Kembali
INFLASI KORSEL MELAMBAT PADA BULAN OKTOBER
Inflasi umum Korea Selatan melambat pada bulan Oktober, menurut data pemerintah yang dirilis pada hari Selasa (3/11). Hal ini memberikan sedikit kelegaan bagi para bankir sentral, meskipun tingkat inflasi masih berada jauh di atas target.
Harga konsumen naik 2,8 persen secara tahunan (year-on-year) pada bulan Oktober, turun dari kenaikan 2,9 persen pada bulan September, dan hampir menyamai perkiraan kenaikan sebesar 2,85 persen dalam jajak pendapat ekonom yang dilakukan oleh Reuters.
Data tersebut juga menunjukkan bahwa indeks harga konsumen naik 0,2 persen secara bulanan (month-on-month), setelah mencatatkan kenaikan 0,3 persen pada bulan sebelumnya.
Meskipun pertumbuhan yang melambat memberikan jeda singkat bagi Bank of Korea (BOK), tingkat inflasi masih jauh di atas target 2 persen.
Di tengah tingginya harga energi global dan meningkatnya utang rumah tangga, BOK diperkirakan secara luas akan menaikkan suku bunga dalam beberapa bulan mendatang. Langkah ini bertujuan mempertahankan sikap kebijakan moneter yang ketat guna meredam tekanan inflasi yang terus berlanjut di ekonomi terbesar keempat di Asia tersebut.
Sebuah jajak pendapat terpisah menunjukkan konsensus prakiraan bahwa puncak suku bunga kebijakan akan berada di angka 3,5 persen angka yang mencerminkan ekspektasi akan satu kenaikan lagi pada bulan November ini, serta satu kenaikan tambahan pada kuartal pertama tahun 2027. (end/Reuters)
Harga konsumen naik 2,8 persen secara tahunan (year-on-year) pada bulan Oktober, turun dari kenaikan 2,9 persen pada bulan September, dan hampir menyamai perkiraan kenaikan sebesar 2,85 persen dalam jajak pendapat ekonom yang dilakukan oleh Reuters.
Data tersebut juga menunjukkan bahwa indeks harga konsumen naik 0,2 persen secara bulanan (month-on-month), setelah mencatatkan kenaikan 0,3 persen pada bulan sebelumnya.
Meskipun pertumbuhan yang melambat memberikan jeda singkat bagi Bank of Korea (BOK), tingkat inflasi masih jauh di atas target 2 persen.
Di tengah tingginya harga energi global dan meningkatnya utang rumah tangga, BOK diperkirakan secara luas akan menaikkan suku bunga dalam beberapa bulan mendatang. Langkah ini bertujuan mempertahankan sikap kebijakan moneter yang ketat guna meredam tekanan inflasi yang terus berlanjut di ekonomi terbesar keempat di Asia tersebut.
Sebuah jajak pendapat terpisah menunjukkan konsensus prakiraan bahwa puncak suku bunga kebijakan akan berada di angka 3,5 persen angka yang mencerminkan ekspektasi akan satu kenaikan lagi pada bulan November ini, serta satu kenaikan tambahan pada kuartal pertama tahun 2027. (end/Reuters)

