Kembali
PENDAPATAN HYGN TUMBUH 21% DI KUARTAL III 2026
PT Ecocare Indo Pasifik Tbk ("HYGN" atau "Perseroan"), penyedia jasa hygiene, sanitasi, dan pengendalian hama terkemuka di Indonesia, hari ini mengumumkan hasil keuangan untuk sembilan bulan yang berakhir pada 30 September 2026 ("9M26").
Dalam siaran pers HYGN (30/10) Perseroan melanjutkan momentum pertumbuhannya dengan mencatat pertumbuhan pendapatan yang merata di ketiga segmen bisnis. Pendapatan tumbuh +21,0% secara tahunan menjadi Rp319,3 miliar, naik dari Rp264,0 miliar pada 9M25. Laba usaha melonjak +61,8% menjadi Rp19,0 miliar, sementara laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemegang saham (PATMI) tumbuh +31,5% menjadi Rp13,9 miliar,mencerminkan berlanjutnya manfaat dari investasi strategis yang dilakukan sepanjang FY25.
Kuartal ketiga menjadi kuartal dengan kinerja terkuat Perseroan sepanjang 2026, dengan pendapatan sebesar Rp110,8 miliar dan PATMI sebesar Rp6,0 miliar
Kinerja Segmen
Pertumbuhan pendapatan bersifat merata di ketiga segmen usaha, memperkuat basis pendapatan Perseroan yang terdiversifikasi.
Jasa Hygiene tetap menjadi kontributor pendapatan terbesar grup, membukukan pendapatan sebesar Rp155,6 miliar naik +19,0% secara tahunan dari Rp130,8 miliar pada 9M25 dan menyumbang sekitar 48,7% dari total pendapatan grup, dibandingkan dengan 49,6% pada 9M25.
Pendapatan pada segmen ini terus mendapatkan pertumbuhan dari kontrak jangka panjang yang berulang dengan klien korporat.
Jasa Kebersihan membukukan pendapatan sebesar Rp110,8 miliar, naik +13,0% secara tahunan dari Rp98,1 miliar pada 9M25, dan menyumbang sekitar 34,7% dari total pendapatan grup, dibandingkan dengan 37,1% pada 9M25. Pertumbuhan yang stabil di segmen ini didorong oleh meningkatnya permintaan dari klien komersial dan industri seiring meningkatnya standar kebersihan di berbagai sektor
Jasa Pengendalian Hama kembali membukukan kinerja menonjol dengan pendapatan melonjak +50,8% secara tahunan menjadi Rp53,0 miliar, dari Rp35,1 miliar pada 9M25, menyumbang sekitar 16,6% dari total pendapatan grup, meningkat dari 13,3% pada 9M25.
Segmen ini terus mengukuhkan posisinya sebagai mesin pendorong pertumbuhan utama bagi Grup, didukung oleh ekspansi cakupan layanan ke berbagai sektor industri dan basis klien yang terus berkembang.
Kuartal III 2026: Kuartal Terkuat Sepanjang Tahun Secara kuartalan, pendapatan 3Q26 tercatat sebesar Rp110,8 miliar, tumbuh +21,0% dari Rp91,6 miliar pada 3Q25 dan merupakan pendapatan kuartalan tertinggi Perseroan sepanjang 2026. Laba usaha 3Q26 naik +45,6% menjadi Rp7,9 miliar dengan margin laba operasional sebesar 7,1%, sementara PATMI tumbuh +30,1% menjadi Rp6,0 miliar dengan margin laba bersih sebesar 5,4%.
Profitabilitas & Komentar Terkait Investasi
Margin kotor tercatat sebesar 34,2% pada 9M26, dibandingkan dengan 35,4% pada 9M25, seiring pertumbuhan beban pokok pendapatan (+23,1%) yang sedikit lebih cepat dibandingkan pertumbuhan pendapatan.
Beban usaha hanya tumbuh +10,7%, jauh di bawah pertumbuhan pendapatan, sehingga rasio beban usaha terhadap pendapatan turun menjadi 28,3% dari 30,9% pada 9M25. Hal ini mendorong margin laba operasional meningkat menjadi 6,0% dari 4,5% pada 9M25, menunjukkan berlanjutnya peningkatan efisiensi operasional seiring matangnya investasi yang dilakukan pada FY25.
PATMI tumbuh +31,5% menjadi Rp13,9 miliar, dibandingkan dengan Rp10,6 miliar pada 9M25, dengan margin laba bersih meningkat dari 4,0% menjadi 4,4%.
Perseroan memandang hasil 9M26 sebagai konfirmasi berkelanjutan bahwa investasi strategis pada FY25 mencakup pengembangan sumber daya manusia, infrastruktur digital, dan kemampuan pemberian layanan menghasilkan imbal hasil yang terukur dan berkelanjutan. (end)
Dalam siaran pers HYGN (30/10) Perseroan melanjutkan momentum pertumbuhannya dengan mencatat pertumbuhan pendapatan yang merata di ketiga segmen bisnis. Pendapatan tumbuh +21,0% secara tahunan menjadi Rp319,3 miliar, naik dari Rp264,0 miliar pada 9M25. Laba usaha melonjak +61,8% menjadi Rp19,0 miliar, sementara laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemegang saham (PATMI) tumbuh +31,5% menjadi Rp13,9 miliar,mencerminkan berlanjutnya manfaat dari investasi strategis yang dilakukan sepanjang FY25.
Kuartal ketiga menjadi kuartal dengan kinerja terkuat Perseroan sepanjang 2026, dengan pendapatan sebesar Rp110,8 miliar dan PATMI sebesar Rp6,0 miliar
Kinerja Segmen
Pertumbuhan pendapatan bersifat merata di ketiga segmen usaha, memperkuat basis pendapatan Perseroan yang terdiversifikasi.
Jasa Hygiene tetap menjadi kontributor pendapatan terbesar grup, membukukan pendapatan sebesar Rp155,6 miliar naik +19,0% secara tahunan dari Rp130,8 miliar pada 9M25 dan menyumbang sekitar 48,7% dari total pendapatan grup, dibandingkan dengan 49,6% pada 9M25.
Pendapatan pada segmen ini terus mendapatkan pertumbuhan dari kontrak jangka panjang yang berulang dengan klien korporat.
Jasa Kebersihan membukukan pendapatan sebesar Rp110,8 miliar, naik +13,0% secara tahunan dari Rp98,1 miliar pada 9M25, dan menyumbang sekitar 34,7% dari total pendapatan grup, dibandingkan dengan 37,1% pada 9M25. Pertumbuhan yang stabil di segmen ini didorong oleh meningkatnya permintaan dari klien komersial dan industri seiring meningkatnya standar kebersihan di berbagai sektor
Jasa Pengendalian Hama kembali membukukan kinerja menonjol dengan pendapatan melonjak +50,8% secara tahunan menjadi Rp53,0 miliar, dari Rp35,1 miliar pada 9M25, menyumbang sekitar 16,6% dari total pendapatan grup, meningkat dari 13,3% pada 9M25.
Segmen ini terus mengukuhkan posisinya sebagai mesin pendorong pertumbuhan utama bagi Grup, didukung oleh ekspansi cakupan layanan ke berbagai sektor industri dan basis klien yang terus berkembang.
Kuartal III 2026: Kuartal Terkuat Sepanjang Tahun Secara kuartalan, pendapatan 3Q26 tercatat sebesar Rp110,8 miliar, tumbuh +21,0% dari Rp91,6 miliar pada 3Q25 dan merupakan pendapatan kuartalan tertinggi Perseroan sepanjang 2026. Laba usaha 3Q26 naik +45,6% menjadi Rp7,9 miliar dengan margin laba operasional sebesar 7,1%, sementara PATMI tumbuh +30,1% menjadi Rp6,0 miliar dengan margin laba bersih sebesar 5,4%.
Profitabilitas & Komentar Terkait Investasi
Margin kotor tercatat sebesar 34,2% pada 9M26, dibandingkan dengan 35,4% pada 9M25, seiring pertumbuhan beban pokok pendapatan (+23,1%) yang sedikit lebih cepat dibandingkan pertumbuhan pendapatan.
Beban usaha hanya tumbuh +10,7%, jauh di bawah pertumbuhan pendapatan, sehingga rasio beban usaha terhadap pendapatan turun menjadi 28,3% dari 30,9% pada 9M25. Hal ini mendorong margin laba operasional meningkat menjadi 6,0% dari 4,5% pada 9M25, menunjukkan berlanjutnya peningkatan efisiensi operasional seiring matangnya investasi yang dilakukan pada FY25.
PATMI tumbuh +31,5% menjadi Rp13,9 miliar, dibandingkan dengan Rp10,6 miliar pada 9M25, dengan margin laba bersih meningkat dari 4,0% menjadi 4,4%.
Perseroan memandang hasil 9M26 sebagai konfirmasi berkelanjutan bahwa investasi strategis pada FY25 mencakup pengembangan sumber daya manusia, infrastruktur digital, dan kemampuan pemberian layanan menghasilkan imbal hasil yang terukur dan berkelanjutan. (end)

