Kembali
PTBA PERKUAT KAPASITAS PERENCANAAN DESA DAN KELURAHAN MELALUI WORKSHOP KOLABORATIF
PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA), anggota Holding Industri Pertambangan MIND ID, menggelar Workshop Penguatan Kapasitas Perencanaan Desa/Kelurahan Ring 1 di Diklat PTBA, Tanjung Enim, Selasa (27/10/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kemampuan pemerintah desa dan kelurahan dalam menyusun perencanaan pembangunan yang partisipatif, terukur, dan berkelanjutan.
Corporate Secretary PTBA, Eko Prayitno, menyampaikan bahwa kinerja perusahaan tidak hanya diukur dari aspek keuangan dan operasional, tetapi juga dari kualitas pelayanan serta kontribusi bagi masyarakat.
"Kinerja keuangan yang sehat dan operasional yang berkelanjutan perlu diimbangi dengan pelayanan berkualitas kepada masyarakat. Melalui program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) yang terencana dan berbasis kebutuhan, PTBA berupaya menciptakan manfaat nyata serta nilai tambah jangka panjang bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional," jelas Eko.
Workshop diikuti perwakilan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Muara Enim, Pemerintah Kecamatan Lawang Kidul, Polsek Lawang Kidul, Koramil 404-05 Tanjung Enim, serta pemerintah desa se-Kecamatan Lawang Kidul.
Pada kesempatan tersebut, PTBA dan Pemerintah Kecamatan Lawang Kidul menandatangani Nota Kesepahaman tentang Penguatan Program PPM yang Inklusif dan Berkelanjutan. Kesepakatan ini mencakup bidang pendidikan, kesehatan, kemandirian ekonomi, sosial budaya, pengelolaan lingkungan, serta pembangunan infrastruktur penunjang PPM.
Materi workshop mencakup prinsip keberlanjutan dan perencanaan pembangunan desa, dipandu oleh Sustainability Planning & Documentation Section Head PTBA, Ajeng Biantari, serta Yayasan Pusat Kegiatan Kepemudaan FISIP Universitas Indonesia (PUSKAMUDA) yang dipimpin Dr. Rissalwan Habdy Lubis.
Peserta mempelajari tahapan perencanaan desa, mulai dari RPJMDes, RKPDes, DU-RKPDes hingga APBDes, untuk periode 2026-2028. Peserta kelurahan juga mendapatkan pemahaman mengenai mekanisme musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang).
Selain itu, peserta mengikuti simulasi kerja sama dan co-financing untuk mengidentifikasi peluang sinergi pendanaan melalui APBDes/APBD, CSR, dan kemitraan dengan pihak ketiga, dengan memperhatikan prinsip akuntabilitas. Melalui sesi coaching clinic yang dipandu Aqil Wilda Arief, M.Kesos., peserta juga menyusun usulan pembangunan sesuai kebutuhan wilayah, termasuk identifikasi masalah, rencana kegiatan, OPD tujuan, estimasi biaya, dan keterkaitan dengan SDGs Desa.
Melalui kegiatan ini, PTBA mendorong penyusunan program pembangunan yang lebih tepat sasaran dan akuntabel, sekaligus memperkuat kolaborasi pendanaan antara perusahaan dan pemerintah. Inisiatif ini menjadi bagian dari komitmen PTBA dalam menyelaraskan kinerja bisnis, keberlanjutan operasional, dan kualitas pelayanan untuk mendukung kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan. (end)
Corporate Secretary PTBA, Eko Prayitno, menyampaikan bahwa kinerja perusahaan tidak hanya diukur dari aspek keuangan dan operasional, tetapi juga dari kualitas pelayanan serta kontribusi bagi masyarakat.
"Kinerja keuangan yang sehat dan operasional yang berkelanjutan perlu diimbangi dengan pelayanan berkualitas kepada masyarakat. Melalui program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) yang terencana dan berbasis kebutuhan, PTBA berupaya menciptakan manfaat nyata serta nilai tambah jangka panjang bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional," jelas Eko.
Workshop diikuti perwakilan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Muara Enim, Pemerintah Kecamatan Lawang Kidul, Polsek Lawang Kidul, Koramil 404-05 Tanjung Enim, serta pemerintah desa se-Kecamatan Lawang Kidul.
Pada kesempatan tersebut, PTBA dan Pemerintah Kecamatan Lawang Kidul menandatangani Nota Kesepahaman tentang Penguatan Program PPM yang Inklusif dan Berkelanjutan. Kesepakatan ini mencakup bidang pendidikan, kesehatan, kemandirian ekonomi, sosial budaya, pengelolaan lingkungan, serta pembangunan infrastruktur penunjang PPM.
Materi workshop mencakup prinsip keberlanjutan dan perencanaan pembangunan desa, dipandu oleh Sustainability Planning & Documentation Section Head PTBA, Ajeng Biantari, serta Yayasan Pusat Kegiatan Kepemudaan FISIP Universitas Indonesia (PUSKAMUDA) yang dipimpin Dr. Rissalwan Habdy Lubis.
Peserta mempelajari tahapan perencanaan desa, mulai dari RPJMDes, RKPDes, DU-RKPDes hingga APBDes, untuk periode 2026-2028. Peserta kelurahan juga mendapatkan pemahaman mengenai mekanisme musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang).
Selain itu, peserta mengikuti simulasi kerja sama dan co-financing untuk mengidentifikasi peluang sinergi pendanaan melalui APBDes/APBD, CSR, dan kemitraan dengan pihak ketiga, dengan memperhatikan prinsip akuntabilitas. Melalui sesi coaching clinic yang dipandu Aqil Wilda Arief, M.Kesos., peserta juga menyusun usulan pembangunan sesuai kebutuhan wilayah, termasuk identifikasi masalah, rencana kegiatan, OPD tujuan, estimasi biaya, dan keterkaitan dengan SDGs Desa.
Melalui kegiatan ini, PTBA mendorong penyusunan program pembangunan yang lebih tepat sasaran dan akuntabel, sekaligus memperkuat kolaborasi pendanaan antara perusahaan dan pemerintah. Inisiatif ini menjadi bagian dari komitmen PTBA dalam menyelaraskan kinerja bisnis, keberlanjutan operasional, dan kualitas pelayanan untuk mendukung kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan. (end)

