Kembali
RATU CATAT PENDAPATAN BERSIH USD40,31 JUTA PADA SEMBILAN BULAN PERTAMA 2026
PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) membukukan pendapatan bersih USD40,31 juta pada sembilan bulan pertama 2026, naik 7,2% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar USD37,61 juta. Kenaikan ini terutama datang dari lifting gas yang menyumbang USD22,02 juta atau tumbuh 18%, serta propana dan butana yang naik 10,5% menjadi USD12,28 juta. Sebaliknya, pendapatan dari minyak mentah turun 19,3% menjadi USD2,98 juta, sementara kondensat merosot 27,2% menjadi USD3,02 juta.
Laporan keuangan perseroan Selasa menyebutkan, beban pokok pendapatan justru menyusut 13,4% menjadi USD16,59 juta dari USD19,14 juta. Kombinasi pendapatan yang naik dan beban yang turun mendorong laba bruto melonjak 28,4% menjadi USD23,72 juta. Beban umum dan administrasi membengkak sekitar tiga kali lipat menjadi USD2,99 juta, terutama karena kenaikan gaji dan kesejahteraan karyawan menjadi USD1,46 juta serta jasa profesional dan konsultan yang naik menjadi USD764.696.
Tekanan lain datang dari beban keuangan yang melonjak menjadi USD4,95 juta dari USD1,10 juta, sejalan dengan bertambahnya pinjaman, obligasi, dan sukuk. Meski begitu, pendapatan bunga naik menjadi USD804.343 dan perseroan mencatat laba selisih kurs USD1,96 juta, berbalik dari rugi USD441.279 setahun sebelumnya. Perseroan juga mengakui keuntungan dari pembelian dengan diskon sebesar USD3,91 juta, pos yang tidak ada pada periode pembanding.
Penopang terbesar kinerja adalah bagian laba entitas asosiasi yang meroket menjadi USD19,24 juta dari USD4,32 juta. Dengan dukungan itu, laba sebelum pajak penghasilan naik 103% menjadi USD41,73 juta. Setelah beban pajak USD9,60 juta, laba periode berjalan mencapai USD32,12 juta, melonjak 171% dari US$11,85 juta. Laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar USD25,09 juta, naik 113%, sedangkan kepentingan nonpengendali menyumbang USD7,04 juta, jauh di atas USD87.909 pada tahun lalu. Laba per saham dasar naik menjadi USD0,0092 dari USD0,0043.
Dari sisi neraca, jumlah liabilitas per 30 September 2026 tercatat USd155,79 juta, melonjak sekitar delapan kali lipat dari USD19,42 juta pada akhir 2025. Liabilitas jangka pendek mencapai USD22,48 juta, sementara liabilitas jangka panjang menggelembung menjadi USD133,32 juta dari USD9,20 juta. Lonjakan itu didominasi pinjaman bank jangka panjang neto USD84,12 juta, ditambah sukuk wakalah USD27,50 juta, utang obligasi USD16,49 juta, dan pinjaman bank jangka panjang lain USD5,11 juta. Pinjaman bank yang jatuh tempo dalam setahun tercatat USD16,45 juta.
Seiring itu, jumlah aset melesat 212% menjadi USD237,38 juta dari USD76,02 juta. Pendorong utamanya adalah investasi pada entitas asosiasi yang membengkak menjadi USD130,12 juta dari USD7,54 juta, dengan investasi pada Husky-CNOOC Madura Limited (HCML) senilai USD121,84 juta. Kas dan setara kas naik 115% menjadi USD53,39 juta, ditambah kas di bank dan deposito yang dibatasi penggunaannya sebesar USD8,91 juta. Adapun ekuitas naik 44% menjadi USD81,58 juta dari USD56,60 juta. (end)
Laporan keuangan perseroan Selasa menyebutkan, beban pokok pendapatan justru menyusut 13,4% menjadi USD16,59 juta dari USD19,14 juta. Kombinasi pendapatan yang naik dan beban yang turun mendorong laba bruto melonjak 28,4% menjadi USD23,72 juta. Beban umum dan administrasi membengkak sekitar tiga kali lipat menjadi USD2,99 juta, terutama karena kenaikan gaji dan kesejahteraan karyawan menjadi USD1,46 juta serta jasa profesional dan konsultan yang naik menjadi USD764.696.
Tekanan lain datang dari beban keuangan yang melonjak menjadi USD4,95 juta dari USD1,10 juta, sejalan dengan bertambahnya pinjaman, obligasi, dan sukuk. Meski begitu, pendapatan bunga naik menjadi USD804.343 dan perseroan mencatat laba selisih kurs USD1,96 juta, berbalik dari rugi USD441.279 setahun sebelumnya. Perseroan juga mengakui keuntungan dari pembelian dengan diskon sebesar USD3,91 juta, pos yang tidak ada pada periode pembanding.
Penopang terbesar kinerja adalah bagian laba entitas asosiasi yang meroket menjadi USD19,24 juta dari USD4,32 juta. Dengan dukungan itu, laba sebelum pajak penghasilan naik 103% menjadi USD41,73 juta. Setelah beban pajak USD9,60 juta, laba periode berjalan mencapai USD32,12 juta, melonjak 171% dari US$11,85 juta. Laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar USD25,09 juta, naik 113%, sedangkan kepentingan nonpengendali menyumbang USD7,04 juta, jauh di atas USD87.909 pada tahun lalu. Laba per saham dasar naik menjadi USD0,0092 dari USD0,0043.
Dari sisi neraca, jumlah liabilitas per 30 September 2026 tercatat USd155,79 juta, melonjak sekitar delapan kali lipat dari USD19,42 juta pada akhir 2025. Liabilitas jangka pendek mencapai USD22,48 juta, sementara liabilitas jangka panjang menggelembung menjadi USD133,32 juta dari USD9,20 juta. Lonjakan itu didominasi pinjaman bank jangka panjang neto USD84,12 juta, ditambah sukuk wakalah USD27,50 juta, utang obligasi USD16,49 juta, dan pinjaman bank jangka panjang lain USD5,11 juta. Pinjaman bank yang jatuh tempo dalam setahun tercatat USD16,45 juta.
Seiring itu, jumlah aset melesat 212% menjadi USD237,38 juta dari USD76,02 juta. Pendorong utamanya adalah investasi pada entitas asosiasi yang membengkak menjadi USD130,12 juta dari USD7,54 juta, dengan investasi pada Husky-CNOOC Madura Limited (HCML) senilai USD121,84 juta. Kas dan setara kas naik 115% menjadi USD53,39 juta, ditambah kas di bank dan deposito yang dibatasi penggunaannya sebesar USD8,91 juta. Adapun ekuitas naik 44% menjadi USD81,58 juta dari USD56,60 juta. (end)

