Kembali
MENLU RI-UAE KOMITMEN PERKUAT KEMITRAAN SEKTOR STRATEGIS
Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Arrmanatha Nasir menegaskan penguatan kemitraan di sektor strategis dengan Uni Emirat Arab saat berbincang via telepon dengan Wakil Perdana Menteri sekaligus Menlu UAE Abdullah bin Zayed Al Nahyan.
Menlu RI berkata komitmen yang disampaikan pada Kamis tersebut bertepatan saat Indonesia dan UAE memperingati 50 tahun terjalinnya hubungan bilateral pada tahun ini.
"Kami menegaskan kembali komitmen untuk terus menguatkan kerja sama bilateral di bidang politik dan ekonomi serta sektor-sektor strategis lainnya," ucap dia melalui pernyataan yang disiarkan melalui media sosial X di Jakarta, dipantau Jumat.
Di samping itu, Menlu Arrmanatha dan Menlu Abdullah bin Zayed saling bertukar pandangan dan membahas perkembangan situasi terkini di Timur Tengah.
Dalam percakapannya, mereka menegaskan pentingnya melanjutkan dialog dan upaya diplomasi demi mendorong perdamaian, stabilitas, dan de-eskalasi di kawasan.
Sementara itu, seperti diwartakan Emirates News Agency-WAM terkait percakapan telepon tersebut, Menlu Abdullah bin Zayed secara khusus menyampaikan selamat kepada Arrmanatha Nasir yang telah dilantik sebagai Menlu RI serta mendoakannya agar senantiasa dilancarkan dalam tugas barunya itu.
Sebelumnya Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menyatakan akan terus menggenjot diplomasi ekonomi menyusul langkah penyedia indeks saham global, Morgan Stanley Capital International (MSCI), dan membuka konsultasi untuk mengubah klasifikasi pasar modal RI.
"Terkait hal tersebut, Kementerian Luar Negeri akan terus menjalankan diplomasi ekonomi," ucap Juru Bicara Kemlu RI Vahd Nabyl A. Mulachela menanggapi isu klasifikasi MSCI dalam taklimat media di Jakarta, Kamis.
Ia berkata Kemlu RI, melalui semua perwakilan Indonesia di luar negeri, membantu memberikan "informasi sejelas-jelasnya tentang kondisi ekonomi di dalam negeri" untuk meyakinkan mitra-mitra asing akan terjaminnya investasi di Indonesia. (end/ant)
Menlu RI berkata komitmen yang disampaikan pada Kamis tersebut bertepatan saat Indonesia dan UAE memperingati 50 tahun terjalinnya hubungan bilateral pada tahun ini.
"Kami menegaskan kembali komitmen untuk terus menguatkan kerja sama bilateral di bidang politik dan ekonomi serta sektor-sektor strategis lainnya," ucap dia melalui pernyataan yang disiarkan melalui media sosial X di Jakarta, dipantau Jumat.
Di samping itu, Menlu Arrmanatha dan Menlu Abdullah bin Zayed saling bertukar pandangan dan membahas perkembangan situasi terkini di Timur Tengah.
Dalam percakapannya, mereka menegaskan pentingnya melanjutkan dialog dan upaya diplomasi demi mendorong perdamaian, stabilitas, dan de-eskalasi di kawasan.
Sementara itu, seperti diwartakan Emirates News Agency-WAM terkait percakapan telepon tersebut, Menlu Abdullah bin Zayed secara khusus menyampaikan selamat kepada Arrmanatha Nasir yang telah dilantik sebagai Menlu RI serta mendoakannya agar senantiasa dilancarkan dalam tugas barunya itu.
Sebelumnya Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menyatakan akan terus menggenjot diplomasi ekonomi menyusul langkah penyedia indeks saham global, Morgan Stanley Capital International (MSCI), dan membuka konsultasi untuk mengubah klasifikasi pasar modal RI.
"Terkait hal tersebut, Kementerian Luar Negeri akan terus menjalankan diplomasi ekonomi," ucap Juru Bicara Kemlu RI Vahd Nabyl A. Mulachela menanggapi isu klasifikasi MSCI dalam taklimat media di Jakarta, Kamis.
Ia berkata Kemlu RI, melalui semua perwakilan Indonesia di luar negeri, membantu memberikan "informasi sejelas-jelasnya tentang kondisi ekonomi di dalam negeri" untuk meyakinkan mitra-mitra asing akan terjaminnya investasi di Indonesia. (end/ant)

