Kembali
DSI TEGASKAN KUATKAN KEPERCAYAAN DUNIA TERHADAP MINYAK SAWIT INDONESIA
PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) menegaskan perusahaan di bawah Danantara Indonesia ini siap menegakkan standar industri, mempermudah kepatuhan regulasi, serta memperkuat kepercayaan dunia terhadap minyak sawit Indonesia.
CEO DSI Luke Mahony dalam sebuah Dialog Khusus (Special Dialogue) di ajang Konferensi Tahunan Roundtable on Sustainable Palm Oil (RT2026), di Jakarta, menyatakan upaya tersebut dilakukan melalui Gerbang Ekspor Tunggal (Single Export Gate) Indonesia yang menata ulang lanskap ekspor sawit Indonesia di kancah global.
Dia menjelaskan mengenai bagaimana sistem baru ini bersama dengan minyak sawit berkelanjutan dapat saling melengkapi guna memperkuat kepercayaan pasar global.
"Kami hadir untuk menegakkan standar industri, mempermudah kepatuhan regulasi, serta memperkuat kepercayaan dunia terhadap minyak sawit Indonesia," ujar Mahony dalam keterangannya, di Jakarta, Kamis.
DSI, katanya lagi, menyambut baik dialog dengan RSPO, karena aspek keberlanjutan dan akses pasar harus berjalan beriringan, mandat DSI sangat tegas yakni memfasilitasi ekspor minyak sawit Indonesia bukan menghambat.
Pada 2026, Danantara Indonesia, badan investasi pemerintah, mendirikan PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) untuk mengawasi dan mengelola ekspor komoditas strategis.
Dia menekankan, DSI bertujuan untuk menghadirkan transparansi dan kredibilitas pada pasar komoditas Indonesia, dengan memanfaatkan data yang ada dalam ekosistem dan memadukannya dengan realitas pasar, termasuk aspek keberlanjutan dari perspektif RSPO, pasokan, harga, dan produksi.
Di bawah model perantara DSI yang akan diluncurkan pada Januari 2027, ujarnya pula, pembeli dan penjual tetap menjaga hubungan bisnis mereka, sementara DSI melindungi kontinuitas ekspor dan menjaga rantai ketertelusuran. (end/ant)
CEO DSI Luke Mahony dalam sebuah Dialog Khusus (Special Dialogue) di ajang Konferensi Tahunan Roundtable on Sustainable Palm Oil (RT2026), di Jakarta, menyatakan upaya tersebut dilakukan melalui Gerbang Ekspor Tunggal (Single Export Gate) Indonesia yang menata ulang lanskap ekspor sawit Indonesia di kancah global.
Dia menjelaskan mengenai bagaimana sistem baru ini bersama dengan minyak sawit berkelanjutan dapat saling melengkapi guna memperkuat kepercayaan pasar global.
"Kami hadir untuk menegakkan standar industri, mempermudah kepatuhan regulasi, serta memperkuat kepercayaan dunia terhadap minyak sawit Indonesia," ujar Mahony dalam keterangannya, di Jakarta, Kamis.
DSI, katanya lagi, menyambut baik dialog dengan RSPO, karena aspek keberlanjutan dan akses pasar harus berjalan beriringan, mandat DSI sangat tegas yakni memfasilitasi ekspor minyak sawit Indonesia bukan menghambat.
Pada 2026, Danantara Indonesia, badan investasi pemerintah, mendirikan PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) untuk mengawasi dan mengelola ekspor komoditas strategis.
Dia menekankan, DSI bertujuan untuk menghadirkan transparansi dan kredibilitas pada pasar komoditas Indonesia, dengan memanfaatkan data yang ada dalam ekosistem dan memadukannya dengan realitas pasar, termasuk aspek keberlanjutan dari perspektif RSPO, pasokan, harga, dan produksi.
Di bawah model perantara DSI yang akan diluncurkan pada Januari 2027, ujarnya pula, pembeli dan penjual tetap menjaga hubungan bisnis mereka, sementara DSI melindungi kontinuitas ekspor dan menjaga rantai ketertelusuran. (end/ant)

