Kembali
PENDAPATAN TURUN, RUGI TAMA MENINGKAT HINGGA SEPTEMBER 2026
PT Lancartama Sejati Tbk (TAMA) mencatat pendapatan sebesar Rp8,29 miliar hingga 30 September 2026, turun 52,47% dibandingkan Rp17,43 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Beban pokok pendapatan tercatat sebesar Rp4,62 miliar, turun dari Rp10,51 miliar. Dengan demikian, laba bruto perseroan mencapai Rp3,67 miliar, dibandingkan Rp6,92 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Beban umum dan administrasi tercatat sebesar Rp3,73 miliar, turun dari Rp4,60 miliar. Namun, perseroan membukukan beban lain-lain bersih sebesar Rp91,64 miliar, berbalik dari pendapatan lain-lain bersih sebesar Rp470,83 juta pada periode sebelumnya.
Kondisi tersebut menyebabkan perseroan mencatat rugi usaha sebesar Rp91,92 miliar, dibandingkan laba usaha Rp2,29 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Setelah memperhitungkan pendapatan keuangan Rp9,89 juta dan beban keuangan Rp5,29 miliar, Lancartama Sejati membukukan rugi bersih sebesar Rp97,20 miliar hingga September 2026, meningkat dibandingkan rugi bersih Rp8,20 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Beban lain-lain tersebut terutama berasal dari kerugian penyesuaian nilai wajar properti investasi sebesar Rp91,64 miliar. Akibat penyesuaian tersebut, nilai properti investasi perseroan turun menjadi Rp77,56 miliar dari sebelumnya Rp169,20 miliar pada akhir 2025.
Dari sisi posisi keuangan, total liabilitas perseroan tercatat sebesar Rp143,93 miliar, meningkat dari Rp140,19 miliar pada 31 Desember 2025. Liabilitas tersebut terutama berasal dari utang pemegang saham sebesar Rp142,23 miliar. Sementara itu, total aset tercatat sebesar Rp81,38 miliar, turun dibandingkan Rp174,85 miliar pada akhir 2025. Perseroan juga membukukan defisiensi ekuitas sebesar Rp62,54 miliar, dibandingkan ekuitas positif Rp34,66 miliar pada akhir 2025. (end)
Beban pokok pendapatan tercatat sebesar Rp4,62 miliar, turun dari Rp10,51 miliar. Dengan demikian, laba bruto perseroan mencapai Rp3,67 miliar, dibandingkan Rp6,92 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Beban umum dan administrasi tercatat sebesar Rp3,73 miliar, turun dari Rp4,60 miliar. Namun, perseroan membukukan beban lain-lain bersih sebesar Rp91,64 miliar, berbalik dari pendapatan lain-lain bersih sebesar Rp470,83 juta pada periode sebelumnya.
Kondisi tersebut menyebabkan perseroan mencatat rugi usaha sebesar Rp91,92 miliar, dibandingkan laba usaha Rp2,29 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Setelah memperhitungkan pendapatan keuangan Rp9,89 juta dan beban keuangan Rp5,29 miliar, Lancartama Sejati membukukan rugi bersih sebesar Rp97,20 miliar hingga September 2026, meningkat dibandingkan rugi bersih Rp8,20 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Beban lain-lain tersebut terutama berasal dari kerugian penyesuaian nilai wajar properti investasi sebesar Rp91,64 miliar. Akibat penyesuaian tersebut, nilai properti investasi perseroan turun menjadi Rp77,56 miliar dari sebelumnya Rp169,20 miliar pada akhir 2025.
Dari sisi posisi keuangan, total liabilitas perseroan tercatat sebesar Rp143,93 miliar, meningkat dari Rp140,19 miliar pada 31 Desember 2025. Liabilitas tersebut terutama berasal dari utang pemegang saham sebesar Rp142,23 miliar. Sementara itu, total aset tercatat sebesar Rp81,38 miliar, turun dibandingkan Rp174,85 miliar pada akhir 2025. Perseroan juga membukukan defisiensi ekuitas sebesar Rp62,54 miliar, dibandingkan ekuitas positif Rp34,66 miliar pada akhir 2025. (end)

