Kembali
BANK SENTRAL AUSTRALIA NAIKKAN SUKU BUNGA 25 BASIS POIN
Bank sentral Australia menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 4,85% pada hari Selasa, level tertinggi sejak November 2008.
Langkah Reserve Bank of Australia (RBA) ini sejalan dengan ekspektasi para ekonom yang disurvei oleh Reuters, dan menandai kenaikan suku bunga kelima tahun ini.
Keputusan ini diambil di tengah upaya negara tersebut dalam menghadapi inflasi yang tinggi; indeks harga konsumen tercatat naik 4,3% pada bulan September, meningkat dari 4% pada bulan Agustus, yang merupakan level tertinggi sejak Maret.
Dalam keputusan bulan September, Gubernur RBA Michelle Bullock menyatakan bahwa inflasi saat ini "terlalu tinggi," yang dipicu oleh kenaikan harga minyak akibat perang yang melibatkan Iran serta penguatan belanja domestik.
"Kami melihat tanda-tanda bahwa risiko kenaikan inflasi mulai nyata," ujarnya, seraya menambahkan bahwa kenaikan suku bunga lebih lanjut akan dilakukan "ika memang diperlukan untuk menurunkan inflasi."
Pertumbuhan ekonomi melambat dalam dua kuartal pertama tahun 2026. Produk Domestik Bruto (PDB) Australia tumbuh 2,1% pada kuartal yang berakhir Juni dibandingkan tahun sebelumnya, turun dari 2,5% pada kuartal yang berakhir Maret.
RBA berupaya mengendalikan kembali inflasi, sementara tingginya biaya pinjaman dan tekanan biaya hidup mulai membebani rumah tangga serta aktivitas ekonomi.
Saat ditanya apakah ia memprediksi terjadinya resesi di Australia, Bullock menjawab bahwa hal tersebut "bukan skenario utama kami saat ini." (end/CNBC)
Langkah Reserve Bank of Australia (RBA) ini sejalan dengan ekspektasi para ekonom yang disurvei oleh Reuters, dan menandai kenaikan suku bunga kelima tahun ini.
Keputusan ini diambil di tengah upaya negara tersebut dalam menghadapi inflasi yang tinggi; indeks harga konsumen tercatat naik 4,3% pada bulan September, meningkat dari 4% pada bulan Agustus, yang merupakan level tertinggi sejak Maret.
Dalam keputusan bulan September, Gubernur RBA Michelle Bullock menyatakan bahwa inflasi saat ini "terlalu tinggi," yang dipicu oleh kenaikan harga minyak akibat perang yang melibatkan Iran serta penguatan belanja domestik.
"Kami melihat tanda-tanda bahwa risiko kenaikan inflasi mulai nyata," ujarnya, seraya menambahkan bahwa kenaikan suku bunga lebih lanjut akan dilakukan "ika memang diperlukan untuk menurunkan inflasi."
Pertumbuhan ekonomi melambat dalam dua kuartal pertama tahun 2026. Produk Domestik Bruto (PDB) Australia tumbuh 2,1% pada kuartal yang berakhir Juni dibandingkan tahun sebelumnya, turun dari 2,5% pada kuartal yang berakhir Maret.
RBA berupaya mengendalikan kembali inflasi, sementara tingginya biaya pinjaman dan tekanan biaya hidup mulai membebani rumah tangga serta aktivitas ekonomi.
Saat ditanya apakah ia memprediksi terjadinya resesi di Australia, Bullock menjawab bahwa hal tersebut "bukan skenario utama kami saat ini." (end/CNBC)

