Kembali
PERURI DORONG KEAMANAN DIGITAL UNTUK PERKUAT KETAHANAN ENERGI RI
Perum Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri) mendorong penguatan keamanan dan kepercayaan digital untuk mendukung ketahanan serta kedaulatan energi nasional di tengah meningkatnya pemanfaatan teknologi pada sektor energi.
Direktur Utama Peruri Teguh Arief Indratmoko mengatakan ketahanan energi tidak hanya bergantung pada ketersediaan sumber daya, kapasitas produksi dan infrastruktur fisik, tetapi juga membutuhkan sistem digital yang aman, transparan dan terpercaya.
"Kedaulatan energi bertumpu pada pasokan, berakar pada kepercayaan digital. Di tengah semakin terhubungnya infrastruktur dan rantai pasok energi, kita harus memastikan bahwa setiap data, identitas, dokumen dan transaksi memiliki tingkat keamanan serta integritas yang dapat dipertanggungjawabkan," ujar Teguh dalam keterangan pers di Jakarta, Jumat.
Menurut dia, digitalisasi industri energi perlu diimbangi dengan penguatan sistem keamanan untuk mengantisipasi risiko kebocoran data rantai pasok, manipulasi dokumen pertambangan, penyimpangan distribusi subsidi energi, hingga serangan siber terhadap infrastruktur strategis nasional.
Dalam mendukung hal tersebut, Peruri mengembangkan teknologi identitas digital, autentikasi, sertifikat elektronik, pengamanan transaksi, serta sistem ketertelusuran digital.
Teknologi tersebut dinilai berpotensi memperkuat pengawasan distribusi bahan bakar, meningkatkan ketepatan verifikasi penerima subsidi, serta menjamin keamanan dokumen dan transaksi komoditas mineral maupun batu bara.
"Setiap liter bahan bakar harus dapat ditelusuri, setiap penerima subsidi harus dapat diverifikasi, dan setiap komoditas energi harus memiliki rekam jejak digital yang terpercaya," tegas Teguh.
Ia menambahkan prinsip ketertelusuran digital juga diperlukan dalam pengembangan energi hijau, terutama untuk memastikan transparansi data emisi, sertifikasi dan transaksi karbon.
Melalui penguatan teknologi keamanan dan kolaborasi lintas sektor, PERURI berupaya mendukung tata kelola energi nasional yang lebih efisien, transparan dan akuntabel. (end/ant)
Direktur Utama Peruri Teguh Arief Indratmoko mengatakan ketahanan energi tidak hanya bergantung pada ketersediaan sumber daya, kapasitas produksi dan infrastruktur fisik, tetapi juga membutuhkan sistem digital yang aman, transparan dan terpercaya.
"Kedaulatan energi bertumpu pada pasokan, berakar pada kepercayaan digital. Di tengah semakin terhubungnya infrastruktur dan rantai pasok energi, kita harus memastikan bahwa setiap data, identitas, dokumen dan transaksi memiliki tingkat keamanan serta integritas yang dapat dipertanggungjawabkan," ujar Teguh dalam keterangan pers di Jakarta, Jumat.
Menurut dia, digitalisasi industri energi perlu diimbangi dengan penguatan sistem keamanan untuk mengantisipasi risiko kebocoran data rantai pasok, manipulasi dokumen pertambangan, penyimpangan distribusi subsidi energi, hingga serangan siber terhadap infrastruktur strategis nasional.
Dalam mendukung hal tersebut, Peruri mengembangkan teknologi identitas digital, autentikasi, sertifikat elektronik, pengamanan transaksi, serta sistem ketertelusuran digital.
Teknologi tersebut dinilai berpotensi memperkuat pengawasan distribusi bahan bakar, meningkatkan ketepatan verifikasi penerima subsidi, serta menjamin keamanan dokumen dan transaksi komoditas mineral maupun batu bara.
"Setiap liter bahan bakar harus dapat ditelusuri, setiap penerima subsidi harus dapat diverifikasi, dan setiap komoditas energi harus memiliki rekam jejak digital yang terpercaya," tegas Teguh.
Ia menambahkan prinsip ketertelusuran digital juga diperlukan dalam pengembangan energi hijau, terutama untuk memastikan transparansi data emisi, sertifikasi dan transaksi karbon.
Melalui penguatan teknologi keamanan dan kolaborasi lintas sektor, PERURI berupaya mendukung tata kelola energi nasional yang lebih efisien, transparan dan akuntabel. (end/ant)

