Kembali
PRUDENTIAL CATAT KENAIKAN LABA TIPIS PADA BISNIS BARU KUARTAL KETIGA
Perusahaan asuransi Prudential melaporkan kenaikan tipis pada laba bisnis baru kuartal ketiga pada hari Kamis (5 November), seiring dengan langkah penyesuaian harga di Hong Kong yang meningkatkan margin dan membantu mengimbangi perlambatan bisnis di Tiongkok daratan.
Laba bisnis baru yang mencerminkan perkiraan laba sepanjang masa dari polis yang terjual naik 1 persen pada kuartal yang berakhir 30 September menjadi US$709 juta dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Angka ini dihitung berdasarkan metode nilai tertanam tradisional dan nilai tukar yang konstan.
Margin laba bisnis baru kuartalan meningkat menjadi 44 persen dari 41 persen pada tahun sebelumnya, sementara penjualan setara premi tahunan mengalami penurunan sebesar 6 persen.
Hong Kong, kontributor laba terbesar bagi Prudential, mencatatkan pertumbuhan dua digit dalam laba bisnis baru kuartalan, yang didorong oleh margin yang lebih tinggi serta permintaan yang kuat dari nasabah lokal.
Perusahaan asuransi tersebut menyatakan bahwa permintaan yang lebih kuat dari penduduk Hong Kong mampu mengimbangi melambatnya konversi calon penjualan dari sejumlah pengunjung asal Tiongkok daratan.
Pada bulan Agustus, muncul laporan bahwa Tiongkok mulai mengenakan pajak penghasilan pribadi sebesar 20 persen atas imbal hasil dari polis asuransi Hong Kong. Hal ini memicu kekhawatiran mengenai permintaan dari nasabah asal Tiongkok daratan serta kemungkinan adanya pembatasan yang lebih luas terhadap saluran investasi lintas batas.
Laba bisnis baru dari CITIC Prudential Life perusahaan patungan di Tiongkok daratan mengalami penurunan signifikan setelah diberlakukannya aturan baru yang membatasi besaran komisi yang dapat dibayarkan perusahaan asuransi kepada bank untuk penjualan polis, yang pada gilirannya memperlambat penjualan melalui kantor cabang bank.
Prudential memperkirakan laba bisnis baru di Tiongkok daratan untuk tahun fiskal 2026 akan lebih rendah 10 persen hingga 15 persen dibandingkan tahun 2025.
Di kawasan ASEAN, laba bisnis baru dari Malaysia mencatatkan pertumbuhan, sementara laba dari Singapura dan Indonesia mengalami penurunan (end/Reuters)
Laba bisnis baru yang mencerminkan perkiraan laba sepanjang masa dari polis yang terjual naik 1 persen pada kuartal yang berakhir 30 September menjadi US$709 juta dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Angka ini dihitung berdasarkan metode nilai tertanam tradisional dan nilai tukar yang konstan.
Margin laba bisnis baru kuartalan meningkat menjadi 44 persen dari 41 persen pada tahun sebelumnya, sementara penjualan setara premi tahunan mengalami penurunan sebesar 6 persen.
Hong Kong, kontributor laba terbesar bagi Prudential, mencatatkan pertumbuhan dua digit dalam laba bisnis baru kuartalan, yang didorong oleh margin yang lebih tinggi serta permintaan yang kuat dari nasabah lokal.
Perusahaan asuransi tersebut menyatakan bahwa permintaan yang lebih kuat dari penduduk Hong Kong mampu mengimbangi melambatnya konversi calon penjualan dari sejumlah pengunjung asal Tiongkok daratan.
Pada bulan Agustus, muncul laporan bahwa Tiongkok mulai mengenakan pajak penghasilan pribadi sebesar 20 persen atas imbal hasil dari polis asuransi Hong Kong. Hal ini memicu kekhawatiran mengenai permintaan dari nasabah asal Tiongkok daratan serta kemungkinan adanya pembatasan yang lebih luas terhadap saluran investasi lintas batas.
Laba bisnis baru dari CITIC Prudential Life perusahaan patungan di Tiongkok daratan mengalami penurunan signifikan setelah diberlakukannya aturan baru yang membatasi besaran komisi yang dapat dibayarkan perusahaan asuransi kepada bank untuk penjualan polis, yang pada gilirannya memperlambat penjualan melalui kantor cabang bank.
Prudential memperkirakan laba bisnis baru di Tiongkok daratan untuk tahun fiskal 2026 akan lebih rendah 10 persen hingga 15 persen dibandingkan tahun 2025.
Di kawasan ASEAN, laba bisnis baru dari Malaysia mencatatkan pertumbuhan, sementara laba dari Singapura dan Indonesia mengalami penurunan (end/Reuters)

