Kembali
TELKOM CATAT PENDAPATAN Rp113,50 TRILIUN HINGGA SEPTEMBER 2026
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) membukukan pendapatan sebesar Rp113,50 triliun hingga sembilan bulan pertama 2026, meningkat 3,5% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp109,62 triliun.
Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian perseroan yang tidak diaudit, pendapatan dari kontrak dengan pelanggan tercatat sebesar Rp113,50 triliun, dibandingkan Rp107,45 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, pendapatan dari transaksi lessor pada 2026 tercatat nihil, sedangkan pada 2025 mencapai Rp2,17 triliun.
Beban operasi, pemeliharaan dan jasa telekomunikasi meningkat menjadi Rp32,09 triliun dari Rp30,28 triliun. Beban penyusutan dan amortisasi tercatat sebesar Rp25,77 triliun, turun dari Rp26 triliun. Adapun beban karyawan turun menjadi Rp11,68 triliun dari Rp11,90 triliun.
Perseroan mencatat laba usaha sebesar Rp28 triliun, turun tipis dibandingkan Rp28,24 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Laba sebelum pajak penghasilan meningkat menjadi Rp25,73 triliun dari Rp25,49 triliun.
Namun, laba periode berjalan tercatat sebesar Rp19,46 triliun, turun dibandingkan Rp19,84 triliun pada sembilan bulan pertama 2025. Laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp14,45 triliun, dibandingkan Rp15,03 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Dengan demikian, laba bersih per saham dasar turun menjadi Rp146,31 dari Rp151,73.
Hingga 30 September 2026, total liabilitas perseroan tercatat sebesar Rp139,35 triliun, meningkat dibandingkan Rp137,22 triliun pada 31 Desember 2025. Sementara itu, total aset tercatat sebesar Rp279,81 triliun, turun dibandingkan Rp287,76 triliun pada akhir 2025. Total ekuitas mencapai Rp140,46 triliun, turun dari Rp150,54 triliun. (end)
Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian perseroan yang tidak diaudit, pendapatan dari kontrak dengan pelanggan tercatat sebesar Rp113,50 triliun, dibandingkan Rp107,45 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, pendapatan dari transaksi lessor pada 2026 tercatat nihil, sedangkan pada 2025 mencapai Rp2,17 triliun.
Beban operasi, pemeliharaan dan jasa telekomunikasi meningkat menjadi Rp32,09 triliun dari Rp30,28 triliun. Beban penyusutan dan amortisasi tercatat sebesar Rp25,77 triliun, turun dari Rp26 triliun. Adapun beban karyawan turun menjadi Rp11,68 triliun dari Rp11,90 triliun.
Perseroan mencatat laba usaha sebesar Rp28 triliun, turun tipis dibandingkan Rp28,24 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Laba sebelum pajak penghasilan meningkat menjadi Rp25,73 triliun dari Rp25,49 triliun.
Namun, laba periode berjalan tercatat sebesar Rp19,46 triliun, turun dibandingkan Rp19,84 triliun pada sembilan bulan pertama 2025. Laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp14,45 triliun, dibandingkan Rp15,03 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Dengan demikian, laba bersih per saham dasar turun menjadi Rp146,31 dari Rp151,73.
Hingga 30 September 2026, total liabilitas perseroan tercatat sebesar Rp139,35 triliun, meningkat dibandingkan Rp137,22 triliun pada 31 Desember 2025. Sementara itu, total aset tercatat sebesar Rp279,81 triliun, turun dibandingkan Rp287,76 triliun pada akhir 2025. Total ekuitas mencapai Rp140,46 triliun, turun dari Rp150,54 triliun. (end)

