Kembali
ADB DANAI LABORATORIUM BPOM SENILAI USD218 JUTA
Asian Development Bank (ADB) menyiapkan alokasi pendanaan sebesar 218 juta dolar AS untuk mendukung pembangunan 37 laboratorium Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) yang ramah lingkungan (green laboratorium).
"Pekerjaan BPOM sangat bergantung pada karyawan serta kapasitas dan peralatan teknologi yang digunakan di laboratorium. Dan kami sangat senang bisa berpartisipasi dengan BPOM memperkuat semua ini," kata Direktur ADB untuk Indonesia Bobur Alimov dalam kunjungan ke Balai Besar BPOM Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis.
Pendanaan itu dijalankan melalui proyek bertajuk "Bolstering Product Oversight and Market Surveillance for Food and Drug Project (BPOM Project)".
ADB melihat komitmen BPOM untuk mempertahankan standar global yang konsisten, seperti World-Listed Authority (WLA).
Dalam Rencana Strategis BPOM 2025-2029, disebutkan bahwa pengawasan yang efektif salah satunya harus didukung oleh laboratorium yang kuat dan ditopang oleh sumber daya manusia yang kompeten.
Maka dari itu, ADB menginisiasi BPOM Project yang turut mencakup pembangunan dan penyediaan peralatan bagi laboratorium.
Prinsip laboratorium yang ramah lingkungan (green) dan tangguh (resilient) akan diterapkan demi mendukung pembangunan berkelanjutan.
Salah satu proyek laboratorium ramah lingkungan ini dibangun di Balai Besar BPOM Makassar.
Kepala Balai Besar POM di Makassar Yosef Dwi Irwan Prakasa menjelaskan laboratorium ramah lingkungan akan beroperasi secara lebih efisien dari segi penggunaan energi, seperti air dan listrik, serta tidak mencemari lingkungan.
Khusus untuk pembangunan laboratorium ramah lingkungan di Makassar, kebutuhan anggaran disebut sebesar Rp50 miliar, di mana pendanaan ini sepenuhnya berasal dari ADB.
"Untuk fasilitas pembangunan green lab, termasuk juga nanti fasilitas di dalamnya seperti alat-alat pendukung, yang harapannya nanti bisa makin memperkuat kapasitas Balai Besar BPOM Makassar," ujar Yosef. (end/ant)
"Pekerjaan BPOM sangat bergantung pada karyawan serta kapasitas dan peralatan teknologi yang digunakan di laboratorium. Dan kami sangat senang bisa berpartisipasi dengan BPOM memperkuat semua ini," kata Direktur ADB untuk Indonesia Bobur Alimov dalam kunjungan ke Balai Besar BPOM Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis.
Pendanaan itu dijalankan melalui proyek bertajuk "Bolstering Product Oversight and Market Surveillance for Food and Drug Project (BPOM Project)".
ADB melihat komitmen BPOM untuk mempertahankan standar global yang konsisten, seperti World-Listed Authority (WLA).
Dalam Rencana Strategis BPOM 2025-2029, disebutkan bahwa pengawasan yang efektif salah satunya harus didukung oleh laboratorium yang kuat dan ditopang oleh sumber daya manusia yang kompeten.
Maka dari itu, ADB menginisiasi BPOM Project yang turut mencakup pembangunan dan penyediaan peralatan bagi laboratorium.
Prinsip laboratorium yang ramah lingkungan (green) dan tangguh (resilient) akan diterapkan demi mendukung pembangunan berkelanjutan.
Salah satu proyek laboratorium ramah lingkungan ini dibangun di Balai Besar BPOM Makassar.
Kepala Balai Besar POM di Makassar Yosef Dwi Irwan Prakasa menjelaskan laboratorium ramah lingkungan akan beroperasi secara lebih efisien dari segi penggunaan energi, seperti air dan listrik, serta tidak mencemari lingkungan.
Khusus untuk pembangunan laboratorium ramah lingkungan di Makassar, kebutuhan anggaran disebut sebesar Rp50 miliar, di mana pendanaan ini sepenuhnya berasal dari ADB.
"Untuk fasilitas pembangunan green lab, termasuk juga nanti fasilitas di dalamnya seperti alat-alat pendukung, yang harapannya nanti bisa makin memperkuat kapasitas Balai Besar BPOM Makassar," ujar Yosef. (end/ant)

