Kembali
KEMENTERIAN PKP: PROGRAM BEDAH RUMAH PER 28 OKTOBER CAPAI 70,9 PERSEN
Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) mengungkapkan program Bedah Rumah atau Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) hingga Senin 26 Oktober telah mencapai 70,9 persen.
"Pencapaian BSPS 70,9 persen," ujar Direktur Jenderal Kawasan Permukiman Kementerian PKP Fitrah Nur di Jakarta, Senin.
Fitrah menambahkan Jawa Barat menjadi provinsi dengan kuota Bedah Rumah tertinggi yakni 49 ribu unit rumah.
"Jawa Barat kuota yang paling tinggi sebanyak 49.000 unit, akhir Oktober ini mudah-mudahan sudah tercairkan," katanya.
Dia menjelaskan bahwa Jawa Barat memiliki penduduk hampir 50 juta jiwa, kabupaten paling besar sehingga otomatis memiliki rumah tidak layak huninya (RTLH) yang juga paling banyak.
"Kebetulan kemarin saya rapat di Kabupaten Bogor, ternyata di Jawa Barat yang paling tinggi penduduknya itu di Kabupaten Bogor, RTLH yang paling banyak itu di Kabupaten Bogor. Jadi Kabupaten Bogor itu saja ada 10.000 RTLH di sana. Tapi Alhamdulillah saya lihat juga berapa lokasi sudah banyak selesai. Ya Alhamdulillah akhir Oktober ini sudah bisa pencairan semua," katanya. (end/ant)
"Pencapaian BSPS 70,9 persen," ujar Direktur Jenderal Kawasan Permukiman Kementerian PKP Fitrah Nur di Jakarta, Senin.
Fitrah menambahkan Jawa Barat menjadi provinsi dengan kuota Bedah Rumah tertinggi yakni 49 ribu unit rumah.
"Jawa Barat kuota yang paling tinggi sebanyak 49.000 unit, akhir Oktober ini mudah-mudahan sudah tercairkan," katanya.
Dia menjelaskan bahwa Jawa Barat memiliki penduduk hampir 50 juta jiwa, kabupaten paling besar sehingga otomatis memiliki rumah tidak layak huninya (RTLH) yang juga paling banyak.
"Kebetulan kemarin saya rapat di Kabupaten Bogor, ternyata di Jawa Barat yang paling tinggi penduduknya itu di Kabupaten Bogor, RTLH yang paling banyak itu di Kabupaten Bogor. Jadi Kabupaten Bogor itu saja ada 10.000 RTLH di sana. Tapi Alhamdulillah saya lihat juga berapa lokasi sudah banyak selesai. Ya Alhamdulillah akhir Oktober ini sudah bisa pencairan semua," katanya. (end/ant)

