Kembali
PENDAPATAN HERMINA TUMBUH 4,4% HINGGA PERIODE SEPTEMBER 2026
PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL) mencatat pendapatan neto sebesar Rp5,52 triliun hingga 30 September 2026, naik 4,44% dibandingkan Rp5,29 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Berdasarkan laporan keuangan interim konsolidasian yang tidak diaudit, Rabu, beban pokok pendapatan meningkat menjadi Rp3,63 triliun dari Rp3,44 triliun. Dengan demikian, laba bruto perseroan naik menjadi Rp1,89 triliun dari Rp1,85 triliun.
Beban usaha tercatat sebesar Rp1,23 triliun, meningkat dibandingkan Rp1,12 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, penghasilan lain-lain neto mencapai Rp20,14 miliar, naik dari Rp18,62 miliar.
Laba usaha perseroan turun menjadi Rp689,55 miliar dari Rp751,10 miliar. Biaya keuangan dan administrasi bank tercatat sebesar Rp174,75 miliar, sedangkan penghasilan keuangan mencapai Rp7,87 miliar.
Laba sebelum beban pajak penghasilan tercatat sebesar Rp522,67 miliar, turun dari Rp590,68 miliar. Setelah dikurangi beban pajak penghasilan neto sebesar Rp132,34 miliar.
Laba neto yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp303,32 miliar, turun dari Rp356,02 miliar. Sementara itu, laba per saham tercatat sebesar Rp19,84, dibandingkan Rp23,67 pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Dari sisi posisi keuangan, total aset perseroan per 30 September 2026 mencapai Rp12,28 triliun, meningkat dibandingkan Rp11,89 triliun pada 31 Desember 2025. Total liabilitas tercatat sebesar Rp5,10 triliun, naik dari Rp4,68 triliun pada akhir 2025. (end)
Berdasarkan laporan keuangan interim konsolidasian yang tidak diaudit, Rabu, beban pokok pendapatan meningkat menjadi Rp3,63 triliun dari Rp3,44 triliun. Dengan demikian, laba bruto perseroan naik menjadi Rp1,89 triliun dari Rp1,85 triliun.
Beban usaha tercatat sebesar Rp1,23 triliun, meningkat dibandingkan Rp1,12 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, penghasilan lain-lain neto mencapai Rp20,14 miliar, naik dari Rp18,62 miliar.
Laba usaha perseroan turun menjadi Rp689,55 miliar dari Rp751,10 miliar. Biaya keuangan dan administrasi bank tercatat sebesar Rp174,75 miliar, sedangkan penghasilan keuangan mencapai Rp7,87 miliar.
Laba sebelum beban pajak penghasilan tercatat sebesar Rp522,67 miliar, turun dari Rp590,68 miliar. Setelah dikurangi beban pajak penghasilan neto sebesar Rp132,34 miliar.
Laba neto yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp303,32 miliar, turun dari Rp356,02 miliar. Sementara itu, laba per saham tercatat sebesar Rp19,84, dibandingkan Rp23,67 pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Dari sisi posisi keuangan, total aset perseroan per 30 September 2026 mencapai Rp12,28 triliun, meningkat dibandingkan Rp11,89 triliun pada 31 Desember 2025. Total liabilitas tercatat sebesar Rp5,10 triliun, naik dari Rp4,68 triliun pada akhir 2025. (end)

