Kembali
DSNG LANJUTKAN TREN PERTUMBUHAN PADA KUARTAL III 2026
PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG atau Perseroan) melanjutkan tren pertumbuhan pada kuartal III 2026. Perseroan mencatatkan laba sebesar Rp1,4 triliun, naik 9,8% secara tahunan (year-on-year/YoY), dengan pendapatan mencapai Rp9,1 triliun, meningkat 1,8% YoY. Segmen kelapa sawit tetap menjadi kontributor utama laba Perseroan, dengan kontribusi sebesar Rp8 triliun atau sekitar 88% dari total pendapatan.
"Kinerja positif pada kuartal ini banyak didukung oleh peningkatan harga jual rata-rata di hampir seluruh segmen bisnis, terutama produk-produk kelapa sawit. Selain itu, kebijakan deleveraging Perseroan turut memberikan kontribusi positif terhadap laba dengan semakin turunnya biaya keuangan ," jelas Andrianto Oetomo, Direktur Utama PT Dharma Satya Nusantara Tbk dalam keterangan Jumat.
Di tengah fenomena El-Nino yang saat ini melanda Indonesia, khususnya di Kalimantan, perkebunan Perseroan ikut terdampak dengan menurunnya volume produksi tandan buah segar (TBS) . Produksi TBS pada kuartal III tercatat mengalami penurunan sebesar 5.7% QoQ dari kuartal sebelumnya, sedangkan total produksi TBS hingga kuartal III sebesar 1,5 juta ton mengalami penurunan 4,3% YoY dibandingkan tahun lalu. Sementara itu, volume produksi minyak kelapa sawit mentah ( crude palm oil/CPO) mencapai 451 ribu ton, turun 1,5% YoY, dan volume produksi inti sawit (palm kernel/PK) tercatat sebesar 85 ribu ton, turun 1% YoY.
Hingga kuartal III 2026, Perseroan juga mencatatkan peningkatan oil extraction rate (OER) menjadi 23,73%. Kualitas CPO tetap terjaga, tercermin dari penurunan kadar asam lemak bebas ( free fatty acid/FFA) menjadi 2,95%, dibandingkan 3,03% pada periode yang sama tahun sebelumnya. Kada r FFA ini mencerminkan kualitas CPO DSNG tetap premium.
Pada segmen produk kayu, harga jual rata-rata yang baik belum sepenuhnya memberikan dampak signifikan terhadap kontribusi pendapatan Perseroan, seiring volume penjualan yang masih terbatas, khususnya pada produk engineered flooring . Kondisi pasar di Eropa dan Amerika Utara yang masih lesu menyebabkan penyerapan produk engineered flooring belum optimal. Di sisi lain, pasar Asia menunjukkan pemulihan secara bertahap, tercermin dari peningkatan volume penjualan produk panel kayu dari waktu ke waktu.
Sementara itu, pada segmen energi terbarukan, volume penjualan pelet kayu ( wood pellet ) meningkat 34% YoY yang juga diikuti dengan peningkatan h arga jual rata-rata sebesar 3% YoY. Perkembangan ini mendukung peningkatan kontribusi segmen energi terbarukan terhadap kinerja Grup Perseroan. (end)
"Kinerja positif pada kuartal ini banyak didukung oleh peningkatan harga jual rata-rata di hampir seluruh segmen bisnis, terutama produk-produk kelapa sawit. Selain itu, kebijakan deleveraging Perseroan turut memberikan kontribusi positif terhadap laba dengan semakin turunnya biaya keuangan ," jelas Andrianto Oetomo, Direktur Utama PT Dharma Satya Nusantara Tbk dalam keterangan Jumat.
Di tengah fenomena El-Nino yang saat ini melanda Indonesia, khususnya di Kalimantan, perkebunan Perseroan ikut terdampak dengan menurunnya volume produksi tandan buah segar (TBS) . Produksi TBS pada kuartal III tercatat mengalami penurunan sebesar 5.7% QoQ dari kuartal sebelumnya, sedangkan total produksi TBS hingga kuartal III sebesar 1,5 juta ton mengalami penurunan 4,3% YoY dibandingkan tahun lalu. Sementara itu, volume produksi minyak kelapa sawit mentah ( crude palm oil/CPO) mencapai 451 ribu ton, turun 1,5% YoY, dan volume produksi inti sawit (palm kernel/PK) tercatat sebesar 85 ribu ton, turun 1% YoY.
Hingga kuartal III 2026, Perseroan juga mencatatkan peningkatan oil extraction rate (OER) menjadi 23,73%. Kualitas CPO tetap terjaga, tercermin dari penurunan kadar asam lemak bebas ( free fatty acid/FFA) menjadi 2,95%, dibandingkan 3,03% pada periode yang sama tahun sebelumnya. Kada r FFA ini mencerminkan kualitas CPO DSNG tetap premium.
Pada segmen produk kayu, harga jual rata-rata yang baik belum sepenuhnya memberikan dampak signifikan terhadap kontribusi pendapatan Perseroan, seiring volume penjualan yang masih terbatas, khususnya pada produk engineered flooring . Kondisi pasar di Eropa dan Amerika Utara yang masih lesu menyebabkan penyerapan produk engineered flooring belum optimal. Di sisi lain, pasar Asia menunjukkan pemulihan secara bertahap, tercermin dari peningkatan volume penjualan produk panel kayu dari waktu ke waktu.
Sementara itu, pada segmen energi terbarukan, volume penjualan pelet kayu ( wood pellet ) meningkat 34% YoY yang juga diikuti dengan peningkatan h arga jual rata-rata sebesar 3% YoY. Perkembangan ini mendukung peningkatan kontribusi segmen energi terbarukan terhadap kinerja Grup Perseroan. (end)

