Kembali
BERSIAP IPO, ANDALAN ARTHA PRIMANUSA TARGETKAN DANA HINGGA RP316,76 MILIAR
Perusahaan jasa penunjang pertambangan dan penggalian, PT Andalan Artha Primanusa Tbk, secara resmi menyampaikan Prospektus Awal sehubungan dengan rencana Penawaran Umum Perdana Saham (Initial Public Offering/IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Dalam aksi korporasi ini, Perseroan berencana melepas sebanyak-banyaknya 1.676.000.000 (satu miliar enam ratus tujuh puluh empat juta) saham biasa atas nama, yang merupakan saham baru dari portepel perusahaan. Jumlah tersebut setara dengan 25,10% dari total modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO, dengan nilai nominal Rp10 per saham.
Perseroan menetapkan rentang harga penawaran awal (bookbuilding) sebesar Rp158 hingga Rp189 per lembar saham. Dengan penetapan kisaran harga tersebut, total nilai penawaran umum perdana saham yang dibidik oleh perusahaan mencapai sebesar-besarnya Rp316.764.000.000.
Penawaran awal dijadwalkan berlangsung pada 5-17 November 2026, diikuti masa penawaran umum pada 24-27 November 2026, serta target pencatatan saham di BEI menggunakan kode perdagangan "ANDA" pada 1 Desember 2026.
Bersamaan dengan penerbitan saham baru, PT Andalan Artha Primanusa Tbk juga menerbitkan sebanyak-banyaknya 239.429.000 Waran Seri I secara cuma-cuma sebagai insentif bagi para pemegang saham baru. Setiap pemegang 7 saham baru berhak memperoleh 1 Waran Seri I, di mana setiap 1 waran memberikan hak untuk membeli 1 saham biasa pada harga pelaksanaan Rp695 per saham. Periode pelaksanaan Waran Seri I dijadwalkan mulai 1 Juni 2027 hingga 1 Desember 2028, dengan potensi perolehan dana tambahan maksimal sebesar Rp166,40 miliar.
Berdasarkan rencana penggunaan dana, sekitar 35,00% atau setara Rp107,01 miliar dari hasil bersih IPO akan dialokasikan untuk pembayaran dan pelunasan kewajiban utang perseroan. Rinciannya meliputi pelunasan lebih awal atas seluruh sisa pokok pinjaman fasilitas kredit kepada PT Radana Bhaskara Finance Tbk sebesar sekitar Rp65,00 miliar (21,26%), serta pembayaran sebagian pokok pinjaman fasilitas kredit kepada PT Bank Mandiri (Persero) Tbk sebesar sekitar Rp42,00 miliar (13,74%).
Sementara itu, sisa dana IPO sebesar 65,00% akan diperuntukkan bagi modal kerja operasional perseroan. Alokasi modal kerja tersebut mencakup pembelian bahan bakar minyak (BBM) armada dan alat berat secara lunas (sekitar 20,14%), pembiayaan upah, tunjangan, dan fasilitas tenaga kerja operasional langsung di lapangan (sekitar 30,98%), serta belanja pemeliharaan dan pengadaan suku cadang (spare parts), pelumas, dan ban kendaraan operasional (sekitar 13,88%).
Dalam pelaksanaan penawaran umum perdana ini, PT Henan Putihrai Sekuritas bertindak sebagai Penjamin Pelaksana Emisi Efek (Underwriter) dengan kesanggupan penuh (full commitment) terhadap sisa saham yang tidak dipesan. (end)
Dalam aksi korporasi ini, Perseroan berencana melepas sebanyak-banyaknya 1.676.000.000 (satu miliar enam ratus tujuh puluh empat juta) saham biasa atas nama, yang merupakan saham baru dari portepel perusahaan. Jumlah tersebut setara dengan 25,10% dari total modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO, dengan nilai nominal Rp10 per saham.
Perseroan menetapkan rentang harga penawaran awal (bookbuilding) sebesar Rp158 hingga Rp189 per lembar saham. Dengan penetapan kisaran harga tersebut, total nilai penawaran umum perdana saham yang dibidik oleh perusahaan mencapai sebesar-besarnya Rp316.764.000.000.
Penawaran awal dijadwalkan berlangsung pada 5-17 November 2026, diikuti masa penawaran umum pada 24-27 November 2026, serta target pencatatan saham di BEI menggunakan kode perdagangan "ANDA" pada 1 Desember 2026.
Bersamaan dengan penerbitan saham baru, PT Andalan Artha Primanusa Tbk juga menerbitkan sebanyak-banyaknya 239.429.000 Waran Seri I secara cuma-cuma sebagai insentif bagi para pemegang saham baru. Setiap pemegang 7 saham baru berhak memperoleh 1 Waran Seri I, di mana setiap 1 waran memberikan hak untuk membeli 1 saham biasa pada harga pelaksanaan Rp695 per saham. Periode pelaksanaan Waran Seri I dijadwalkan mulai 1 Juni 2027 hingga 1 Desember 2028, dengan potensi perolehan dana tambahan maksimal sebesar Rp166,40 miliar.
Berdasarkan rencana penggunaan dana, sekitar 35,00% atau setara Rp107,01 miliar dari hasil bersih IPO akan dialokasikan untuk pembayaran dan pelunasan kewajiban utang perseroan. Rinciannya meliputi pelunasan lebih awal atas seluruh sisa pokok pinjaman fasilitas kredit kepada PT Radana Bhaskara Finance Tbk sebesar sekitar Rp65,00 miliar (21,26%), serta pembayaran sebagian pokok pinjaman fasilitas kredit kepada PT Bank Mandiri (Persero) Tbk sebesar sekitar Rp42,00 miliar (13,74%).
Sementara itu, sisa dana IPO sebesar 65,00% akan diperuntukkan bagi modal kerja operasional perseroan. Alokasi modal kerja tersebut mencakup pembelian bahan bakar minyak (BBM) armada dan alat berat secara lunas (sekitar 20,14%), pembiayaan upah, tunjangan, dan fasilitas tenaga kerja operasional langsung di lapangan (sekitar 30,98%), serta belanja pemeliharaan dan pengadaan suku cadang (spare parts), pelumas, dan ban kendaraan operasional (sekitar 13,88%).
Dalam pelaksanaan penawaran umum perdana ini, PT Henan Putihrai Sekuritas bertindak sebagai Penjamin Pelaksana Emisi Efek (Underwriter) dengan kesanggupan penuh (full commitment) terhadap sisa saham yang tidak dipesan. (end)

