Kembali
BCAP CATAT PERTUMBUHAN LABA 18,6% HINGGA SEPTEMBER 2026
PT MNC Kapital Indonesia Tbk (BCAP) mencatatkan laba bersih konsolidasian sebesar Rp182,28 miliar hingga 30 September 2026, meningkat 18,6% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp153,71 miliar.
Berdasarkan siaran pers perseroan, Selasa, pendapatan BCAP tercatat sebesar Rp2,91 triliun, relatif stabil dibandingkan Rp2,92 triliun pada periode yang sama tahun 2025. Sementara itu, laba sebelum pajak meningkat menjadi Rp191,85 miliar dari Rp154,36 miliar.
Pendapatan bunga dan dividen menjadi kontributor terbesar dengan nilai Rp1,60 triliun, naik 2,1% dibandingkan Rp1,56 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Selanjutnya, pendapatan jasa asuransi meningkat 10,7% menjadi Rp923,79 miliar dari Rp834,64 miliar.
Perseroan juga membukukan pendapatan digital sebesar Rp205,94 miliar, pendapatan pasar modal Rp117,13 miliar, pembiayaan keuangan syariah Rp37,58 miliar, serta pendapatan operasional lainnya Rp29,16 miliar.
Dari sisi kontribusi pendapatan berdasarkan lini bisnis, perbankan memberikan kontribusi terbesar sebesar 47,8%, diikuti asuransi 35,6%, pembiayaan 10,5%, dan pasar modal 6,1%.
Pada segmen perbankan, total pendapatan bunga MNC Bank mencapai Rp1,16 triliun dengan rasio Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM) sebesar 20,68%. Sementara itu, MNC Life mencatat pertumbuhan premi 9,5% dan MNC Insurance membukukan kenaikan premi sebesar 10%.
Di segmen pembiayaan, total aset MNC Finance dan MNC Leasing mencapai Rp2,31 triliun dengan rasio non-performing financing (NPF) sebesar 2,49%. Total pendapatan bisnis pembiayaan secara keseluruhan tercatat Rp305,84 miliar.
Sementara itu, MNC Sekuritas menempati peringkat ke-20 dari 90 perusahaan sekuritas berdasarkan volume transaksi. Perseroan juga menambah jumlah points of sale menjadi 185 titik serta meresmikan 23 Galeri Investasi BEI secara serentak pada kuartal III 2026.
Hingga 30 September 2026, BCAP membukukan total aset sebesar Rp26,86 triliun, dengan total liabilitas Rp21,50 triliun dan total ekuitas Rp5,36 triliun. (end)
Berdasarkan siaran pers perseroan, Selasa, pendapatan BCAP tercatat sebesar Rp2,91 triliun, relatif stabil dibandingkan Rp2,92 triliun pada periode yang sama tahun 2025. Sementara itu, laba sebelum pajak meningkat menjadi Rp191,85 miliar dari Rp154,36 miliar.
Pendapatan bunga dan dividen menjadi kontributor terbesar dengan nilai Rp1,60 triliun, naik 2,1% dibandingkan Rp1,56 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Selanjutnya, pendapatan jasa asuransi meningkat 10,7% menjadi Rp923,79 miliar dari Rp834,64 miliar.
Perseroan juga membukukan pendapatan digital sebesar Rp205,94 miliar, pendapatan pasar modal Rp117,13 miliar, pembiayaan keuangan syariah Rp37,58 miliar, serta pendapatan operasional lainnya Rp29,16 miliar.
Dari sisi kontribusi pendapatan berdasarkan lini bisnis, perbankan memberikan kontribusi terbesar sebesar 47,8%, diikuti asuransi 35,6%, pembiayaan 10,5%, dan pasar modal 6,1%.
Pada segmen perbankan, total pendapatan bunga MNC Bank mencapai Rp1,16 triliun dengan rasio Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM) sebesar 20,68%. Sementara itu, MNC Life mencatat pertumbuhan premi 9,5% dan MNC Insurance membukukan kenaikan premi sebesar 10%.
Di segmen pembiayaan, total aset MNC Finance dan MNC Leasing mencapai Rp2,31 triliun dengan rasio non-performing financing (NPF) sebesar 2,49%. Total pendapatan bisnis pembiayaan secara keseluruhan tercatat Rp305,84 miliar.
Sementara itu, MNC Sekuritas menempati peringkat ke-20 dari 90 perusahaan sekuritas berdasarkan volume transaksi. Perseroan juga menambah jumlah points of sale menjadi 185 titik serta meresmikan 23 Galeri Investasi BEI secara serentak pada kuartal III 2026.
Hingga 30 September 2026, BCAP membukukan total aset sebesar Rp26,86 triliun, dengan total liabilitas Rp21,50 triliun dan total ekuitas Rp5,36 triliun. (end)

