Kembali
IRSX CATAT PENDAPATAN RP346,43 MILIAR, BISNIS KONTEN DAN HIBURAN JADI PENDORONG
PT Folago Global Nusantara Tbk (IRSX) membukukan pendapatan konsolidasian sebesar Rp346,43 miliar sepanjang sembilan bulan pertama 2026. Pendapatan tersebut meningkat 67,11% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp207,30 miliar.
Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian yang dipublikasikan pada 30 Oktober 2026, pertumbuhan pendapatan IRSX ditopang oleh pengembangan sejumlah lini bisnis, terutama pemasaran digital, distribusi konten, dan hiburan.
Dari sisi kontribusi pendapatan, produk digital masih menjadi penyumbang terbesar dengan nilai Rp118,03 miliar atau 34,07% dari total pendapatan. Namun, angka tersebut turun 11,61% dibandingkan Rp133,53 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Sementara itu, segmen layanan pemasaran dan periklanan digital mencatatkan pendapatan Rp110,05 miliar, tumbuh 90,26% dibandingkan Rp57,84 miliar pada sembilan bulan pertama 2025.
Pendapatan segmen tersebut berasal dari periklanan digital sebesar Rp87,06 miliar, produksi materi iklan Rp14,19 miliar, serta iklan dan sponsor Rp8,80 miliar.
Kontribusi berikutnya berasal dari segmen distribusi dan lisensi konten yang mencatatkan pendapatan Rp82,91 miliar atau 23,93% dari total pendapatan. Segmen ini mencakup siaran langsung berbasis acara sebesar Rp48,57 miliar, voucher akses konten over-the-top (OTT) Rp31,74 miliar, bioskop dan film Rp1,99 miliar, serta kerja sama operasi film Rp612,36 juta.
Selain itu, pendapatan dari komisi meningkat 684,70% menjadi Rp22,21 miliar dari Rp2,83 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Lini bisnis tiket konser yang turut dikembangkan Perseroan menyumbang pendapatan Rp11,96 miliar. Adapun perangkat lunak IRS memberikan kontribusi Rp1,26 miliar.
Seiring peningkatan pendapatan, beban pokok pendapatan IRSX juga meningkat 67,68% menjadi Rp275,47 miliar dari Rp164,28 miliar pada sembilan bulan pertama 2025. Kenaikan tersebut terutama berasal dari biaya penunjang distribusi konten sebesar Rp70,60 miliar dan penyelenggaraan konser Rp34,22 miliar.
Meski demikian, laba bruto Perseroan tumbuh 64,94% menjadi Rp70,96 miliar dibandingkan Rp43,02 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Beban umum dan administrasi tercatat sebesar Rp35,30 miliar, meningkat dibandingkan Rp10,17 miliar pada 9M25. Kenaikan tersebut sejalan dengan bertambahnya jumlah entitas anak serta aktivitas operasional di bidang hiburan dan kreator.
Dari sisi operasional, IRSX membukukan laba usaha sebesar Rp38,78 miliar, meningkat 19,36% dibandingkan Rp32,49 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Peningkatan laba usaha turut didukung oleh penghasilan usaha lain-lain neto yang berbalik positif menjadi Rp3,13 miliar. Pada sembilan bulan pertama 2025, pos tersebut masih mencatatkan kerugian neto Rp361,94 juta. Salah satu kontribusinya berasal dari laba pelepasan aset takberwujud sebesar Rp2,88 miliar.
Sementara itu, laba sebelum pajak penghasilan tercatat sebesar Rp35,63 miliar, naik tipis 0,23% dibandingkan Rp35,55 miliar pada 9M25.
Beban pajak penghasilan neto tercatat sebesar Rp1,78 miliar. Kondisi ini berbalik dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya ketika Perseroan membukukan manfaat pajak sebesar Rp1,15 miliar.
Dengan demikian, laba periode berjalan sebelum penyesuaian proforma mencapai Rp33,85 miliar, meningkat 10,51% dibandingkan Rp30,63 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Adapun laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp34,03 miliar, tumbuh 45,45% dibandingkan Rp23,40 miliar pada 9M25. Laba per saham dasar juga meningkat menjadi Rp5,49 dari sebelumnya Rp4,45 per saham.
Aset IRSX Tumbuh 37,15%
Dari sisi posisi keuangan, total aset IRSX mencapai Rp494,05 miliar per 30 September 2026. Jumlah tersebut meningkat 37,15% dibandingkan posisi akhir Desember 2025 sebesar Rp360,23 miliar.
Peningkatan aset ditopang oleh kenaikan aset lancar menjadi Rp423,48 miliar. Di dalamnya termasuk deposito berjangka sebesar Rp97,38 miliar dan piutang usaha pihak ketiga sebesar Rp78,21 miliar.
Kas dan setara kas Perseroan juga meningkat 64,99% menjadi Rp181,74 miliar per akhir September 2026, dibandingkan Rp110,15 miliar pada akhir 2025.
Sementara itu, total liabilitas meningkat 236,82% menjadi Rp151,14 miliar dari Rp44,87 miliar pada akhir Desember 2025.
Kenaikan tersebut terutama berasal dari uang muka pelanggan yang mencapai Rp117,64 miliar, seiring penjualan tiket konser dan langganan layanan OTT. Selain itu, utang pajak tercatat sebesar Rp13,44 miliar.
Adapun total ekuitas IRSX tumbuh 8,74% menjadi Rp342,91 miliar per 30 September 2026, dibandingkan Rp315,36 miliar pada akhir 2025. Peningkatan tersebut terutama ditopang oleh saldo laba yang belum ditentukan penggunaannya sebesar Rp59,61 miliar. (end)
Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian yang dipublikasikan pada 30 Oktober 2026, pertumbuhan pendapatan IRSX ditopang oleh pengembangan sejumlah lini bisnis, terutama pemasaran digital, distribusi konten, dan hiburan.
Dari sisi kontribusi pendapatan, produk digital masih menjadi penyumbang terbesar dengan nilai Rp118,03 miliar atau 34,07% dari total pendapatan. Namun, angka tersebut turun 11,61% dibandingkan Rp133,53 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Sementara itu, segmen layanan pemasaran dan periklanan digital mencatatkan pendapatan Rp110,05 miliar, tumbuh 90,26% dibandingkan Rp57,84 miliar pada sembilan bulan pertama 2025.
Pendapatan segmen tersebut berasal dari periklanan digital sebesar Rp87,06 miliar, produksi materi iklan Rp14,19 miliar, serta iklan dan sponsor Rp8,80 miliar.
Kontribusi berikutnya berasal dari segmen distribusi dan lisensi konten yang mencatatkan pendapatan Rp82,91 miliar atau 23,93% dari total pendapatan. Segmen ini mencakup siaran langsung berbasis acara sebesar Rp48,57 miliar, voucher akses konten over-the-top (OTT) Rp31,74 miliar, bioskop dan film Rp1,99 miliar, serta kerja sama operasi film Rp612,36 juta.
Selain itu, pendapatan dari komisi meningkat 684,70% menjadi Rp22,21 miliar dari Rp2,83 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Lini bisnis tiket konser yang turut dikembangkan Perseroan menyumbang pendapatan Rp11,96 miliar. Adapun perangkat lunak IRS memberikan kontribusi Rp1,26 miliar.
Seiring peningkatan pendapatan, beban pokok pendapatan IRSX juga meningkat 67,68% menjadi Rp275,47 miliar dari Rp164,28 miliar pada sembilan bulan pertama 2025. Kenaikan tersebut terutama berasal dari biaya penunjang distribusi konten sebesar Rp70,60 miliar dan penyelenggaraan konser Rp34,22 miliar.
Meski demikian, laba bruto Perseroan tumbuh 64,94% menjadi Rp70,96 miliar dibandingkan Rp43,02 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Beban umum dan administrasi tercatat sebesar Rp35,30 miliar, meningkat dibandingkan Rp10,17 miliar pada 9M25. Kenaikan tersebut sejalan dengan bertambahnya jumlah entitas anak serta aktivitas operasional di bidang hiburan dan kreator.
Dari sisi operasional, IRSX membukukan laba usaha sebesar Rp38,78 miliar, meningkat 19,36% dibandingkan Rp32,49 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Peningkatan laba usaha turut didukung oleh penghasilan usaha lain-lain neto yang berbalik positif menjadi Rp3,13 miliar. Pada sembilan bulan pertama 2025, pos tersebut masih mencatatkan kerugian neto Rp361,94 juta. Salah satu kontribusinya berasal dari laba pelepasan aset takberwujud sebesar Rp2,88 miliar.
Sementara itu, laba sebelum pajak penghasilan tercatat sebesar Rp35,63 miliar, naik tipis 0,23% dibandingkan Rp35,55 miliar pada 9M25.
Beban pajak penghasilan neto tercatat sebesar Rp1,78 miliar. Kondisi ini berbalik dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya ketika Perseroan membukukan manfaat pajak sebesar Rp1,15 miliar.
Dengan demikian, laba periode berjalan sebelum penyesuaian proforma mencapai Rp33,85 miliar, meningkat 10,51% dibandingkan Rp30,63 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Adapun laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp34,03 miliar, tumbuh 45,45% dibandingkan Rp23,40 miliar pada 9M25. Laba per saham dasar juga meningkat menjadi Rp5,49 dari sebelumnya Rp4,45 per saham.
Aset IRSX Tumbuh 37,15%
Dari sisi posisi keuangan, total aset IRSX mencapai Rp494,05 miliar per 30 September 2026. Jumlah tersebut meningkat 37,15% dibandingkan posisi akhir Desember 2025 sebesar Rp360,23 miliar.
Peningkatan aset ditopang oleh kenaikan aset lancar menjadi Rp423,48 miliar. Di dalamnya termasuk deposito berjangka sebesar Rp97,38 miliar dan piutang usaha pihak ketiga sebesar Rp78,21 miliar.
Kas dan setara kas Perseroan juga meningkat 64,99% menjadi Rp181,74 miliar per akhir September 2026, dibandingkan Rp110,15 miliar pada akhir 2025.
Sementara itu, total liabilitas meningkat 236,82% menjadi Rp151,14 miliar dari Rp44,87 miliar pada akhir Desember 2025.
Kenaikan tersebut terutama berasal dari uang muka pelanggan yang mencapai Rp117,64 miliar, seiring penjualan tiket konser dan langganan layanan OTT. Selain itu, utang pajak tercatat sebesar Rp13,44 miliar.
Adapun total ekuitas IRSX tumbuh 8,74% menjadi Rp342,91 miliar per 30 September 2026, dibandingkan Rp315,36 miliar pada akhir 2025. Peningkatan tersebut terutama ditopang oleh saldo laba yang belum ditentukan penggunaannya sebesar Rp59,61 miliar. (end)

