Kembali
IPCC PERLUAS LAYANAN LOGISTIK KENDARAAN, BIDIK PASAR REGIONAL
PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC) menyiapkan strategi pengembangan bisnis jangka panjang melalui peta jalan 2026-2030. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat posisi Perseroan dalam industri logistik kendaraan sekaligus mengantisipasi dinamika pasar otomotif dan ketidakpastian ekonomi global.
Sebagai anggota subholding PT Pelindo Multi Terminal, IPCC mengembangkan pendekatan IPCC Integrated Auto Solutions. Strategi tersebut diarahkan untuk memperluas layanan di luar aktivitas bongkar muat kendaraan di pelabuhan.
Pengembangan bisnis mencakup manajemen distribusi kendaraan, penyediaan fasilitas Pre-Delivery Center (PDC), serta layanan logistik transportasi darat yang terintegrasi dari hulu hingga hilir (end-to-end service).
Direktur Utama IPCC, Wing Megantoro, mengatakan Perseroan terus menyesuaikan strategi bisnis dengan perkembangan pasar otomotif nasional dan internasional.
"Kami berkomitmen untuk menjaga kinerja yang lebih baik di tengah berbagai tantangan eksternal dengan memperkuat mitigasi risiko secara komprehensif, menangkap peluang di tingkat regional, serta secara optimal memanfaatkan momentum ekspor dan impor kendaraan," ujar Wing.
Dalam peta jalan 2026-2030, IPCC membagi pengembangan bisnis ke dalam tiga tahapan.
Pada 2026-2027, Perseroan memasuki fase Business Alignment and Consolidation. Fokusnya meliputi peningkatan kapasitas dan fasilitas terminal, standardisasi terminal kendaraan, digitalisasi proses bisnis, pertumbuhan anorganik pada segmen transportasi darat, serta ekspansi terminal Roll-on/Roll-off (Ro-Ro) di wilayah baru.
Selanjutnya, pada 2028-2029, IPCC memasuki fase Business Enhancement. Perseroan akan berfokus pada peningkatan pangsa pasar, penguatan kerja sama strategis dengan pelaku industri otomotif (automaker), serta pengembangan platform layanan logistik kendaraan ramah lingkungan melalui konsep green car terminal.
Memasuki 2030, IPCC menargetkan fase Integrated Ecosystem, yakni membangun ekosistem industri otomotif yang terintegrasi dengan penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) serta standar layanan logistik kendaraan Completely Built Up (CBU) secara menyeluruh.
Di tengah penyesuaian pasar otomotif, IPCC juga melihat peluang dari peningkatan impor kendaraan komersial untuk mendukung program strategis pemerintah. Selain itu, Perseroan mencermati potensi peningkatan ekspor kendaraan dari sejumlah merek besar, termasuk Toyota, serta peluang ekspansi ekspor ke pasar regional.
Untuk mendukung pelaksanaan strategi tersebut, IPCC memperkuat tata kelola perusahaan dan keunggulan operasional melalui penerapan prinsip zero accident dan zero damage.
Perseroan berharap pengembangan layanan terintegrasi dan ekspansi pasar dapat memperkuat daya saing serta mendorong pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan. (end)
Sebagai anggota subholding PT Pelindo Multi Terminal, IPCC mengembangkan pendekatan IPCC Integrated Auto Solutions. Strategi tersebut diarahkan untuk memperluas layanan di luar aktivitas bongkar muat kendaraan di pelabuhan.
Pengembangan bisnis mencakup manajemen distribusi kendaraan, penyediaan fasilitas Pre-Delivery Center (PDC), serta layanan logistik transportasi darat yang terintegrasi dari hulu hingga hilir (end-to-end service).
Direktur Utama IPCC, Wing Megantoro, mengatakan Perseroan terus menyesuaikan strategi bisnis dengan perkembangan pasar otomotif nasional dan internasional.
"Kami berkomitmen untuk menjaga kinerja yang lebih baik di tengah berbagai tantangan eksternal dengan memperkuat mitigasi risiko secara komprehensif, menangkap peluang di tingkat regional, serta secara optimal memanfaatkan momentum ekspor dan impor kendaraan," ujar Wing.
Dalam peta jalan 2026-2030, IPCC membagi pengembangan bisnis ke dalam tiga tahapan.
Pada 2026-2027, Perseroan memasuki fase Business Alignment and Consolidation. Fokusnya meliputi peningkatan kapasitas dan fasilitas terminal, standardisasi terminal kendaraan, digitalisasi proses bisnis, pertumbuhan anorganik pada segmen transportasi darat, serta ekspansi terminal Roll-on/Roll-off (Ro-Ro) di wilayah baru.
Selanjutnya, pada 2028-2029, IPCC memasuki fase Business Enhancement. Perseroan akan berfokus pada peningkatan pangsa pasar, penguatan kerja sama strategis dengan pelaku industri otomotif (automaker), serta pengembangan platform layanan logistik kendaraan ramah lingkungan melalui konsep green car terminal.
Memasuki 2030, IPCC menargetkan fase Integrated Ecosystem, yakni membangun ekosistem industri otomotif yang terintegrasi dengan penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) serta standar layanan logistik kendaraan Completely Built Up (CBU) secara menyeluruh.
Di tengah penyesuaian pasar otomotif, IPCC juga melihat peluang dari peningkatan impor kendaraan komersial untuk mendukung program strategis pemerintah. Selain itu, Perseroan mencermati potensi peningkatan ekspor kendaraan dari sejumlah merek besar, termasuk Toyota, serta peluang ekspansi ekspor ke pasar regional.
Untuk mendukung pelaksanaan strategi tersebut, IPCC memperkuat tata kelola perusahaan dan keunggulan operasional melalui penerapan prinsip zero accident dan zero damage.
Perseroan berharap pengembangan layanan terintegrasi dan ekspansi pasar dapat memperkuat daya saing serta mendorong pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan. (end)

