Kembali
LABA BERSIH PANI NAIK 145% MENJADI RP1,9 TRILIUN DI KUARTAL III 2026
PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) merupakan salah satu pengembang properti terkemuka yang berlokasi di kawasan strategis Pantai Indah Kapuk 2 (PIK2), sebuah kota mandiri modern berskala besar yang membentang di kawasan pesisir utara Jakarta hingga Banten. Didukung konektivitas prima menuju Bandara Soekarno-Hatta via Tol KATARAJA, PANI terus berinovasi menghadirkan kawasan hunian dan komersial modern yang adaptif terhadap kebutuhan pasar.
Dalam siaran pers PANI (30/10) Pertumbuhan kawasan yang pesat serta portofolio proyek yang solid menjadikan PANI sebagai pilihan investasi jangka panjang yang menjanjikan, baik bagi investor ritel maupun institusi, lokal hingga mancanegara. PANI mencatatkan kinerja keuangan yang solid sepanjang sembilan bulan pertama tahun 2026.
Pada periode tersebut, PANI telah membukukan pendapatan usaha sebesar Rp3,7 triliun, meningkat 19% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Laba bersih yang diatribusikan kepada entitas induk mencapai Rp1,9 triliun, meningkat 145% YoY. Kinerja keuangan PANI terutama ditopang oleh serah terima lahan komersial (commercial land plots) di kawasan CBD PIK2, yang mencakup sekitar 60% dari total pendapatan perusahaan.
Sementara itu, segmen residensial berkontribusi sebesar 21% terhadap total pendapatan. Serah terima unit pada segmen ini meliputi Manhattan Residence, Rumah Milenial, Permata Hijau Residence, Bukit Nirmala, Pantai Bukit Villa, Pasir Putih Residence, Sapporo Residence, Pasadena Spring, dan Ilona @Pasadena Hills.
Segmen komersial mencatatkan pertumbuhan pendapatan sebesar 8% YoY dengan kontribusi terhadap pendapatan total sebesar 16%. Serah terima produk komersial meliputi SOHO Manhattan, Bizpark PIK2, Rukan Milenial, Rukan Asia Afrika, Rukan Pasadena Walk, Rukan Little Siam, dan Rukan Marina Bay. Serah terima pada segmen residensial maupun komersial seluruhnya mencakup proyek-proyek yang berlokasi di kawasan PIK2, Kabupaten Tangerang, Banten. Sebagai salah satu emiten properti terdepan, kuartal tiga tahun ini total aset PANI konsisten meningkat menjadi Rp51,1 triliun, naik dari posisi Rp50,6 triliun per 31 Desember 2025.
Aset ini menjadi modal utama perseroan dalam mendanai operasional dan kelanjutan mega proyek perkotaan terpadu di kawasan PIK2. Di periode yang sama total liabilitas berhasil ditekan turun menjadi Rp16,9 triliun, lebih rendah sekitar 10,4% dibandingkan posisi akhir tahun 2025 yang sebesar Rp18,9 triliun.
Penurunan kewajiban ini dipicu oleh realisasi serah terima produk properti kepada konsumen yang berjalan lancar.
Di laporan yang sama, PANI mencatat pertumbuhan ekuitas yang kuat. Kenaikan total ekuitas sebesar 8% ditopang oleh kombinasi akumulasi laba bersih berjalan serta realisasi dana segar dari PMTHMETD IV (Private Placement) yang dieksekusi pada akhir Juni 2026. Melalui aksi tersebut, PANI menyerap dana sekitar Rp498 miliar sehingga struktur modal lebih tangguh dan tercermin dari rasio utang terhadap modal (Debt-to-Equity Ratio / DER) PANI menjadi 0.01x dimana jika dibandingkan dengan periode lalu sebesar 0.02x
Saat ini, PANI mengelola total cadangan lahan seluas 1.828 ha melalui 12 entitas anak, dengan total nilai persediaan sebesar Rp38,3 triliun. Didukung hal tersebut, PANI berkomitmen untuk menjaga pertumbuhan yang berkelanjutan dan terus memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan.
Sambutan Jajaran Direksi
Presiden Direktur PANI, Bapak Sugianto Kusuma, menyampaikan beberapa catatan penting seputar kinerja keuangan perusahaan hingga 30 September 2026:
"Kondisi keuangan kuartal tiga cukup solid dan kami terus menjalankan kegiatan usaha secara konsisten, tidak ada perubahan signifikan namun kami berusaha beradaptasi dengan perkembangan pasar dan perubahan kondisi ekonomi yang terjadi. Fokus kami tetap pada pengembangan PIK2 sebagai kawasan terpadu yang dapat mendukung aktivitas ekonomi dan memberikan nilai tambah bagi para pemangku kepentingan".
"Strategi pengembangan PIK2 dilakukan melalui peningkatan konektivitas kawasan melalui Tol KATARAJA yang telah beroperasi parsial sejak tahun lalu serta kehadiran Nusantara International Convention Exhibition (NICE) turut mendorong aktivitas MICE (Meetings, Incentives, Conferences and Exhibitions) di PIK2. Sebagai pengembang kawasan PIK2, kami optimis akan potensi pertumbuhan aktivitas di kawasan PIK2, dan kami lanjutkan pembangunan Hilton Hotel PIK2, hotel bintang lima setinggi 20 lantai dan 271 kamar yang diperkirakan mulai beroperasi pada semester kedua tahun 2027". (end)
Dalam siaran pers PANI (30/10) Pertumbuhan kawasan yang pesat serta portofolio proyek yang solid menjadikan PANI sebagai pilihan investasi jangka panjang yang menjanjikan, baik bagi investor ritel maupun institusi, lokal hingga mancanegara. PANI mencatatkan kinerja keuangan yang solid sepanjang sembilan bulan pertama tahun 2026.
Pada periode tersebut, PANI telah membukukan pendapatan usaha sebesar Rp3,7 triliun, meningkat 19% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Laba bersih yang diatribusikan kepada entitas induk mencapai Rp1,9 triliun, meningkat 145% YoY. Kinerja keuangan PANI terutama ditopang oleh serah terima lahan komersial (commercial land plots) di kawasan CBD PIK2, yang mencakup sekitar 60% dari total pendapatan perusahaan.
Sementara itu, segmen residensial berkontribusi sebesar 21% terhadap total pendapatan. Serah terima unit pada segmen ini meliputi Manhattan Residence, Rumah Milenial, Permata Hijau Residence, Bukit Nirmala, Pantai Bukit Villa, Pasir Putih Residence, Sapporo Residence, Pasadena Spring, dan Ilona @Pasadena Hills.
Segmen komersial mencatatkan pertumbuhan pendapatan sebesar 8% YoY dengan kontribusi terhadap pendapatan total sebesar 16%. Serah terima produk komersial meliputi SOHO Manhattan, Bizpark PIK2, Rukan Milenial, Rukan Asia Afrika, Rukan Pasadena Walk, Rukan Little Siam, dan Rukan Marina Bay. Serah terima pada segmen residensial maupun komersial seluruhnya mencakup proyek-proyek yang berlokasi di kawasan PIK2, Kabupaten Tangerang, Banten. Sebagai salah satu emiten properti terdepan, kuartal tiga tahun ini total aset PANI konsisten meningkat menjadi Rp51,1 triliun, naik dari posisi Rp50,6 triliun per 31 Desember 2025.
Aset ini menjadi modal utama perseroan dalam mendanai operasional dan kelanjutan mega proyek perkotaan terpadu di kawasan PIK2. Di periode yang sama total liabilitas berhasil ditekan turun menjadi Rp16,9 triliun, lebih rendah sekitar 10,4% dibandingkan posisi akhir tahun 2025 yang sebesar Rp18,9 triliun.
Penurunan kewajiban ini dipicu oleh realisasi serah terima produk properti kepada konsumen yang berjalan lancar.
Di laporan yang sama, PANI mencatat pertumbuhan ekuitas yang kuat. Kenaikan total ekuitas sebesar 8% ditopang oleh kombinasi akumulasi laba bersih berjalan serta realisasi dana segar dari PMTHMETD IV (Private Placement) yang dieksekusi pada akhir Juni 2026. Melalui aksi tersebut, PANI menyerap dana sekitar Rp498 miliar sehingga struktur modal lebih tangguh dan tercermin dari rasio utang terhadap modal (Debt-to-Equity Ratio / DER) PANI menjadi 0.01x dimana jika dibandingkan dengan periode lalu sebesar 0.02x
Saat ini, PANI mengelola total cadangan lahan seluas 1.828 ha melalui 12 entitas anak, dengan total nilai persediaan sebesar Rp38,3 triliun. Didukung hal tersebut, PANI berkomitmen untuk menjaga pertumbuhan yang berkelanjutan dan terus memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan.
Sambutan Jajaran Direksi
Presiden Direktur PANI, Bapak Sugianto Kusuma, menyampaikan beberapa catatan penting seputar kinerja keuangan perusahaan hingga 30 September 2026:
"Kondisi keuangan kuartal tiga cukup solid dan kami terus menjalankan kegiatan usaha secara konsisten, tidak ada perubahan signifikan namun kami berusaha beradaptasi dengan perkembangan pasar dan perubahan kondisi ekonomi yang terjadi. Fokus kami tetap pada pengembangan PIK2 sebagai kawasan terpadu yang dapat mendukung aktivitas ekonomi dan memberikan nilai tambah bagi para pemangku kepentingan".
"Strategi pengembangan PIK2 dilakukan melalui peningkatan konektivitas kawasan melalui Tol KATARAJA yang telah beroperasi parsial sejak tahun lalu serta kehadiran Nusantara International Convention Exhibition (NICE) turut mendorong aktivitas MICE (Meetings, Incentives, Conferences and Exhibitions) di PIK2. Sebagai pengembang kawasan PIK2, kami optimis akan potensi pertumbuhan aktivitas di kawasan PIK2, dan kami lanjutkan pembangunan Hilton Hotel PIK2, hotel bintang lima setinggi 20 lantai dan 271 kamar yang diperkirakan mulai beroperasi pada semester kedua tahun 2027". (end)

