Kembali
MICROSOFT TAWARKAN PAKET PENGUNDURAN DIRI KE 60 RIBU KARYAWAN
Microsoft pada hari Senin menyatakan bahwa mereka menawarkan program pengunduran diri sukarela (voluntary buyout) kepada sekitar 60.000 karyawan, atau lebih dari seperempat tenaga kerjanya secara global. Langkah ini diambil oleh raksasa teknologi tersebut untuk menekan biaya dan membantu mendanai investasi besar-besaran di bidang kecerdasan buatan (AI).
Menurut seorang sumber yang mengetahui masalah ini yang meminta untuk tidak disebutkan namanya karena informasi tersebut bersifat pribadi penawaran ini berlaku bagi karyawan di berbagai divisi, termasuk unit yang menangani pengalaman AI, Copilot, keuangan, sumber daya manusia, Xbox, serta Windows + Perangkat (Windows + Devices). Sumber tersebut menambahkan bahwa unit-unit seperti pemasaran, bisnis komersial, dan keamanan tidak termasuk dalam penawaran ini.
"Penawaran ini memberikan pilihan baru bagi karyawan yang memenuhi syarat yang mungkin tengah mempertimbangkan masa depan di luar perusahaan untuk melakukan transisi tersebut sekarang dengan dukungan yang tersedia. Hal ini juga memberikan cara bagi unit-unit terkait untuk menyesuaikan tenaga kerja mereka dengan kebutuhan yang terus berubah," ujar Chief People Officer, Amy Coleman, dalam sebuah memo internal.
Seperti raksasa teknologi lainnya, Microsoft menghabiskan ratusan miliar dolar untuk pusat data AI dan cip. Hal ini memicu pertanyaan dari para investor mengenai apakah imbal hasil yang diperoleh nantinya akan sepadan dengan biaya yang sangat besar tersebut. Perusahaan, yang dijadwalkan melaporkan kinerja kuartal pertama setelah penutupan pasar pada hari Rabu, telah memproyeksikan belanja modal sebesar $175 miliar untuk tahun kalender 2026.
Berdasarkan laporan tahunannya, Microsoft memiliki 223.000 karyawan purnawaktu secara global per 30 Juni 2026. (end/Reuters)
Menurut seorang sumber yang mengetahui masalah ini yang meminta untuk tidak disebutkan namanya karena informasi tersebut bersifat pribadi penawaran ini berlaku bagi karyawan di berbagai divisi, termasuk unit yang menangani pengalaman AI, Copilot, keuangan, sumber daya manusia, Xbox, serta Windows + Perangkat (Windows + Devices). Sumber tersebut menambahkan bahwa unit-unit seperti pemasaran, bisnis komersial, dan keamanan tidak termasuk dalam penawaran ini.
"Penawaran ini memberikan pilihan baru bagi karyawan yang memenuhi syarat yang mungkin tengah mempertimbangkan masa depan di luar perusahaan untuk melakukan transisi tersebut sekarang dengan dukungan yang tersedia. Hal ini juga memberikan cara bagi unit-unit terkait untuk menyesuaikan tenaga kerja mereka dengan kebutuhan yang terus berubah," ujar Chief People Officer, Amy Coleman, dalam sebuah memo internal.
Seperti raksasa teknologi lainnya, Microsoft menghabiskan ratusan miliar dolar untuk pusat data AI dan cip. Hal ini memicu pertanyaan dari para investor mengenai apakah imbal hasil yang diperoleh nantinya akan sepadan dengan biaya yang sangat besar tersebut. Perusahaan, yang dijadwalkan melaporkan kinerja kuartal pertama setelah penutupan pasar pada hari Rabu, telah memproyeksikan belanja modal sebesar $175 miliar untuk tahun kalender 2026.
Berdasarkan laporan tahunannya, Microsoft memiliki 223.000 karyawan purnawaktu secara global per 30 Juni 2026. (end/Reuters)

