Kembali
PEFINDO BERIKAN PERINGKAT idA+ UNTUK RUKUN RAHARJA
PEFINDO memberikan peringkat idA+ untuk PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) dan rencana penerbitan Obligasi Berkelanjutan I Tahun 2026 senilai maksimum Rp1,5 triliun dengan rencana penerbitan Tahap I senilai Rp1,25 triliun dan peringkat idA+(sy) SR Sukuk Wakalah I (NEW) idA+(sy) untuk rencana penerbitan Sukuk Wakalah Berkelanjutan I Tahun 2026 senilai maksimum Rp1,3 triliun dengan rencana penerbitan Tahap I senilai Rp300 miliar.
Dana hasil penerbitan obligasi dan sukuk tersebut akan digunakan untuk pembiayaan kembali utang dan pembiayaan modal kerja. Prospek peringkat Perusahaan adalah stabil.
Peringkat tersebut mencerminkan posisi pasar RAJA yang kuat, skema kontrak yang terjamin, dan profil keuangan yang kuat. Peringkat dibatasi oleh paparan terhadap fluktuasi harga komoditas, risiko pengembangan proyek, serta profil bisnis yang terkonsentrasi.
Peringkat dapat dinaikkan jika RAJA memperkuat bisnis antar-stream, terutama di bisnis midstream dan downstream yang memberikan manfaat kepemimpinan biaya sehingga menghasilkan profitabilitas yang lebih stabil. Kondisi ini harus disertai dengan kemampuan Perusahaan dalam menjaga profil keuangan yang kuat. Kami dapat menurunkan peringkat jika RAJA menambah utang yang jauh lebih besar daripada yang diproyeksikan sehingga melemahkan struktur permodalan dan perlindungan arus kas secara signifikan, tanpa dikompensasi oleh kinerja bisnis yang lebih kuat. Peringkat juga dapat tertekan jika RAJA tidak dapat mempertahankan kontrak end-to-end yang relatif terjamin, terutama di bisnis downstream yang menghadapi risiko penipisan pasokan gas, atau jika terjadi fluktuasi ekonomi makro atau harga komoditas, yang akan berdampak buruk pada kinerja bisnis dan keuangan Perusahaan.
RAJA bergerak dalam bidang transmisi dan distribusi gas di Indonesia, sangat didorong oleh kontrak pembelian dengan Grup Sinarmas. Perusahaan juga memiliki aset konsorsium strategis di bisnis midstream yang bermitra dengan PT Pertamina Gas (Pertagas) sebagai operator pipa transmisi terbesar, dan di bisnis hulu dengan memiliki hak partisipasi di blok Jabung, Cepu, dan Madura. Per 30 September 2026, pemegang saham Perusahaan adalah PT Sentosa Bersama Mitra (35,73%), Bapak Hapsoro (27,52%), PT Tirta Orisa Yasa (12,38%), publik (24,02%), dan saham treasuri (0,35%). (end)
Dana hasil penerbitan obligasi dan sukuk tersebut akan digunakan untuk pembiayaan kembali utang dan pembiayaan modal kerja. Prospek peringkat Perusahaan adalah stabil.
Peringkat tersebut mencerminkan posisi pasar RAJA yang kuat, skema kontrak yang terjamin, dan profil keuangan yang kuat. Peringkat dibatasi oleh paparan terhadap fluktuasi harga komoditas, risiko pengembangan proyek, serta profil bisnis yang terkonsentrasi.
Peringkat dapat dinaikkan jika RAJA memperkuat bisnis antar-stream, terutama di bisnis midstream dan downstream yang memberikan manfaat kepemimpinan biaya sehingga menghasilkan profitabilitas yang lebih stabil. Kondisi ini harus disertai dengan kemampuan Perusahaan dalam menjaga profil keuangan yang kuat. Kami dapat menurunkan peringkat jika RAJA menambah utang yang jauh lebih besar daripada yang diproyeksikan sehingga melemahkan struktur permodalan dan perlindungan arus kas secara signifikan, tanpa dikompensasi oleh kinerja bisnis yang lebih kuat. Peringkat juga dapat tertekan jika RAJA tidak dapat mempertahankan kontrak end-to-end yang relatif terjamin, terutama di bisnis downstream yang menghadapi risiko penipisan pasokan gas, atau jika terjadi fluktuasi ekonomi makro atau harga komoditas, yang akan berdampak buruk pada kinerja bisnis dan keuangan Perusahaan.
RAJA bergerak dalam bidang transmisi dan distribusi gas di Indonesia, sangat didorong oleh kontrak pembelian dengan Grup Sinarmas. Perusahaan juga memiliki aset konsorsium strategis di bisnis midstream yang bermitra dengan PT Pertamina Gas (Pertagas) sebagai operator pipa transmisi terbesar, dan di bisnis hulu dengan memiliki hak partisipasi di blok Jabung, Cepu, dan Madura. Per 30 September 2026, pemegang saham Perusahaan adalah PT Sentosa Bersama Mitra (35,73%), Bapak Hapsoro (27,52%), PT Tirta Orisa Yasa (12,38%), publik (24,02%), dan saham treasuri (0,35%). (end)

