Kembali
APLN SEGERA BUKA PUSAT PERBELANJAAN PREMIUM PERTAMA DI KALIMANTAN
Di tengah dinamika industri properti nasional, PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) terus menunjukkan kelihaiannya dalam mengelola dan mengoptimalkan portofolio aset perusahaan.
Penjualan aset matang seperti Deli Park Medan pada Kuartal I 2026 menjadi salah satu strategi utama APLN untuk menjaga keseimbangan bisnis sekaligus memberikan pengembalian (return) optimal jangka panjang.
Langkah strategis ini diiringi dengan ekspansi pembangunan aset baru yang berdaya saing tinggi. APLN dijadwalkan akan melaksanakan soft opening Central Park Borneo Bay di Balikpapan pada 12 November 2026 mendatang. Proyek prestisius ini diproyeksikan sebagai pusat perbelanjaan premium pertama di wilayah Kalimantan.
Corporate Secretary APLN, Justini Omas, menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari upaya berkelanjutan perusahaan agar optimalisasi aset berjalan beriringan dengan ekspansi bisnis. Melalui strategi selektif ini, komposisi portofolio perusahaan termasuk perolehan recurring revenues (pendapatan berulang) sebesar Rp894,1 miliar hingga September 2026 dapat terus dijaga agar memberikan kontribusi optimal bagi keberlanjutan bisnis. (end)
Penjualan aset matang seperti Deli Park Medan pada Kuartal I 2026 menjadi salah satu strategi utama APLN untuk menjaga keseimbangan bisnis sekaligus memberikan pengembalian (return) optimal jangka panjang.
Langkah strategis ini diiringi dengan ekspansi pembangunan aset baru yang berdaya saing tinggi. APLN dijadwalkan akan melaksanakan soft opening Central Park Borneo Bay di Balikpapan pada 12 November 2026 mendatang. Proyek prestisius ini diproyeksikan sebagai pusat perbelanjaan premium pertama di wilayah Kalimantan.
Corporate Secretary APLN, Justini Omas, menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari upaya berkelanjutan perusahaan agar optimalisasi aset berjalan beriringan dengan ekspansi bisnis. Melalui strategi selektif ini, komposisi portofolio perusahaan termasuk perolehan recurring revenues (pendapatan berulang) sebesar Rp894,1 miliar hingga September 2026 dapat terus dijaga agar memberikan kontribusi optimal bagi keberlanjutan bisnis. (end)

