Kembali
PENDAPATAN ARKORA HYDRO Rp244,97 MILIAR HINGGA SEPTEMBER 2026
PT Arkora Hydro Tbk (ARKO) membukukan pendapatan sebesar Rp244,97 miliar hingga 30 September 2026. Pendapatan tersebut turun tipis 0,99% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp247,44 miliar.
Seiring penurunan pendapatan, beban pokok pendapatan perseroan juga turun menjadi Rp152,98 miliar dari Rp158,13 miliar. Dengan demikian, laba kotor ARKO meningkat menjadi Rp92 miliar dibandingkan Rp89,30 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Beban umum dan administrasi tercatat sebesar Rp46,02 miliar, meningkat dari Rp38,87 miliar. Sementara itu, beban keuangan naik menjadi Rp55,20 miliar dari Rp52,07 miliar. Perseroan juga membukukan penghasilan keuangan sebesar Rp67,39 miliar, meningkat dari Rp58,93 miliar.
Setelah memperhitungkan keuntungan selisih kurs neto sebesar Rp3,12 miliar dan keuntungan lain-lain neto Rp3,11 miliar, laba sebelum pajak tercatat sebesar Rp64,39 miliar, naik dari Rp58,09 miliar.
Perseroan membukukan laba bersih periode berjalan sebesar Rp56,61 miliar hingga September 2026, meningkat 18,67% dibandingkan Rp47,70 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp56,62 miliar, dibandingkan Rp47,68 miliar.
Dari sisi posisi keuangan, total liabilitas ARKO per 30 September 2026 tercatat sebesar Rp1,51 triliun, meningkat dibandingkan Rp1,18 triliun pada 31 Desember 2025. Sementara itu, total aset mencapai Rp2,07 triliun, naik dari Rp1,70 triliun pada akhir 2025. (end)
Seiring penurunan pendapatan, beban pokok pendapatan perseroan juga turun menjadi Rp152,98 miliar dari Rp158,13 miliar. Dengan demikian, laba kotor ARKO meningkat menjadi Rp92 miliar dibandingkan Rp89,30 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Beban umum dan administrasi tercatat sebesar Rp46,02 miliar, meningkat dari Rp38,87 miliar. Sementara itu, beban keuangan naik menjadi Rp55,20 miliar dari Rp52,07 miliar. Perseroan juga membukukan penghasilan keuangan sebesar Rp67,39 miliar, meningkat dari Rp58,93 miliar.
Setelah memperhitungkan keuntungan selisih kurs neto sebesar Rp3,12 miliar dan keuntungan lain-lain neto Rp3,11 miliar, laba sebelum pajak tercatat sebesar Rp64,39 miliar, naik dari Rp58,09 miliar.
Perseroan membukukan laba bersih periode berjalan sebesar Rp56,61 miliar hingga September 2026, meningkat 18,67% dibandingkan Rp47,70 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp56,62 miliar, dibandingkan Rp47,68 miliar.
Dari sisi posisi keuangan, total liabilitas ARKO per 30 September 2026 tercatat sebesar Rp1,51 triliun, meningkat dibandingkan Rp1,18 triliun pada 31 Desember 2025. Sementara itu, total aset mencapai Rp2,07 triliun, naik dari Rp1,70 triliun pada akhir 2025. (end)

