Kembali
SHELL TUNTASKAN PENGALIHAN KEPEMILIKAN BISNIS SPBU DI INDONESIA
PT Shell Indonesia secara resmi menuntaskan pengalihan kepemilikan bisnis stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Indonesia kepada SEFAS Group.
"Shell telah menyelesaikan pengalihan kepemilikan bisnis Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Indonesia kepada SEFAS Group,"tulis manajemen Shell dari Jakarta, Jumat.
Dengan demikian, bisnis SPBU Shell akan beroperasi melalui PT Isla Energy Indonesia yang saat ini dimiliki oleh SEFAS Group. Terdapat sekitar 200 SPBU Shell di Indonesia dengan lebih dari 160 SPBU di antaranya merupakan milik perusahaan.
Adapun pengalihan kepemilikan SPBU Shell dari PT Shell Indonesia kepada SEFAS Group juga mencakup pengalihan bisnis SPBU, kegiatan pasokan dan distribusi terkait, serta terminal bahan bakar minyak (BBM) di Gresik.
"Berdasarkan perjanjian lisensi merek, merek Shell akan tetap digunakan di seluruh jaringan SPBU PT Isla Energy Indonesia dan konsumen akan terus memiliki akses untuk menggunakan produk bahan bakar minyak (BBM) Shell," tulis manajemen Shell.
Meskipun demikian, pengalihan kepemilikan tersebut tidak mencakup bisnis pelumas Shell.
Pada September 2026, Shell Indonesia secara resmi memulai produksi Pabrik Manufaktur Gemuk (Grease Manufacturing Plant) di Indonesia. Pabrik tersebut memiliki kapasitas produksi hingga 12 kiloton per tahun dan melengkapi Pabrik Pelumas (Lubricants Oil Blending Plant/LOBP) Shell yang telah beroperasi di Marunda, Bekasi, dengan kapasitas produksi 300 juta liter per tahun. (end/ant)
"Shell telah menyelesaikan pengalihan kepemilikan bisnis Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Indonesia kepada SEFAS Group,"tulis manajemen Shell dari Jakarta, Jumat.
Dengan demikian, bisnis SPBU Shell akan beroperasi melalui PT Isla Energy Indonesia yang saat ini dimiliki oleh SEFAS Group. Terdapat sekitar 200 SPBU Shell di Indonesia dengan lebih dari 160 SPBU di antaranya merupakan milik perusahaan.
Adapun pengalihan kepemilikan SPBU Shell dari PT Shell Indonesia kepada SEFAS Group juga mencakup pengalihan bisnis SPBU, kegiatan pasokan dan distribusi terkait, serta terminal bahan bakar minyak (BBM) di Gresik.
"Berdasarkan perjanjian lisensi merek, merek Shell akan tetap digunakan di seluruh jaringan SPBU PT Isla Energy Indonesia dan konsumen akan terus memiliki akses untuk menggunakan produk bahan bakar minyak (BBM) Shell," tulis manajemen Shell.
Meskipun demikian, pengalihan kepemilikan tersebut tidak mencakup bisnis pelumas Shell.
Pada September 2026, Shell Indonesia secara resmi memulai produksi Pabrik Manufaktur Gemuk (Grease Manufacturing Plant) di Indonesia. Pabrik tersebut memiliki kapasitas produksi hingga 12 kiloton per tahun dan melengkapi Pabrik Pelumas (Lubricants Oil Blending Plant/LOBP) Shell yang telah beroperasi di Marunda, Bekasi, dengan kapasitas produksi 300 juta liter per tahun. (end/ant)

