Kembali
PENJUALAN MENINGKAT, MKNT BERHASIL CETAK LABA RP15,16 MILIAR
PT Remitra Global International Tbk (MKNT), yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp312,70 miliar sepanjang sembilan bulan pertama tahun 2026. Angka tersebut melonjak dibandingkan penjualan Rp3,69 miliar sepanjang tahun 2025.
Capaian penjualan ini menjadi penopang utama pemulihan kinerja keuangan perseroan hingga berhasil mencetak laba bersih.
Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian untuk periode yang berakhir pada 30 September 2026, perolehan penjualan bersih tersebut mendorong perseroan meraih laba bruto sebesar Rp65,02 miliar. Kinerja ini menunjukkan pembalikan posisi (turnaround) secara signifikan dari rugi bruto sebesar Rp3,83 miliar pada akhir tahun 2025.
Seiring dengan menguatnya penjualan dan margin kotor, MKNT sukses mencatatkan laba tahun berjalan sebesar Rp15,16 miliar per akhir September 2026. Angka ini berbalik dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, di mana perseroan masih mengalami kerugian sebesar Rp1,54 miliar.
Dari sisi operasional pendukung bisnis, perseroan membukukan beban umum dan administrasi sebesar Rp41,15 miliar serta beban penjualan dan pemasaran Rp4,42 miliar. Sementara itu, beban keuangan perseroan selama sembilan bulan pertama 2026 tercatat sebesar Rp4,46 miliar.
Peningkatan aktivitas usaha perseroan turut berdampak pada ekspansi neraca keuangan. Per 30 September 2026, total aset MKNT melonjak 77,87% menjadi Rp1,47 triliun, dibandingkan Rp826,09 miliar pada akhir 2025. Pertumbuhan aset ini terutama ditopang oleh peningkatan nilai persediaan yang mencapai Rp637,37 miliar serta piutang usaha pihak ketiga sebesar Rp130,11 miliar. Selain itu, perseroan mencatatkan aset tetap bersih sebesar Rp421,81 miliar dan goodwill sebesar Rp52,92 miliar.
Namun, pertumbuhan aset tersebut diimbangi oleh lonjakan posisi kewajiban. Total liabilitas MKNT naik menjadi Rp1,46 triliun per 30 September 2026, dari posisi Rp833,44 miliar pada akhir 2025. Dominasi kewajiban berasal dari liabilitas jangka pendek yang mencapai Rp1,40 triliun, terdiri atas pinjaman bank jangka pendek sebesar Rp281,56 miliar dan utang lain-lain pihak ketiga sebesar Rp836,88 miliar.
Dengan total liabilitas yang tinggi dan total ekuitas perseroan yang tercatat sebesar Rp5,65 miliar, komposisi struktur permodalan MKNT menunjukkan ekuitas yang relatif sangat kecil dibandingkan total aset dan liabilitasnya.
Sementara itu dari sisi arus kas, perseroan membukukan arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi sebesar Rp48,47 miliar selama periode sembilan bulan pertama 2026. Hingga akhir September 2026, posisi saldo kas dan bank MKNT tercatat sebesar Rp23,76 miliar. (end)
Capaian penjualan ini menjadi penopang utama pemulihan kinerja keuangan perseroan hingga berhasil mencetak laba bersih.
Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian untuk periode yang berakhir pada 30 September 2026, perolehan penjualan bersih tersebut mendorong perseroan meraih laba bruto sebesar Rp65,02 miliar. Kinerja ini menunjukkan pembalikan posisi (turnaround) secara signifikan dari rugi bruto sebesar Rp3,83 miliar pada akhir tahun 2025.
Seiring dengan menguatnya penjualan dan margin kotor, MKNT sukses mencatatkan laba tahun berjalan sebesar Rp15,16 miliar per akhir September 2026. Angka ini berbalik dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, di mana perseroan masih mengalami kerugian sebesar Rp1,54 miliar.
Dari sisi operasional pendukung bisnis, perseroan membukukan beban umum dan administrasi sebesar Rp41,15 miliar serta beban penjualan dan pemasaran Rp4,42 miliar. Sementara itu, beban keuangan perseroan selama sembilan bulan pertama 2026 tercatat sebesar Rp4,46 miliar.
Peningkatan aktivitas usaha perseroan turut berdampak pada ekspansi neraca keuangan. Per 30 September 2026, total aset MKNT melonjak 77,87% menjadi Rp1,47 triliun, dibandingkan Rp826,09 miliar pada akhir 2025. Pertumbuhan aset ini terutama ditopang oleh peningkatan nilai persediaan yang mencapai Rp637,37 miliar serta piutang usaha pihak ketiga sebesar Rp130,11 miliar. Selain itu, perseroan mencatatkan aset tetap bersih sebesar Rp421,81 miliar dan goodwill sebesar Rp52,92 miliar.
Namun, pertumbuhan aset tersebut diimbangi oleh lonjakan posisi kewajiban. Total liabilitas MKNT naik menjadi Rp1,46 triliun per 30 September 2026, dari posisi Rp833,44 miliar pada akhir 2025. Dominasi kewajiban berasal dari liabilitas jangka pendek yang mencapai Rp1,40 triliun, terdiri atas pinjaman bank jangka pendek sebesar Rp281,56 miliar dan utang lain-lain pihak ketiga sebesar Rp836,88 miliar.
Dengan total liabilitas yang tinggi dan total ekuitas perseroan yang tercatat sebesar Rp5,65 miliar, komposisi struktur permodalan MKNT menunjukkan ekuitas yang relatif sangat kecil dibandingkan total aset dan liabilitasnya.
Sementara itu dari sisi arus kas, perseroan membukukan arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi sebesar Rp48,47 miliar selama periode sembilan bulan pertama 2026. Hingga akhir September 2026, posisi saldo kas dan bank MKNT tercatat sebesar Rp23,76 miliar. (end)

