Kembali
DMAS CATAT PENDAPATAN USAHA Rp2,65 TRILIUN DI SEMBILAN BULAN PERTAMA 2026
PT Puradelta Lestari Tbk dan anak Perusahaan ( DMAS), pengembang kawasan industri terpadu modern Kota Deltamas, mencatatkan pendapatan usaha sebesar Rp2,65 triliun pada sembilan bulan pertama tahun 2026. "Telah terjadi kenaikan signifikan sebesar hampir 3,4 kali lipat dari periode yang sama pada tahun sebelumnya." ujar Tondy Suwanto, Direktur dan Sekretaris Perusahaan Perseroan.
Pada sembilan bulan pertama tahun 2026 ini, kontribusi terbesar terhadap pendapatan usaha Perseroan masih didominasi oleh pendapatan usaha dari segmen industri, yaitu sebesar Rp2,54 triliun atau sekitar 96% dari total pendapatan usaha Perseroan. "Sebagian besar pendapatan Perseroan di sembilan bulan pertama tahun 2026 berasal dari penjualan lahan industri, khususnya kepada sektor data center," ujar Tondy Suwanto dalam keterangan Rabu.
Di samping pendapatan dari segmen industri, segmen komersial memberikan kontribusi pendapatan usaha sebesar Rp44,47 miliar. Adapun kontribusi dari pendapatan usaha segmen hunian, rental, dan hotel terhadap pendapatan usaha masing-masing adalah Rp30,99 miliar, Rp15,02 miliar dan Rp12,82 miliar.
Laba kotor Perseroan juga mengalami lonjakan sebesar 297% dari Rp545 miliar di sembilan bulan pertama tahun 2025 menjadi Rp1,62 triliun di sembilan bulan pertama tahun 2026. Marjin laba kotor pada sembilan bulan pertama tahun ini tercatat sebesar 61%.
Seiring dengan pertumbuhan laba kotor, laba bersih Perseroan mengalami kenaikan menjadi Rp1,49 triliun pada sembilan bulan pertama tahun 2026, atau naik 284% dibanding tahun lalu sebesar Rp525 miliar. Marjin laba bersih sembilan bulan pertama tahun 2026 adalah sebesar 56%.
Dari sisi fundamental, jumlah aset Perseroan per 30 September 2026 tercatat Rp8,44 triliun, meningkat sebesar Rp1,32 triliun atau 19% dibandingkan dengan aset Perseroan per 31 Desember 2025 sebesar Rp7,12 triliun, dimana peningkatan aset terutama disebabkan oleh peningkatan kas dan setara kas. Posisi kas dan setara kas Perseroan per 30 September 2026 adalah sebesar Rp1,8 triliun, meningkat sebesar Rp1,43 triliun atau naik 380% dibandingkan posisi kas dan setara kas pada 31 Desember. 2025 sebesar Rp377 miliar.
Adapun, jumlah liabilitas Perseroan per 30 September 2026 tercatat Rp1,13 triliun. Jumlah ekuitas (bersih) per 30 September 2026 meningkat sekitar 11% menjadi Rp7,31 triliun dibandingkan jumlah ekuitas (bersih) per 31 Desember 2025 sebesar Rp6,61 triliun.
Perseroan tidak memiliki utang. Dengan posisi kas bersih yang sehat, Perseroan terus berupaya untuk melakukan pengembangan Kota Deltamas untuk mewujudkan Kota Deltamas sebagai kawasan terpadu modern di timur Jakarta dengan memadukan kawasan industri, komersial, dan hunian. (end)
Pada sembilan bulan pertama tahun 2026 ini, kontribusi terbesar terhadap pendapatan usaha Perseroan masih didominasi oleh pendapatan usaha dari segmen industri, yaitu sebesar Rp2,54 triliun atau sekitar 96% dari total pendapatan usaha Perseroan. "Sebagian besar pendapatan Perseroan di sembilan bulan pertama tahun 2026 berasal dari penjualan lahan industri, khususnya kepada sektor data center," ujar Tondy Suwanto dalam keterangan Rabu.
Di samping pendapatan dari segmen industri, segmen komersial memberikan kontribusi pendapatan usaha sebesar Rp44,47 miliar. Adapun kontribusi dari pendapatan usaha segmen hunian, rental, dan hotel terhadap pendapatan usaha masing-masing adalah Rp30,99 miliar, Rp15,02 miliar dan Rp12,82 miliar.
Laba kotor Perseroan juga mengalami lonjakan sebesar 297% dari Rp545 miliar di sembilan bulan pertama tahun 2025 menjadi Rp1,62 triliun di sembilan bulan pertama tahun 2026. Marjin laba kotor pada sembilan bulan pertama tahun ini tercatat sebesar 61%.
Seiring dengan pertumbuhan laba kotor, laba bersih Perseroan mengalami kenaikan menjadi Rp1,49 triliun pada sembilan bulan pertama tahun 2026, atau naik 284% dibanding tahun lalu sebesar Rp525 miliar. Marjin laba bersih sembilan bulan pertama tahun 2026 adalah sebesar 56%.
Dari sisi fundamental, jumlah aset Perseroan per 30 September 2026 tercatat Rp8,44 triliun, meningkat sebesar Rp1,32 triliun atau 19% dibandingkan dengan aset Perseroan per 31 Desember 2025 sebesar Rp7,12 triliun, dimana peningkatan aset terutama disebabkan oleh peningkatan kas dan setara kas. Posisi kas dan setara kas Perseroan per 30 September 2026 adalah sebesar Rp1,8 triliun, meningkat sebesar Rp1,43 triliun atau naik 380% dibandingkan posisi kas dan setara kas pada 31 Desember. 2025 sebesar Rp377 miliar.
Adapun, jumlah liabilitas Perseroan per 30 September 2026 tercatat Rp1,13 triliun. Jumlah ekuitas (bersih) per 30 September 2026 meningkat sekitar 11% menjadi Rp7,31 triliun dibandingkan jumlah ekuitas (bersih) per 31 Desember 2025 sebesar Rp6,61 triliun.
Perseroan tidak memiliki utang. Dengan posisi kas bersih yang sehat, Perseroan terus berupaya untuk melakukan pengembangan Kota Deltamas untuk mewujudkan Kota Deltamas sebagai kawasan terpadu modern di timur Jakarta dengan memadukan kawasan industri, komersial, dan hunian. (end)

