Kembali
OJK : PEMBUKAAN AKUN KEUANGAN PADA BIK 2026 CAPAI 27,73 JUTA
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan pelaksanaan Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2026 mencatatkan capaian perluasan akses masyarakat terhadap produk dan layanan jasa keuangan dengan total pembukaan 27,73 juta rekening atau akun.
Jumlah tersebut terdiri atas 7,21 juta rekening perbankan, 2,07 juta rekening pasar modal, 5,38 juta polis asuransi, 2,07 juta rekening perusahaan pembiayaan, 4,63 juta rekening pegadaian, serta 5,87 juta akun fintech.
Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK Dicky Kartikoyono dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Jumat, menegaskan bahwa perluasan akses keuangan harus berjalan seiring dengan peningkatan literasi dan kepercayaan masyarakat terhadap industri jasa keuangan.
Dengan begitu, langkah perluasan akses keuangan tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kesejahteraan dan ketahanan keuangan keluarga.
"Industri keuangan itu kuncinya cuma satu, kalau masyarakat percaya," kata Dicky.
Menurut dia, kepercayaan masyarakat merupakan fondasi penting bagi keberlangsungan industri jasa keuangan.
Oleh karena itu, OJK terus mendorong industri untuk menghadirkan produk dan layanan yang transparan, bertanggung jawab, serta sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan masyarakat.
Berdasarkan catatan OJK, pelaksanaan Bulan Inklusi Keuangan tak hanya mencatatkan capaian perluasan akses melainkan juga literasi dan inklusi keuangan sebanyak 6.446 kegiatan yang menjangkau lebih dari 798 ribu peserta di seluruh Indonesia sepanjang Oktober 2026.
OJK menyampaikan, Bulan Inklusi Keuangan 2026 turut mengedepankan pemerataan akses keuangan dengan menjangkau masyarakat di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta berbagai kelompok prioritas, antara lain perempuan, pelajar dan pemuda, pelaku UMKM, pekerja sektor informal, petani dan nelayan, penyandang disabilitas, serta masyarakat perdesaan.
Dicky juga menekankan pentingnya mengarahkan berbagai program literasi dan inklusi keuangan pada tujuan yang lebih luas, yaitu meningkatkan kesejahteraan keuangan keluarga. (end/ant)
Jumlah tersebut terdiri atas 7,21 juta rekening perbankan, 2,07 juta rekening pasar modal, 5,38 juta polis asuransi, 2,07 juta rekening perusahaan pembiayaan, 4,63 juta rekening pegadaian, serta 5,87 juta akun fintech.
Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK Dicky Kartikoyono dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Jumat, menegaskan bahwa perluasan akses keuangan harus berjalan seiring dengan peningkatan literasi dan kepercayaan masyarakat terhadap industri jasa keuangan.
Dengan begitu, langkah perluasan akses keuangan tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kesejahteraan dan ketahanan keuangan keluarga.
"Industri keuangan itu kuncinya cuma satu, kalau masyarakat percaya," kata Dicky.
Menurut dia, kepercayaan masyarakat merupakan fondasi penting bagi keberlangsungan industri jasa keuangan.
Oleh karena itu, OJK terus mendorong industri untuk menghadirkan produk dan layanan yang transparan, bertanggung jawab, serta sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan masyarakat.
Berdasarkan catatan OJK, pelaksanaan Bulan Inklusi Keuangan tak hanya mencatatkan capaian perluasan akses melainkan juga literasi dan inklusi keuangan sebanyak 6.446 kegiatan yang menjangkau lebih dari 798 ribu peserta di seluruh Indonesia sepanjang Oktober 2026.
OJK menyampaikan, Bulan Inklusi Keuangan 2026 turut mengedepankan pemerataan akses keuangan dengan menjangkau masyarakat di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta berbagai kelompok prioritas, antara lain perempuan, pelajar dan pemuda, pelaku UMKM, pekerja sektor informal, petani dan nelayan, penyandang disabilitas, serta masyarakat perdesaan.
Dicky juga menekankan pentingnya mengarahkan berbagai program literasi dan inklusi keuangan pada tujuan yang lebih luas, yaitu meningkatkan kesejahteraan keuangan keluarga. (end/ant)

