendampingi nasabah dalam merancang, mengelola, mengembangkan, dan melindungi kekayaannya sesuai tujuan masing-masing," ujar Stephanie. (end/ant)
Wealth Management Advisory Head OCBC Diamond Stole mengatakan, investor affluent saat ini menginginkan keluasan solusi investasi yang diberikan bank secara proaktif tanpa diminta dibarengi dengan pemahaman terhadap tujuan finansial setiap nasabah oleh advisor.
"Sebanyak 75 persen investor affluent saat ini menginginkan saran yang disesuaikan dengan kondisi mereka, sementara 70 persen mengharapkan penasihat keuangan atau advisor memberikan pandangan secara proaktif tanpa harus selalu diminta," kata Diamond dalam acara peluncuran OCBC Premier One, di Jakarta, Selasa.
Diamond mengatakan keleluasaan solusi investasi menjadi penting karena kebutuhan nasabah tidak bisa disamakan dalam satu instrumen. Personalisasi pengelolaan kekayaan dari wealth management advisor dapat memetakan tujuan nasabah yang disesuaikan menjadi solusi investasi yang relevan.
Kebutuhan tersebut semakin relevan di tengah perubahan perilaku investor. Data industri menunjukkan 59 persen profesional pengelolaan kekayaan menilai nasabah Indonesia semakin memahami investasi. Namun, lebih dari 70 persen saldo tabungan dan investasi ritel masih ditempatkan pada deposito.
Secara global, minat terhadap instrumen investasi alternatif juga meningkat. Sebanyak 68 persen individu dengan kekayaan bersih tinggi (high-net-worth individuals/HNWI) berencana meningkatkan eksposur terhadap private equity. Meski demikian, hanya 17 persen yang menilai pengalaman konsultasi investasi mereka telah berlangsung secara terintegrasi dan personal.
Kondisi itu menunjukkan adanya ruang bagi layanan konsultasi keuangan untuk membantu nasabah memahami pilihan investasi dan membangun portofolio yang lebih terdiversifikasi. Dalam proses tersebut, rekomendasi produk perlu mempertimbangkan profil risiko, tujuan investasi, kebutuhan likuiditas, serta pemahaman nasabah terhadap instrumen yang dipilih.
Menjawab kebutuhan tersebut, OCBC menghadirkan Premier One, layanan yang menggabungkan pendampingan finansial personal, akses prioritas terhadap solusi investasi, serta manfaat regional dan gaya hidup. Layanan ini dirancang berdasarkan tujuan keuangan, tahapan kehidupan, profil risiko, kebutuhan likuiditas, serta kepentingan keluarga dan bisnis nasabah.
Premier Banking Segment Head OCBC Stephanie M Kristanto mengatakan, Premier One memperkuat layanan pengelolaan kekayaan melalui pendampingan tenaga ahli, akses terhadap solusi investasi pilihan, serta dukungan jaringan regional OCBC.
"Melalui pendekatan ini, kami ingin menjadi mitra yang mendampingi nasabah dalam merancang, mengelola, mengembangkan, dan melindungi kekayaannya sesuai tujuan masing-masing," ujar Stephanie. (end/ant)

