Kembali
AADI CATAT PENDAPATAN USAHA USD3,95 MILIAR HINGGA SEPTEMBER 2026
PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) membukukan pendapatan usaha sebesar USD3,95 miliar hingga periode 30 September 2026. Pendapatan tersebut meningkat 9,70% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar USD3,60 miliar.
Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian interim yang dipublikasikan Senin (2/11), beban pokok pendapatan tercatat sebesar USD2,75 miliar, naik dibandingkan USD2,66 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Dengan demikian, laba bruto meningkat menjadi USD1,20 miliar dari sebelumnya USD943,26 juta.
Perseroan mencatat laba usaha sebesar USD1,06 miliar, meningkat dibandingkan USD810,55 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, pendapatan lain-lain neto tercatat USD46,63 juta, dibandingkan USD39,10 juta.
Setelah memperhitungkan biaya keuangan sebesar USD39,95 juta, penghasilan keuangan USD33,51 juta, serta bagian kerugian neto ventura bersama USD42 ribu, laba sebelum pajak penghasilan tercatat USD1,06 miliar.
Adapun laba periode berjalan mencapai USD760,63 juta, meningkat dibandingkan USD654,86 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya. Laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar USD683,33 juta, dibandingkan USD587,32 juta.
Dari sisi neraca, total aset AADI per 30 September 2026 tercatat sebesar USD6,64 miliar, meningkat dibandingkan posisi 31 Desember 2025 sebesar USD5,70 miliar. Total liabilitas tercatat sebesar USD2,47 miliar, sedangkan total ekuitas mencapai USD4,16 miliar. (end)
Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian interim yang dipublikasikan Senin (2/11), beban pokok pendapatan tercatat sebesar USD2,75 miliar, naik dibandingkan USD2,66 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Dengan demikian, laba bruto meningkat menjadi USD1,20 miliar dari sebelumnya USD943,26 juta.
Perseroan mencatat laba usaha sebesar USD1,06 miliar, meningkat dibandingkan USD810,55 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, pendapatan lain-lain neto tercatat USD46,63 juta, dibandingkan USD39,10 juta.
Setelah memperhitungkan biaya keuangan sebesar USD39,95 juta, penghasilan keuangan USD33,51 juta, serta bagian kerugian neto ventura bersama USD42 ribu, laba sebelum pajak penghasilan tercatat USD1,06 miliar.
Adapun laba periode berjalan mencapai USD760,63 juta, meningkat dibandingkan USD654,86 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya. Laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar USD683,33 juta, dibandingkan USD587,32 juta.
Dari sisi neraca, total aset AADI per 30 September 2026 tercatat sebesar USD6,64 miliar, meningkat dibandingkan posisi 31 Desember 2025 sebesar USD5,70 miliar. Total liabilitas tercatat sebesar USD2,47 miliar, sedangkan total ekuitas mencapai USD4,16 miliar. (end)

