Kembali
Panin Sekuritas - Trading Idea 7 Oktober 2026
Oleh Tim Riset Panin SekuritasUlasan Pasar
Bursa pada Sesi I. IHSG ditutup melemah -0,55% di level 6.158,78 pada sesi 1 perdagangan hari ini. Seiring dengan tekanan foreign outflow pada pasar saham Indonesia yang terus berlanjut hingga Okt-26 mencapai -Rp83 triliun ytd, ditandai dengan keluarnya dana asing terbesar sejak 1998. Selain itu, pelemahan harga saham BYAN sebesar (-6,32%) menjadi salah satu pendorong pelemahan bursa Indonesia, kontribusi penurunan bobot sebesar -12 poin, seiring dengan adanya transaksi nego sebesar Rp26 triliun pada harga Rp2.588/saham (harga sesi 1: Rp12.600/saham). Adapun juga, rilis data cadangan devisa Indonesia pada Sep-26 tercatat menurun tipis menjadi USD146,3 miliar (Ags-26: USD146,5 miliar).
Bursa Regional. Bursa Asia bergerak mayoritas melemah sepanjang sesi I dimana Indeks Jepang -0,70%, Hong Kong -0,53%, Thailand +0,31%, danKorea -1,34%. Seiring dengan rilis data cadangan devisa Jepang pada Sep-26 tercatat menurun menjadi USD1,17 triliun (prev: USD1,2 triliun) dengan adanya intervensi pasar valuta asing dalam membeli mata uang Yen. Selain itu, cadangan devisa China pada Sep-26 turut menurun menjadi USD3,4 triliun dengan penurunan sebanyak USD38 miliar. Di lain sisi, Bank Central China kian meningkatkan cadangan emas nya menjadi 77,4 juta troy ons pada Sep-26 (prev: 76,7 juta troy ons).
Indeks sektoral. Indeks sektoral ditutup mayoritas melemah pada sesi 1. pelemahan terbesar terjadi pada sektor energy sebesar -1,38%, terutama pada emiten BYAN (-6,32%) dan DSSA (-2,58%) seiring adanya aksi profit taking investor setelah kenaikan 2 hari berturut. Selain itu, sektor yang mengalami penguatan yaitu sektor financial sebesar +0,21% terutama pada emiten CASA (+1,41%) dan SMMA (+1,00%).
Komoditas & Nilai Tukar. Harga komoditas bergerak bervariasi. Dimana harga nikel -1,26%, minyak brent +0,80%, timah +0,05%, CPO -0,53%, dan emas -0,53%. Harga CPO Malaysia turun -0,53% menjadi MYR4.340/MT, didorong oleh pelemahan harga minyak kedelai di Chicago serta kekhawatiran kenaikan inventory CPO Malaysia yang diperkirakan mencapai puncaknya pada Sep-26. Prospek demand dari India masih relatif positif setelah penurunan bea masuk minyak nabati menjelang musim festival, namun belum cukup mengimbangi tekanan dari sisi supply dan substitusi antarminyak nabati. Di sisi lain, potensi supply yang lebih ketat akibat risiko El Nino pada tahun depan serta pelemahan ringgit berpotensi membatasi downside harga CPO dalam jangka pendek.
Nilai Perdagangan. Perdagangan di pasar regular di sepanjang sesi I dengan nilai transaksi sekitar hampir Rp4,7 triliun, lebih rendah dari transaksi perdagangan Selasa kemarin. Dari nilai transaksi pada sesi 1 didominasi oleh transaksi saham technology, financials, dan energy.
Yield SUN. Yield obligasi untuk tenor 5 tahun dan tenor 10 tahun turun, seiring dengan Rupiah yang mengalami penguatan ke level Rp17.885/USD.
Rekomendasi Saham
TLKM closing 2320 tertinggi 2340, +JPFA, pilihan saham-saham dengan frekuensi perdagangan tertinggi untuk scalping (trading cepat)
Full Report
https://pans.id/TradingIdea7Oktober2026
Bursa pada Sesi I. IHSG ditutup melemah -0,55% di level 6.158,78 pada sesi 1 perdagangan hari ini. Seiring dengan tekanan foreign outflow pada pasar saham Indonesia yang terus berlanjut hingga Okt-26 mencapai -Rp83 triliun ytd, ditandai dengan keluarnya dana asing terbesar sejak 1998. Selain itu, pelemahan harga saham BYAN sebesar (-6,32%) menjadi salah satu pendorong pelemahan bursa Indonesia, kontribusi penurunan bobot sebesar -12 poin, seiring dengan adanya transaksi nego sebesar Rp26 triliun pada harga Rp2.588/saham (harga sesi 1: Rp12.600/saham). Adapun juga, rilis data cadangan devisa Indonesia pada Sep-26 tercatat menurun tipis menjadi USD146,3 miliar (Ags-26: USD146,5 miliar).
Bursa Regional. Bursa Asia bergerak mayoritas melemah sepanjang sesi I dimana Indeks Jepang -0,70%, Hong Kong -0,53%, Thailand +0,31%, danKorea -1,34%. Seiring dengan rilis data cadangan devisa Jepang pada Sep-26 tercatat menurun menjadi USD1,17 triliun (prev: USD1,2 triliun) dengan adanya intervensi pasar valuta asing dalam membeli mata uang Yen. Selain itu, cadangan devisa China pada Sep-26 turut menurun menjadi USD3,4 triliun dengan penurunan sebanyak USD38 miliar. Di lain sisi, Bank Central China kian meningkatkan cadangan emas nya menjadi 77,4 juta troy ons pada Sep-26 (prev: 76,7 juta troy ons).
Indeks sektoral. Indeks sektoral ditutup mayoritas melemah pada sesi 1. pelemahan terbesar terjadi pada sektor energy sebesar -1,38%, terutama pada emiten BYAN (-6,32%) dan DSSA (-2,58%) seiring adanya aksi profit taking investor setelah kenaikan 2 hari berturut. Selain itu, sektor yang mengalami penguatan yaitu sektor financial sebesar +0,21% terutama pada emiten CASA (+1,41%) dan SMMA (+1,00%).
Komoditas & Nilai Tukar. Harga komoditas bergerak bervariasi. Dimana harga nikel -1,26%, minyak brent +0,80%, timah +0,05%, CPO -0,53%, dan emas -0,53%. Harga CPO Malaysia turun -0,53% menjadi MYR4.340/MT, didorong oleh pelemahan harga minyak kedelai di Chicago serta kekhawatiran kenaikan inventory CPO Malaysia yang diperkirakan mencapai puncaknya pada Sep-26. Prospek demand dari India masih relatif positif setelah penurunan bea masuk minyak nabati menjelang musim festival, namun belum cukup mengimbangi tekanan dari sisi supply dan substitusi antarminyak nabati. Di sisi lain, potensi supply yang lebih ketat akibat risiko El Nino pada tahun depan serta pelemahan ringgit berpotensi membatasi downside harga CPO dalam jangka pendek.
Nilai Perdagangan. Perdagangan di pasar regular di sepanjang sesi I dengan nilai transaksi sekitar hampir Rp4,7 triliun, lebih rendah dari transaksi perdagangan Selasa kemarin. Dari nilai transaksi pada sesi 1 didominasi oleh transaksi saham technology, financials, dan energy.
Yield SUN. Yield obligasi untuk tenor 5 tahun dan tenor 10 tahun turun, seiring dengan Rupiah yang mengalami penguatan ke level Rp17.885/USD.
Rekomendasi Saham
TLKM closing 2320 tertinggi 2340, +JPFA, pilihan saham-saham dengan frekuensi perdagangan tertinggi untuk scalping (trading cepat)
Full Report
https://pans.id/TradingIdea7Oktober2026

