Kembali
LABA OPERASIONAL TOYOTA DIPREDIKSI NAIK 18% PADA KUARTAL II
Toyota Motor Corporation diperkirakan mencatat kenaikan laba operasional sebesar 18% pada kuartal kedua tahun fiskal, periode Juli-September 2026. Kenaikan ini menjadi pertumbuhan pertama dalam enam kuartal terakhir.
Berdasarkan survei Reuters terhadap sembilan analis, laba operasional Toyota diproyeksikan mencapai 992 miliar yen, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, pendapatan diperkirakan meningkat 8% menjadi 13,4 triliun yen.
Pelemahan nilai tukar yen, permintaan yang kuat terhadap kendaraan hybrid dengan margin keuntungan lebih tinggi, serta tidak berulangnya beban terkait tarif impor Amerika Serikat yang membebani kinerja pada tahun sebelumnya diperkirakan menjadi faktor pendukung pertumbuhan tersebut.
Meski demikian, penjualan global kendaraan Toyota dan Lexus tercatat turun 4% menjadi sedikit di atas 2,5 juta unit. Penurunan terutama terjadi di China sebesar 22% dan kawasan Timur Tengah sekitar sepertiga.
Di Amerika Utara, penjualan kendaraan elektrifikasi Toyota meningkat lebih dari 30% menjadi hampir 430.000 unit. Sementara itu, total penjualan kendaraan di Amerika Serikat hanya meningkat kurang dari 1%.
Investor juga mencermati persaingan dari produsen otomotif China serta pergeseran industri menuju kendaraan listrik. Selain itu, investasi Toyota dalam otomatisasi, perangkat lunak, dan teknologi kendaraan otonom menjadi perhatian pasar.
Toyota memperkirakan modernisasi pabrik dapat membutuhkan investasi hingga 1 triliun yen per tahun mulai 2028.
Toyota dijadwalkan mengumumkan hasil keuangan kuartal kedua tahun fiskal pada 5 November 2026. (end/Reuters)
Berdasarkan survei Reuters terhadap sembilan analis, laba operasional Toyota diproyeksikan mencapai 992 miliar yen, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, pendapatan diperkirakan meningkat 8% menjadi 13,4 triliun yen.
Pelemahan nilai tukar yen, permintaan yang kuat terhadap kendaraan hybrid dengan margin keuntungan lebih tinggi, serta tidak berulangnya beban terkait tarif impor Amerika Serikat yang membebani kinerja pada tahun sebelumnya diperkirakan menjadi faktor pendukung pertumbuhan tersebut.
Meski demikian, penjualan global kendaraan Toyota dan Lexus tercatat turun 4% menjadi sedikit di atas 2,5 juta unit. Penurunan terutama terjadi di China sebesar 22% dan kawasan Timur Tengah sekitar sepertiga.
Di Amerika Utara, penjualan kendaraan elektrifikasi Toyota meningkat lebih dari 30% menjadi hampir 430.000 unit. Sementara itu, total penjualan kendaraan di Amerika Serikat hanya meningkat kurang dari 1%.
Investor juga mencermati persaingan dari produsen otomotif China serta pergeseran industri menuju kendaraan listrik. Selain itu, investasi Toyota dalam otomatisasi, perangkat lunak, dan teknologi kendaraan otonom menjadi perhatian pasar.
Toyota memperkirakan modernisasi pabrik dapat membutuhkan investasi hingga 1 triliun yen per tahun mulai 2028.
Toyota dijadwalkan mengumumkan hasil keuangan kuartal kedua tahun fiskal pada 5 November 2026. (end/Reuters)

