Kembali
TBS CATAT PENINGKATAN PROFITABILITAS PADA KINERJA HINGGA SEPTEMBER 2026
PT TBS Energi Utama Tbk ( TOBA), perusahaan yang sedang dalam transisi menuju pengembang infrastruktur berkelanjutan di Asia, pada hari ini mengumumkan kinerja keuangan dan operasionalnya pada dan untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada 30 September 2026 (9M2026). Perseroan mencatatkan pertumbuhan 105% pada laba kotor dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya (year-on-year), serta perbaikan 72% pada rugi bersih.
Perseroan juga mencatatkan pertumbuhan 39% year-on-year pada laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi yang telah disesuaikan (BITDA yang disesuaikan). Peningkatan profitabilitas tersebut membuktikan transformasi strategis Perseroan telah menghasilkan pendapatan dengan kualitas yang lebih tinggi sebagaimana yang direncanakan, di mana tiga bisnis infrastruktur berkelanjutan Perseroan berkontribusi kepada sebagian besar dari pendapatan dan EBITDA yang disesuaikan Perseroan.
Juli Oktarina, Direktur dan Chief Financial Officer TBS, menjelaskan, "Pada sembilan bulan pertama tahun 2026, TBS terus membuktikan bahwa transformasi yang sedang dijalankannya menghasilkan pendapatan yang berkualitas. Meskipun terdapat berbagai tantangan, kami bangga telah dapat mencatatkan peningkatan pada laba kotor serta EBITDA yang disesuaikan serta penyusutan rugi bersih, yang menunjukkan kami mulai menuai imbal hasil finansial dari transisi yang sedang berjalan. Kami tetap berkomitmen untuk melanjutkan transformasi kami seiring terus memperbesar bisnis infrastruktur berkelanjutan kami di Indonesia dan kawasan Asia, sementara pada saat yang sama, tetap mengelola bisnis legacy kami secara bertanggung jawab."
Perseroan mencatatkan pendapatan konsolidasian 9M2026 sebesar US$257,3 juta, lebih rendah 11% dibandingkan tahun sebelumnya, dikarenakan penurunan pendapatan dari bisnis legacy Perseroan. Walau demikian, laba kotor tumbuh 105% year-on-year, mencapai US$45,2 juta. Margin laba kotor tumbuh lebih dari dua kali lipat pada 18%, dibandingkan dengan 8% pada tahun sebelumnya.
Terkait dengan profitabilitas, TBS mencatatkan rugi bersih konsolidasian sebesar US$35,4 juta pada 9M2026, menyusut 72% dibandingkan dengan tahun sebelumnya yaitu sebesar US$127,9 juta. Perbaikan profitabilitas ini disebabkan Perseroan tidak lagi mencatatkan rugi dari divestasi bisnis pembangkit listrik tenaga batu bara yang merupakan beban sewaktu, tidak berulang, dan non-kas, yang dibukukan pada tahun 2025. Rugi bersih pada periode ini mencakup beban yang terkait dengan akuisisi yang dilakukan Perseroan terhadap Cora Environment Pte. Ltd. (Cora), di mana sebagian besarnya terdiri dari beban terkait depresiasi dan amortisasi yang merupakan beban non-kas.
Rugi bersih tersebut juga termasuk beban sewaktu terkait refinancing terhadap pinjaman senior dari entitas-entitas bisnis pengelolaan limbah Perseroan, yang dilakukan untuk menurunkan biaya modal serta meningkatkan struktur permodalan Perseroan. Rugi bersih yang dicatatkan pada saat ini sejalan dengan ekspektasi manajemen Perseroan sebagai bagian dari transisi yang sedang berlangsung dari bisnis legacy menuju bisnis infrastruktur berkelanjutannya.
TBS juga mencatatkan EBITDA konsolidasian yang disesuaikan sebesar US$44,4 juta pada 9M2026, tumbuh 39% year-on-year. EBITDA yang disesuaikan ini mengecualikan beban pendanaan akuisisi bisnis dan beban-beban terkait depresiasi dan amortisasi. Margin EBITDA yang disesuaikan pada periode ini adalah sebesar 17%, tumbuh enam poin persentase dibandingkan tahun sebelumnya.
Bisnis infrastruktur berkelanjutan TBS tetap menjadi kontributor utama bagi pendapatan dan profitabilitas TBS secara keseluruhan. Bisnis pengelolaan limbah dan kendaraan listrik TBS secara kolektif berkontribusi 66% kepada pendapatan konsolidasian Perseroan dan 71% pada EBITDA yang disesuaikan. Hasil ini terus membuktikan transisi TBS dari bisnis legacy-nya menghasilkan bauran pendapatan dan profitabilitas baru dengan struktur pendapatan yang berkualitas, stabil, dan berkelanjutan.
Terkait dengan arus kas, Perseroan mencatatkan arus kas dari aktivitas operasi sebesar US$20,3 juta, membalikkan arus kas dari aktivitas operasi yang negatif pada periode yang sama di tahun sebelumnya. (end)
Perseroan juga mencatatkan pertumbuhan 39% year-on-year pada laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi yang telah disesuaikan (BITDA yang disesuaikan). Peningkatan profitabilitas tersebut membuktikan transformasi strategis Perseroan telah menghasilkan pendapatan dengan kualitas yang lebih tinggi sebagaimana yang direncanakan, di mana tiga bisnis infrastruktur berkelanjutan Perseroan berkontribusi kepada sebagian besar dari pendapatan dan EBITDA yang disesuaikan Perseroan.
Juli Oktarina, Direktur dan Chief Financial Officer TBS, menjelaskan, "Pada sembilan bulan pertama tahun 2026, TBS terus membuktikan bahwa transformasi yang sedang dijalankannya menghasilkan pendapatan yang berkualitas. Meskipun terdapat berbagai tantangan, kami bangga telah dapat mencatatkan peningkatan pada laba kotor serta EBITDA yang disesuaikan serta penyusutan rugi bersih, yang menunjukkan kami mulai menuai imbal hasil finansial dari transisi yang sedang berjalan. Kami tetap berkomitmen untuk melanjutkan transformasi kami seiring terus memperbesar bisnis infrastruktur berkelanjutan kami di Indonesia dan kawasan Asia, sementara pada saat yang sama, tetap mengelola bisnis legacy kami secara bertanggung jawab."
Perseroan mencatatkan pendapatan konsolidasian 9M2026 sebesar US$257,3 juta, lebih rendah 11% dibandingkan tahun sebelumnya, dikarenakan penurunan pendapatan dari bisnis legacy Perseroan. Walau demikian, laba kotor tumbuh 105% year-on-year, mencapai US$45,2 juta. Margin laba kotor tumbuh lebih dari dua kali lipat pada 18%, dibandingkan dengan 8% pada tahun sebelumnya.
Terkait dengan profitabilitas, TBS mencatatkan rugi bersih konsolidasian sebesar US$35,4 juta pada 9M2026, menyusut 72% dibandingkan dengan tahun sebelumnya yaitu sebesar US$127,9 juta. Perbaikan profitabilitas ini disebabkan Perseroan tidak lagi mencatatkan rugi dari divestasi bisnis pembangkit listrik tenaga batu bara yang merupakan beban sewaktu, tidak berulang, dan non-kas, yang dibukukan pada tahun 2025. Rugi bersih pada periode ini mencakup beban yang terkait dengan akuisisi yang dilakukan Perseroan terhadap Cora Environment Pte. Ltd. (Cora), di mana sebagian besarnya terdiri dari beban terkait depresiasi dan amortisasi yang merupakan beban non-kas.
Rugi bersih tersebut juga termasuk beban sewaktu terkait refinancing terhadap pinjaman senior dari entitas-entitas bisnis pengelolaan limbah Perseroan, yang dilakukan untuk menurunkan biaya modal serta meningkatkan struktur permodalan Perseroan. Rugi bersih yang dicatatkan pada saat ini sejalan dengan ekspektasi manajemen Perseroan sebagai bagian dari transisi yang sedang berlangsung dari bisnis legacy menuju bisnis infrastruktur berkelanjutannya.
TBS juga mencatatkan EBITDA konsolidasian yang disesuaikan sebesar US$44,4 juta pada 9M2026, tumbuh 39% year-on-year. EBITDA yang disesuaikan ini mengecualikan beban pendanaan akuisisi bisnis dan beban-beban terkait depresiasi dan amortisasi. Margin EBITDA yang disesuaikan pada periode ini adalah sebesar 17%, tumbuh enam poin persentase dibandingkan tahun sebelumnya.
Bisnis infrastruktur berkelanjutan TBS tetap menjadi kontributor utama bagi pendapatan dan profitabilitas TBS secara keseluruhan. Bisnis pengelolaan limbah dan kendaraan listrik TBS secara kolektif berkontribusi 66% kepada pendapatan konsolidasian Perseroan dan 71% pada EBITDA yang disesuaikan. Hasil ini terus membuktikan transisi TBS dari bisnis legacy-nya menghasilkan bauran pendapatan dan profitabilitas baru dengan struktur pendapatan yang berkualitas, stabil, dan berkelanjutan.
Terkait dengan arus kas, Perseroan mencatatkan arus kas dari aktivitas operasi sebesar US$20,3 juta, membalikkan arus kas dari aktivitas operasi yang negatif pada periode yang sama di tahun sebelumnya. (end)

