Kembali
NIKKEI SENTUH TITIK TERENDAH SEJAK APRIL PADA PENUTUPAN JUMAT
Indeks Nikkei 225 anjlok 5,96% dan ditutup pada level 57.435 pada hari Jumat, menyentuh titik terendah sejak April serta mencatatkan penurunan mingguan lebih dari 9%.
Ini merupakan kinerja mingguan terburuk sejak aksi jual pasar akibat pandemi Covid pada Maret 2020. Saham sektor teknologi memimpin penurunan tersebut setelah kemenangan telak Partai Demokrat dalam pemilihan paruh waktu (midterm elections) di Amerika Serikat memicu kekhawatiran akan regulasi yang lebih ketat terhadap industri kecerdasan buatan (AI) serta potensi perlambatan dalam ekspansi pusat data (data center).
Saham-saham Jepang yang terkait dengan AI mencatat kerugian mingguan yang signifikan karena keterpaparan mereka yang besar terhadap pengembangan infrastruktur AI global; Kioxia Holdings anjlok 36,8%, Advantest turun 19,6%, Taiyo Yuden melemah 22%, Tokyo Electron kehilangan 13,2%, dan SoftBank Group merosot 20,8%.
Sementara itu, data menunjukkan bahwa upah nominal di Jepang meningkat dengan laju tercepat dalam hampir tiga dekade, yang memperkuat ekspektasi akan adanya kenaikan suku bunga lanjutan oleh Bank of Japan pada bulan Desember. (end/tradingeconomics)
Ini merupakan kinerja mingguan terburuk sejak aksi jual pasar akibat pandemi Covid pada Maret 2020. Saham sektor teknologi memimpin penurunan tersebut setelah kemenangan telak Partai Demokrat dalam pemilihan paruh waktu (midterm elections) di Amerika Serikat memicu kekhawatiran akan regulasi yang lebih ketat terhadap industri kecerdasan buatan (AI) serta potensi perlambatan dalam ekspansi pusat data (data center).
Saham-saham Jepang yang terkait dengan AI mencatat kerugian mingguan yang signifikan karena keterpaparan mereka yang besar terhadap pengembangan infrastruktur AI global; Kioxia Holdings anjlok 36,8%, Advantest turun 19,6%, Taiyo Yuden melemah 22%, Tokyo Electron kehilangan 13,2%, dan SoftBank Group merosot 20,8%.
Sementara itu, data menunjukkan bahwa upah nominal di Jepang meningkat dengan laju tercepat dalam hampir tiga dekade, yang memperkuat ekspektasi akan adanya kenaikan suku bunga lanjutan oleh Bank of Japan pada bulan Desember. (end/tradingeconomics)

