Kembali
PENDAPATAN RISE NAIK 23,9% HINGGA SEPTEMBER 2026
PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk (RISE) mencatat pendapatan sebesar Rp364,48 miliar hingga September 2026, meningkat 23,9% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp294,15 miliar.
Berdasarkan laporan keuangan perseroan, beban pokok pendapatan turun menjadi Rp144,93 miliar dari Rp164,29 miliar. Kondisi tersebut mendorong laba bruto RISE meningkat menjadi Rp219,56 miliar dari sebelumnya Rp129,86 miliar.
Laba usaha perseroan tercatat sebesar Rp133,74 miliar, naik dibandingkan Rp45,17 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Sementara itu, beban usaha meningkat menjadi Rp85,82 miliar dari Rp84,69 miliar.
RISE juga membukukan keuntungan dari penyesuaian nilai wajar properti investasi sebesar Rp35,13 miliar, sedangkan pada periode yang sama tahun sebelumnya tidak terdapat keuntungan dari pos tersebut.
Di sisi lain, perseroan mencatat kerugian dari selisih portofolio efek neto sebesar Rp37,71 miliar, meningkat dibandingkan Rp2,76 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Pendapatan dividen tercatat Rp22,53 miliar, naik dari Rp12,58 miliar.
Laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp146,91 miliar, naik dari Rp51,92 miliar. Dengan demikian, laba per saham meningkat menjadi Rp9,07 dari Rp3,21.
Dari sisi posisi keuangan, total aset RISE per 30 September 2026 tercatat sebesar Rp4,32 triliun, meningkat dibandingkan Rp4,15 triliun pada 31 Desember 2025. Total liabilitas naik menjadi Rp796,35 miliar dari Rp747,49 miliar, sedangkan total ekuitas mencapai Rp3,52 triliun, naik dari Rp3,41 triliun. (end)
Berdasarkan laporan keuangan perseroan, beban pokok pendapatan turun menjadi Rp144,93 miliar dari Rp164,29 miliar. Kondisi tersebut mendorong laba bruto RISE meningkat menjadi Rp219,56 miliar dari sebelumnya Rp129,86 miliar.
Laba usaha perseroan tercatat sebesar Rp133,74 miliar, naik dibandingkan Rp45,17 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Sementara itu, beban usaha meningkat menjadi Rp85,82 miliar dari Rp84,69 miliar.
RISE juga membukukan keuntungan dari penyesuaian nilai wajar properti investasi sebesar Rp35,13 miliar, sedangkan pada periode yang sama tahun sebelumnya tidak terdapat keuntungan dari pos tersebut.
Di sisi lain, perseroan mencatat kerugian dari selisih portofolio efek neto sebesar Rp37,71 miliar, meningkat dibandingkan Rp2,76 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Pendapatan dividen tercatat Rp22,53 miliar, naik dari Rp12,58 miliar.
Laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp146,91 miliar, naik dari Rp51,92 miliar. Dengan demikian, laba per saham meningkat menjadi Rp9,07 dari Rp3,21.
Dari sisi posisi keuangan, total aset RISE per 30 September 2026 tercatat sebesar Rp4,32 triliun, meningkat dibandingkan Rp4,15 triliun pada 31 Desember 2025. Total liabilitas naik menjadi Rp796,35 miliar dari Rp747,49 miliar, sedangkan total ekuitas mencapai Rp3,52 triliun, naik dari Rp3,41 triliun. (end)

