Kembali
WAMENDAG DORONG KEMITRAAN DUNIA USAHA
Wakil Menteri Perdagangan RI Dyah Roro Esti Widya Putri bertemu Wakil Menteri Perindustrian dan Perdagangan Yaman Salem Mohammed Ahmed Salman di Istanbul, Turki, Senin (2/11). Pertemuan bilateral tersebut dilakukan di sela-sela Sidang Menteri ke-42 Komite Tetap Kerja Sama Ekonomi dan Komersial Organisasi Kerja Sama Islam (COMCEC).
Pada pertemuan ini, Wamendag Roro mendorong dunia usaha Indonesia dan Yaman untuk memperluas peluang perdagangan kedua negara. Upaya tersebut dapat dilakukan melalui peningkatan promosi produk unggulan, pertukaran informasi pasar, serta fasilitasi pertemuan antarpelaku usaha.
"Hubungan perdagangan Indonesia dan Yaman masih memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Kami mendorong peningkatan komunikasi antarpelaku usaha, pertukaran informasi pasar, serta kegiatan business matching agar produk unggulan kedua negara dapat makin dikenal dan memperoleh akses ke pasar masing-masing," ujar Wamendag Roro.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), total perdagangan Indonesia dan Yaman mencapai USD 150,1 juta pada 2025. Nilai tersebut meningkat 5,6 persen dibandingkan pada tahun sebelumnya. Sementara itu, ekspor utama Indonesia ke Yaman meliputi minyak kelapa sawit, papan serat kayu (wood fibreboard), dan benang serat stapel sintetis. Adapun impor Indonesia dari Yaman didominasi poliester dan kulit domba.
Selain kerja sama perdagangan, Indonesia dan Yaman telah memperkuat hubungan bilateral melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) tentang kerja sama Jaminan Produk Halal (JPH) pada 30 Juli 2026 di Jakarta. Kerja sama ini menjadi salah satu landasan untuk memperluas kolaborasi kedua negara, khususnya dalam pengembangan perdagangan produk halal.
"Kedua negara juga menjajaki berbagai peluang kerja sama konkret, termasuk pengaktifan kembali Joint Business Council untuk mempererat hubungan bisnis dan meningkatkan perdagangan bilateral. Tidak hanya itu, kedua pihak turut membahas perkembangan perdagangan dan peluang untuk meningkatkan hubungan ekonomi Indonesia-Yaman yang dinilai masih memiliki potensi besar untuk dikembangkan," ujar Wamendag Roro.
Dalam kesempatan ini, Wakil Menteri Perindustrian dan Perdagangan Yaman Salem Mohammed Ahmed Salman menyambut baik upaya penguatan hubungan dagang kedua negara. Ia menyampaikan pentingnya mengembangkan kerja sama yang lebih konkret dengan melibatkan dunia usaha, termasuk melalui pengaktifan kembali Joint Business Council. Selain itu, ia mendorong pelaksanaan program bersama seperti seminar, lokakarya, delegasi bisnis, dan pertemuan antarpelaku usaha untuk mengidentifikasi peluang perdagangan serta memperkuat kemitraan kedua negara.
Pada kesempatan yang sama, Wamendag Roro juga mengapresiasi partisipasi Yaman dalam Trade Expo Indonesia (TEI). Wamendag Roro mengajak Yaman untuk kembali berpartisipasi pada penyelenggaraan TEI tahun mendatang guna membuka peluang kemitraan dengan pelaku usaha Indonesia. Partisipasi dalam pameran perdagangan dinilai dapat menjadi sarana untuk mempertemukan eksportir dan calon pembeli serta meningkatkan transaksi perdagangan kedua negara.
Indonesia, lanjut Wamendag Roro, terbuka untuk meningkatkan kehadiran produk Yaman di pasar Indonesia. Peluang tersebut dapat ditindaklanjuti melalui promosi produk, pertukaran informasi mengenai kebutuhan pasar, serta fasilitasi pertemuan antara eksportir dan calon pembeli.
Wamendag Roro turut menekankan pentingnya pertukaran informasi mengenai prosedur impor, standar produk, dan persyaratan keamanan pangan yang berlaku di masing-masing negara. Hal ini diharapkan dapat membantu pelaku usaha memahami ketentuan pasar tujuan dan mengoptimalkan peluang perdagangan.
Kedua pihak juga membahas potensi perdagangan digital dalam mendukung perluasan akses pasar, khususnya bagi usaha kecil dan menengah (UKM). Indonesia menyampaikan keterbukaan untuk berbagi pengalaman dan keahlian teknis dengan Yaman terkait regulasi perdagangan elektronik, sistem pembayaran digital, perlindungan konsumen, dan fasilitasi perdagangan lintas negara.
Wamendag Roro mengungkapkan, perdagangan digital dapat menjadi sarana bagi UKM untuk menjangkau pasar internasional. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas dan partisipasi UKM dalam pameran perdagangan serta kegiatan business matching perlu terus didorong agar pelaku usaha dapat memperluas jaringan bisnis dan memperoleh peluang pasar baru.
Selain itu, Indonesia menyatakan kesiapan untuk menjajaki kerja sama peningkatan kapasitas dan bantuan teknis dengan Yaman, khususnya dalam pengembangan kesiapan ekspor, diversifikasi produk, dan pemenuhan persyaratan pasar tujuan. Kerja sama tersebut dapat dilakukan melalui pelatihan, lokakarya teknis, serta pertukaran tenaga ahli dengan melibatkan instansi terkait dan asosiasi dunia usaha kedua negara.
Wamendag Roro juga menekankan pentingnya penguatan komunikasi antarkementerian perdagangan untuk memastikan berbagai peluang kerja sama dapat ditindaklanjuti. Penunjukan narahubung teknis (technical focal points) dapat dipertimbangkan untuk memfasilitasi koordinasi, mengidentifikasi bidang kerja sama potensial, dan memantau perkembangan tindak lanjut pembahasan bilateral.
Tidak hanya itu, Wamendag Roro menegaskan bahwa Indonesia siap memperkuat hubungan perdagangan dengan Yaman melalui komunikasi yang berkelanjutan dan peningkatan keterlibatan dunia usaha. Wamendag Roro juga berharap berbagai peluang yang telah dibahas dapat ditindaklanjuti melalui program kerja sama yang konkret, sehingga hubungan perdagangan Indonesia dan Yaman makin erat dan memberikan manfaat bagi kedua negara. Pada pertemuan ini, Wamendag Roro didampingi Direktur Perundingan Bilateral Kementerian Perdagangan Basaria Tiara L. Gaol. (end)
Pada pertemuan ini, Wamendag Roro mendorong dunia usaha Indonesia dan Yaman untuk memperluas peluang perdagangan kedua negara. Upaya tersebut dapat dilakukan melalui peningkatan promosi produk unggulan, pertukaran informasi pasar, serta fasilitasi pertemuan antarpelaku usaha.
"Hubungan perdagangan Indonesia dan Yaman masih memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Kami mendorong peningkatan komunikasi antarpelaku usaha, pertukaran informasi pasar, serta kegiatan business matching agar produk unggulan kedua negara dapat makin dikenal dan memperoleh akses ke pasar masing-masing," ujar Wamendag Roro.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), total perdagangan Indonesia dan Yaman mencapai USD 150,1 juta pada 2025. Nilai tersebut meningkat 5,6 persen dibandingkan pada tahun sebelumnya. Sementara itu, ekspor utama Indonesia ke Yaman meliputi minyak kelapa sawit, papan serat kayu (wood fibreboard), dan benang serat stapel sintetis. Adapun impor Indonesia dari Yaman didominasi poliester dan kulit domba.
Selain kerja sama perdagangan, Indonesia dan Yaman telah memperkuat hubungan bilateral melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) tentang kerja sama Jaminan Produk Halal (JPH) pada 30 Juli 2026 di Jakarta. Kerja sama ini menjadi salah satu landasan untuk memperluas kolaborasi kedua negara, khususnya dalam pengembangan perdagangan produk halal.
"Kedua negara juga menjajaki berbagai peluang kerja sama konkret, termasuk pengaktifan kembali Joint Business Council untuk mempererat hubungan bisnis dan meningkatkan perdagangan bilateral. Tidak hanya itu, kedua pihak turut membahas perkembangan perdagangan dan peluang untuk meningkatkan hubungan ekonomi Indonesia-Yaman yang dinilai masih memiliki potensi besar untuk dikembangkan," ujar Wamendag Roro.
Dalam kesempatan ini, Wakil Menteri Perindustrian dan Perdagangan Yaman Salem Mohammed Ahmed Salman menyambut baik upaya penguatan hubungan dagang kedua negara. Ia menyampaikan pentingnya mengembangkan kerja sama yang lebih konkret dengan melibatkan dunia usaha, termasuk melalui pengaktifan kembali Joint Business Council. Selain itu, ia mendorong pelaksanaan program bersama seperti seminar, lokakarya, delegasi bisnis, dan pertemuan antarpelaku usaha untuk mengidentifikasi peluang perdagangan serta memperkuat kemitraan kedua negara.
Pada kesempatan yang sama, Wamendag Roro juga mengapresiasi partisipasi Yaman dalam Trade Expo Indonesia (TEI). Wamendag Roro mengajak Yaman untuk kembali berpartisipasi pada penyelenggaraan TEI tahun mendatang guna membuka peluang kemitraan dengan pelaku usaha Indonesia. Partisipasi dalam pameran perdagangan dinilai dapat menjadi sarana untuk mempertemukan eksportir dan calon pembeli serta meningkatkan transaksi perdagangan kedua negara.
Indonesia, lanjut Wamendag Roro, terbuka untuk meningkatkan kehadiran produk Yaman di pasar Indonesia. Peluang tersebut dapat ditindaklanjuti melalui promosi produk, pertukaran informasi mengenai kebutuhan pasar, serta fasilitasi pertemuan antara eksportir dan calon pembeli.
Wamendag Roro turut menekankan pentingnya pertukaran informasi mengenai prosedur impor, standar produk, dan persyaratan keamanan pangan yang berlaku di masing-masing negara. Hal ini diharapkan dapat membantu pelaku usaha memahami ketentuan pasar tujuan dan mengoptimalkan peluang perdagangan.
Kedua pihak juga membahas potensi perdagangan digital dalam mendukung perluasan akses pasar, khususnya bagi usaha kecil dan menengah (UKM). Indonesia menyampaikan keterbukaan untuk berbagi pengalaman dan keahlian teknis dengan Yaman terkait regulasi perdagangan elektronik, sistem pembayaran digital, perlindungan konsumen, dan fasilitasi perdagangan lintas negara.
Wamendag Roro mengungkapkan, perdagangan digital dapat menjadi sarana bagi UKM untuk menjangkau pasar internasional. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas dan partisipasi UKM dalam pameran perdagangan serta kegiatan business matching perlu terus didorong agar pelaku usaha dapat memperluas jaringan bisnis dan memperoleh peluang pasar baru.
Selain itu, Indonesia menyatakan kesiapan untuk menjajaki kerja sama peningkatan kapasitas dan bantuan teknis dengan Yaman, khususnya dalam pengembangan kesiapan ekspor, diversifikasi produk, dan pemenuhan persyaratan pasar tujuan. Kerja sama tersebut dapat dilakukan melalui pelatihan, lokakarya teknis, serta pertukaran tenaga ahli dengan melibatkan instansi terkait dan asosiasi dunia usaha kedua negara.
Wamendag Roro juga menekankan pentingnya penguatan komunikasi antarkementerian perdagangan untuk memastikan berbagai peluang kerja sama dapat ditindaklanjuti. Penunjukan narahubung teknis (technical focal points) dapat dipertimbangkan untuk memfasilitasi koordinasi, mengidentifikasi bidang kerja sama potensial, dan memantau perkembangan tindak lanjut pembahasan bilateral.
Tidak hanya itu, Wamendag Roro menegaskan bahwa Indonesia siap memperkuat hubungan perdagangan dengan Yaman melalui komunikasi yang berkelanjutan dan peningkatan keterlibatan dunia usaha. Wamendag Roro juga berharap berbagai peluang yang telah dibahas dapat ditindaklanjuti melalui program kerja sama yang konkret, sehingga hubungan perdagangan Indonesia dan Yaman makin erat dan memberikan manfaat bagi kedua negara. Pada pertemuan ini, Wamendag Roro didampingi Direktur Perundingan Bilateral Kementerian Perdagangan Basaria Tiara L. Gaol. (end)

