Kembali
PERUSAHAAN JEPANG BERI KOMPENSASI KE PENGGUNA DI TENGAH SERANGAN SIBER
Perusahaan-perusahaan Jepang mulai memberikan kompensasi kepada para pengguna menyusul serangkaian serangan siber yang mengganggu layanan internet dan menimbulkan kekhawatiran mengenai stabilitas ekonomi.
GMO Internet menyatakan akan memberikan kompensasi kepada pelanggan atas kerugian yang timbul akibat akses tidak sah menyusul serangan siber terhadap layanan perdagangan valuta asing mereka. CEO Masatoshi Kumagai, dalam sebuah unggahan blog pada hari Minggu, menyampaikan bahwa seluruh pelanggan akan menerima 5.000 yen ($32) sebagai "gestur iktikad baik awal."
Langkah ini diambil setelah pemerintah Jepang pada hari Jumat mengumumkan pembentukan tim untuk menyimulasikan serangan siber menggunakan kecerdasan buatan (AI) guna mengidentifikasi kelemahan dalam sistem teknologi. Upaya ini dilakukan di tengah kesibukan berbagai organisasi dalam memitigasi risiko yang muncul dari celah keamanan pada bahasa pemrograman PHP bahasa yang menjadi fondasi bagi sebagian besar layanan internet.
Saham GMO, yang memiliki nilai pasar sebesar $2,6 miliar pada penutupan perdagangan hari Jumat, anjlok 11% di Tokyo pada sesi pagi, sementara indeks acuan terpantau stagnan.
Perusahaan-perusahaan di Jepang tengah diguncang oleh berbagai serangan. Para ahli menyebutkan bahwa AI kini digunakan untuk mengotomatisasi berbagai tahapan serangan mulai dari memindai kerentanan perangkat lunak hingga menyusun kampanye *phishing* sehingga kejahatan siber menjadi lebih cepat, lebih murah, dan lebih sulit dideteksi.
Situs web pemerintah maupun perusahaan di Jepang, Eropa, dan wilayah lainnya sempat tidak dapat diakses pekan lalu, menyusul terungkapnya kerentanan kritis dalam bahasa pemrograman PHP yang memicu jutaan upaya peretasan.
GMO Internet telah mengajukan permohonan kepada pemerintah Jepang untuk menerapkan langkah-langkah pertahanan siber sebagai respons terhadap serangan tersebut.
Perusahaan mengungkapkan bahwa mereka menerima tuntutan uang dari pihak yang diduga berada di balik serangan itu, disertai ancaman untuk membocorkan informasi perusahaan dan pelanggan jika tuntutan tersebut tidak dipenuhi.
GMO Internet menegaskan tidak akan memenuhi tuntutan tersebut dan akan menangani insiden ini dengan berkoordinasi bersama pihak kepolisian serta otoritas terkait lainnya. Secara terpisah, Park24 perusahaan yang mengoperasikan layanan berbagi mobil "Times" menyatakan pada hari Jumat bahwa mereka akan memberikan pembayaran sebesar 3.000 yen kepada para pelanggan menyusul terjadinya kebocoran data pribadi. (end/Reuters)
GMO Internet menyatakan akan memberikan kompensasi kepada pelanggan atas kerugian yang timbul akibat akses tidak sah menyusul serangan siber terhadap layanan perdagangan valuta asing mereka. CEO Masatoshi Kumagai, dalam sebuah unggahan blog pada hari Minggu, menyampaikan bahwa seluruh pelanggan akan menerima 5.000 yen ($32) sebagai "gestur iktikad baik awal."
Langkah ini diambil setelah pemerintah Jepang pada hari Jumat mengumumkan pembentukan tim untuk menyimulasikan serangan siber menggunakan kecerdasan buatan (AI) guna mengidentifikasi kelemahan dalam sistem teknologi. Upaya ini dilakukan di tengah kesibukan berbagai organisasi dalam memitigasi risiko yang muncul dari celah keamanan pada bahasa pemrograman PHP bahasa yang menjadi fondasi bagi sebagian besar layanan internet.
Saham GMO, yang memiliki nilai pasar sebesar $2,6 miliar pada penutupan perdagangan hari Jumat, anjlok 11% di Tokyo pada sesi pagi, sementara indeks acuan terpantau stagnan.
Perusahaan-perusahaan di Jepang tengah diguncang oleh berbagai serangan. Para ahli menyebutkan bahwa AI kini digunakan untuk mengotomatisasi berbagai tahapan serangan mulai dari memindai kerentanan perangkat lunak hingga menyusun kampanye *phishing* sehingga kejahatan siber menjadi lebih cepat, lebih murah, dan lebih sulit dideteksi.
Situs web pemerintah maupun perusahaan di Jepang, Eropa, dan wilayah lainnya sempat tidak dapat diakses pekan lalu, menyusul terungkapnya kerentanan kritis dalam bahasa pemrograman PHP yang memicu jutaan upaya peretasan.
GMO Internet telah mengajukan permohonan kepada pemerintah Jepang untuk menerapkan langkah-langkah pertahanan siber sebagai respons terhadap serangan tersebut.
Perusahaan mengungkapkan bahwa mereka menerima tuntutan uang dari pihak yang diduga berada di balik serangan itu, disertai ancaman untuk membocorkan informasi perusahaan dan pelanggan jika tuntutan tersebut tidak dipenuhi.
GMO Internet menegaskan tidak akan memenuhi tuntutan tersebut dan akan menangani insiden ini dengan berkoordinasi bersama pihak kepolisian serta otoritas terkait lainnya. Secara terpisah, Park24 perusahaan yang mengoperasikan layanan berbagi mobil "Times" menyatakan pada hari Jumat bahwa mereka akan memberikan pembayaran sebesar 3.000 yen kepada para pelanggan menyusul terjadinya kebocoran data pribadi. (end/Reuters)

