Kembali
PANI CATAT PENDAPATAN Rp3,68 TRILIUN HINGGA SEPTEMBER 2026
PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) membukukan pendapatan neto sebesar Rp3,68 triliun hingga 30 September 2026, meningkat 18,93% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp3,09 triliun.
Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian interim, beban pokok pendapatan tercatat sebesar Rp1,07 triliun, dibandingkan Rp1,06 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Dengan demikian, laba bruto PANI mencapai Rp2,60 triliun, naik dari Rp2,03 triliun.
Perseroan mencatat beban penjualan sebesar Rp61,07 miliar dan beban umum dan administrasi Rp249,09 miliar. Selain itu, terdapat bagian atas rugi bersih entitas asosiasi sebesar Rp14,37 miliar, penghasilan keuangan Rp117,55 miliar, serta beban keuangan Rp29,96 miliar.
Setelah memperhitungkan beban pajak final sebesar Rp115,85 miliar dan pos lainnya, PANI membukukan laba sebelum pajak penghasilan sebesar Rp2,24 triliun, meningkat dibandingkan Rp1,62 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Laba periode berjalan tercatat sebesar Rp2,23 triliun, naik 37,34% dari Rp1,62 triliun. Dari jumlah tersebut, laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp1,94 triliun, meningkat dibandingkan Rp791,30 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara laba yang diatribusikan kepada kepentingan nonpengendali tercatat Rp292,34 miliar, dibandingkan Rp835,73 miliar.
Laba per saham dasar dan dilusian juga meningkat menjadi Rp107,03 dari sebelumnya Rp46,86.
Hingga 30 September 2026, total liabilitas PANI tercatat sebesar Rp16,94 triliun, turun dibandingkan posisi 31 Desember 2025 sebesar Rp18,92 triliun. Sementara total aset mencapai Rp51,10 triliun, meningkat dari Rp50,58 triliun pada akhir 2025. (end)
Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian interim, beban pokok pendapatan tercatat sebesar Rp1,07 triliun, dibandingkan Rp1,06 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Dengan demikian, laba bruto PANI mencapai Rp2,60 triliun, naik dari Rp2,03 triliun.
Perseroan mencatat beban penjualan sebesar Rp61,07 miliar dan beban umum dan administrasi Rp249,09 miliar. Selain itu, terdapat bagian atas rugi bersih entitas asosiasi sebesar Rp14,37 miliar, penghasilan keuangan Rp117,55 miliar, serta beban keuangan Rp29,96 miliar.
Setelah memperhitungkan beban pajak final sebesar Rp115,85 miliar dan pos lainnya, PANI membukukan laba sebelum pajak penghasilan sebesar Rp2,24 triliun, meningkat dibandingkan Rp1,62 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Laba periode berjalan tercatat sebesar Rp2,23 triliun, naik 37,34% dari Rp1,62 triliun. Dari jumlah tersebut, laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp1,94 triliun, meningkat dibandingkan Rp791,30 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara laba yang diatribusikan kepada kepentingan nonpengendali tercatat Rp292,34 miliar, dibandingkan Rp835,73 miliar.
Laba per saham dasar dan dilusian juga meningkat menjadi Rp107,03 dari sebelumnya Rp46,86.
Hingga 30 September 2026, total liabilitas PANI tercatat sebesar Rp16,94 triliun, turun dibandingkan posisi 31 Desember 2025 sebesar Rp18,92 triliun. Sementara total aset mencapai Rp51,10 triliun, meningkat dari Rp50,58 triliun pada akhir 2025. (end)

