Kembali
CSRA SUSUN STRATEGI BISNIS UNTUK HADAPI 2027
PT Cisadane Sawit Raya Tbk (CSRA) menyiapkan sejumlah strategi bisnis untuk menghadapi 2027. Langkah tersebut mencakup rencana divestasi salah satu anak usaha, pengaktifan entitas bisnis lain, serta penguatan tata kelola dan penerapan prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG).
Perseroan mempertimbangkan divestasi PT Ina Zefanya Ataya yang dinilai kurang efisien. Langkah ini ditujukan untuk menjaga stabilitas operasional sekaligus mengoptimalkan struktur keuangan perusahaan.
Selain itu, CSRA berencana mengaktifkan PT Bintang Kenten Lestari sebagai bagian dari pengembangan bisnis. Langkah tersebut diharapkan dapat menghasilkan pendapatan dan meningkatkan profitabilitas perseroan sejalan dengan strategi pertumbuhan berkelanjutan.
Di sisi lain, CSRA juga akan memperkuat penerapan tata kelola dan prinsip ESG melalui kebijakan No Deforestation, No Peat, and No Exploitation (NDPE), yang mencakup komitmen tanpa deforestasi, tanpa pembukaan lahan gambut, dan tanpa eksploitasi.
Direktur Keuangan dan Pengembangan Strategis CSRA, Seman Sendjaja, mengatakan perseroan optimistis dapat menutup 2026 dengan kinerja positif. Optimisme tersebut didukung tren permintaan global yang dinilai tetap stabil serta prospek harga minyak kelapa sawit mentah atau crude palm oil (CPO) yang relatif kuat.
Menurut Seman, perseroan juga mencatatkan pencapaian penjualan tertinggi sepanjang sejarah bertepatan dengan momentum perayaan ulang tahun ke-43 perusahaan.
"Momentum perayaan ulang tahun ke-43 tersebut hadir bersamaan dengan keberhasilan Perseroan kembali membukukan penjualan tertinggi sepanjang sejarah, mencerminkan kekuatan fundamental bisnis, ketangguhan operasional, serta kemampuan Perseroan dalam menangkap peluang pertumbuhan di tengah dinamika industri," ujar Seman.
Ia mengatakan pencapaian tersebut menjadi pijakan bagi perseroan untuk memasuki tahap pertumbuhan berikutnya. Dengan pengalaman lebih dari empat dekade, CSRA akan melanjutkan upaya peningkatan produktivitas, efisiensi, dan disiplin operasional.
Perseroan juga akan menjalankan investasi strategis untuk mendukung pertumbuhan berkelanjutan dan menciptakan nilai jangka panjang bagi pemegang saham serta pemangku kepentingan.
Seman menambahkan, rekor penjualan tersebut tidak hanya mencerminkan pencapaian kinerja pada periode berjalan, tetapi juga menunjukkan upaya perseroan membangun bisnis yang tangguh dan adaptif.
Melalui berbagai inisiatif strategis tersebut, CSRA menargetkan penguatan fundamental bisnis dan peningkatan daya saing untuk mendukung pertumbuhan perusahaan pada 2027. (end)
Perseroan mempertimbangkan divestasi PT Ina Zefanya Ataya yang dinilai kurang efisien. Langkah ini ditujukan untuk menjaga stabilitas operasional sekaligus mengoptimalkan struktur keuangan perusahaan.
Selain itu, CSRA berencana mengaktifkan PT Bintang Kenten Lestari sebagai bagian dari pengembangan bisnis. Langkah tersebut diharapkan dapat menghasilkan pendapatan dan meningkatkan profitabilitas perseroan sejalan dengan strategi pertumbuhan berkelanjutan.
Di sisi lain, CSRA juga akan memperkuat penerapan tata kelola dan prinsip ESG melalui kebijakan No Deforestation, No Peat, and No Exploitation (NDPE), yang mencakup komitmen tanpa deforestasi, tanpa pembukaan lahan gambut, dan tanpa eksploitasi.
Direktur Keuangan dan Pengembangan Strategis CSRA, Seman Sendjaja, mengatakan perseroan optimistis dapat menutup 2026 dengan kinerja positif. Optimisme tersebut didukung tren permintaan global yang dinilai tetap stabil serta prospek harga minyak kelapa sawit mentah atau crude palm oil (CPO) yang relatif kuat.
Menurut Seman, perseroan juga mencatatkan pencapaian penjualan tertinggi sepanjang sejarah bertepatan dengan momentum perayaan ulang tahun ke-43 perusahaan.
"Momentum perayaan ulang tahun ke-43 tersebut hadir bersamaan dengan keberhasilan Perseroan kembali membukukan penjualan tertinggi sepanjang sejarah, mencerminkan kekuatan fundamental bisnis, ketangguhan operasional, serta kemampuan Perseroan dalam menangkap peluang pertumbuhan di tengah dinamika industri," ujar Seman.
Ia mengatakan pencapaian tersebut menjadi pijakan bagi perseroan untuk memasuki tahap pertumbuhan berikutnya. Dengan pengalaman lebih dari empat dekade, CSRA akan melanjutkan upaya peningkatan produktivitas, efisiensi, dan disiplin operasional.
Perseroan juga akan menjalankan investasi strategis untuk mendukung pertumbuhan berkelanjutan dan menciptakan nilai jangka panjang bagi pemegang saham serta pemangku kepentingan.
Seman menambahkan, rekor penjualan tersebut tidak hanya mencerminkan pencapaian kinerja pada periode berjalan, tetapi juga menunjukkan upaya perseroan membangun bisnis yang tangguh dan adaptif.
Melalui berbagai inisiatif strategis tersebut, CSRA menargetkan penguatan fundamental bisnis dan peningkatan daya saing untuk mendukung pertumbuhan perusahaan pada 2027. (end)

