Kembali
PDC PERKUAT STANDAR KESELAMATAN MITRA PENYEDIA BARANG DAN JASA
PT Patra Drilling Contractor (PDC) memperkuat standar keselamatan, integritas, dan kompetensi mitra penyedia barang dan jasa untuk mendukung keandalan operasional di industri energi. Langkah ini ditegaskan melalui Supplier Excellence Forum 2026 bertema "Supply Chain Excellence Starts with Safety" yang berlangsung di Grha Pertamina, Jakarta, Kamis (29/10).
Forum yang diikuti 240 peserta dari kalangan mitra kerja, unit bisnis internal, dan undangan lainnya ini menjadi sarana penyelarasan standar pengadaan, penguatan tata kelola, serta peningkatan kepatuhan terhadap ketentuan Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) di lingkungan Pertamina.
Direktur Utama PDC Hery Lesmana menegaskan bahwa mitra penyedia barang dan jasa memiliki peran penting dalam menjaga kelancaran operasional perusahaan. Karena itu, keunggulan rantai pasok tidak cukup diukur dari efisiensi biaya dan ketepatan waktu, tetapi juga dari kualitas pekerjaan, keselamatan, dan integritas bisnis.
"Bagi kami, mitra kerja bukan sekadar penyedia barang dan jasa, melainkan bagian penting dari keberhasilan operasional perusahaan. Efisiensi tidak boleh dicapai dengan mengorbankan keselamatan maupun prinsip tata kelola yang baik," ujar Hery.
Direktur Keuangan dan Penunjang Bisnis PT Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI), Kristian Rizki Wahyu Permana, turut menekankan pentingnya sinergi antara PDSI, PDC, dan seluruh mitra kerja dalam mendukung kelancaran operasional serta keberlanjutan bisnis.
"Efisiensi pengadaan harus berjalan seiring dengan tata kelola yang transparan dan akuntabel. Kualitas, ketepatan waktu, dan keselamatan kerja tidak boleh dikompromikan dalam upaya meningkatkan kinerja rantai pasok," ujar Kristian. (end)
Forum yang diikuti 240 peserta dari kalangan mitra kerja, unit bisnis internal, dan undangan lainnya ini menjadi sarana penyelarasan standar pengadaan, penguatan tata kelola, serta peningkatan kepatuhan terhadap ketentuan Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) di lingkungan Pertamina.
Direktur Utama PDC Hery Lesmana menegaskan bahwa mitra penyedia barang dan jasa memiliki peran penting dalam menjaga kelancaran operasional perusahaan. Karena itu, keunggulan rantai pasok tidak cukup diukur dari efisiensi biaya dan ketepatan waktu, tetapi juga dari kualitas pekerjaan, keselamatan, dan integritas bisnis.
"Bagi kami, mitra kerja bukan sekadar penyedia barang dan jasa, melainkan bagian penting dari keberhasilan operasional perusahaan. Efisiensi tidak boleh dicapai dengan mengorbankan keselamatan maupun prinsip tata kelola yang baik," ujar Hery.
Direktur Keuangan dan Penunjang Bisnis PT Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI), Kristian Rizki Wahyu Permana, turut menekankan pentingnya sinergi antara PDSI, PDC, dan seluruh mitra kerja dalam mendukung kelancaran operasional serta keberlanjutan bisnis.
"Efisiensi pengadaan harus berjalan seiring dengan tata kelola yang transparan dan akuntabel. Kualitas, ketepatan waktu, dan keselamatan kerja tidak boleh dikompromikan dalam upaya meningkatkan kinerja rantai pasok," ujar Kristian. (end)

