Kembali
Panin Sekuritas - Panin News 8 Oktober 2026
Oleh Tim Riset Panin SekuritasUlasan Pasar
Pasar US kemarin ditutup melemah, DJIA -0,66%, S&P 500 -0,22% dan Nasdaq -0,22%. Investor masih akan mencermati tensi geopolitik, dimana Trump telah memberikan instruksi ke US Pentagon untuk bersiap melakukan serangan besar ke Iran dengan tujuan untuk menurunkan harga energi dalam jangka panjang. Pentagon berencana untuk menghancurkan infrastruktur energi Iran dan juga situs nuklir dan akan melakukan kordinasi dengan Israel. Minutes of Meeting The Fed menunjukan bahwa ada ruang kenaikan suku bunga hingga akhir tahun yang salah satunya didrong oleh permintaan energi karena meningkatnya permintaan AI yang outpace supply energi.
Pasar Eropa kemarin ditutup melemah, Stoxx 600 -1,00%, DAX -1,35% dan FTSE -0,79%. Investor akan mencermati biaya logistik, setelah kemarin biaya kapal tanker VLCC dapat menyentuh USD1,3 juta per hari, tertinggi dalam sejarah. Patut dicermati, investor legendaris, Ray Dalio, menyatakan bahwa ada potensi bubble AI akan meledak dalam jangka pendek ini.
Pagi ini bursa Jepang -0,95%, Hongkong -0,41%, Shanghai -0,08%, dan Singapura -2,37%. Pasar Asia pagi ini dibuka melemah. Investor akan mencermati harga energi, setelah kemarin ada kapal tanker yang diserang dekat LNG Terminal Ras Laffan di Qatar, mengindikasikan tensi yang masih tinggi. Saat ini, bank sentral dunia masih melakukan akumulasi pembelian emas, dengan penambahan +39 ton di Ags-26, pembelian 5 bulan berturut-turut dengan China membeli +20 ton, China juga membeli USD3,1 miliar emas di bulan lalu, pembelian bulanan terbesar sejak 2023.
Harga emas turun -1,00% menjadi USD4.116/oz seiring dengan tren kenaikan suku bunga yield global serta indikasi bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga 1x lagi tahun ini, sementara itu CPO Malaysia turun -0,69% menjadi MYR4.310/MT dan timah turun -0,51% menjadi USD54.000/MT. Yield obligasi AS 10 tahun naik +0,5bps ke level 5,284. Harga nickel naik +0,35% menjadi USD15.537/MT, didorong oleh ekspektasi pengendalian utilisasi smelter Indonesia apabila pasar global masih mengalami oversupply, serta potensi pemangkasan produksi akibat kekurangan air di Morowali. Namun demikian, kenaikan harga masih dibayangi oleh tingginya inventory nickel LME serta ekspektasi peningkatan produksi bijih Indonesia menjadi sekitar 290 juta ton pada 2026, di atas RKAB awal sebesar 260-270 juta ton. Kenaikan realisasi produksi tersebut berpotensi meningkatkan ketersediaan bijih dan menekan harga nickel apabila pertumbuhan supply kembali melampaui permintaan.
Pada penutupan perdagangan kemarin total transaksi tercatat sebesar Rp36,2 triliun danasing catat penjualan bersih sebesar Rp871 miliar, IHSG ditutup melemah -0,75%.
Untuk hari ini kami memperkirakan IHSG akan melemah, disebabkan oleh: (1) ekspektasi tensi geopolitik yang meningkat, (2) kembali naiknya yield obligasi global, (3) melemahnya harga komoditas di hari ini, serta (4) masih derasnya outflow dana asing.
Full report:
https://pans.id/PaninNews8Oktober2026
Pasar US kemarin ditutup melemah, DJIA -0,66%, S&P 500 -0,22% dan Nasdaq -0,22%. Investor masih akan mencermati tensi geopolitik, dimana Trump telah memberikan instruksi ke US Pentagon untuk bersiap melakukan serangan besar ke Iran dengan tujuan untuk menurunkan harga energi dalam jangka panjang. Pentagon berencana untuk menghancurkan infrastruktur energi Iran dan juga situs nuklir dan akan melakukan kordinasi dengan Israel. Minutes of Meeting The Fed menunjukan bahwa ada ruang kenaikan suku bunga hingga akhir tahun yang salah satunya didrong oleh permintaan energi karena meningkatnya permintaan AI yang outpace supply energi.
Pasar Eropa kemarin ditutup melemah, Stoxx 600 -1,00%, DAX -1,35% dan FTSE -0,79%. Investor akan mencermati biaya logistik, setelah kemarin biaya kapal tanker VLCC dapat menyentuh USD1,3 juta per hari, tertinggi dalam sejarah. Patut dicermati, investor legendaris, Ray Dalio, menyatakan bahwa ada potensi bubble AI akan meledak dalam jangka pendek ini.
Pagi ini bursa Jepang -0,95%, Hongkong -0,41%, Shanghai -0,08%, dan Singapura -2,37%. Pasar Asia pagi ini dibuka melemah. Investor akan mencermati harga energi, setelah kemarin ada kapal tanker yang diserang dekat LNG Terminal Ras Laffan di Qatar, mengindikasikan tensi yang masih tinggi. Saat ini, bank sentral dunia masih melakukan akumulasi pembelian emas, dengan penambahan +39 ton di Ags-26, pembelian 5 bulan berturut-turut dengan China membeli +20 ton, China juga membeli USD3,1 miliar emas di bulan lalu, pembelian bulanan terbesar sejak 2023.
Harga emas turun -1,00% menjadi USD4.116/oz seiring dengan tren kenaikan suku bunga yield global serta indikasi bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga 1x lagi tahun ini, sementara itu CPO Malaysia turun -0,69% menjadi MYR4.310/MT dan timah turun -0,51% menjadi USD54.000/MT. Yield obligasi AS 10 tahun naik +0,5bps ke level 5,284. Harga nickel naik +0,35% menjadi USD15.537/MT, didorong oleh ekspektasi pengendalian utilisasi smelter Indonesia apabila pasar global masih mengalami oversupply, serta potensi pemangkasan produksi akibat kekurangan air di Morowali. Namun demikian, kenaikan harga masih dibayangi oleh tingginya inventory nickel LME serta ekspektasi peningkatan produksi bijih Indonesia menjadi sekitar 290 juta ton pada 2026, di atas RKAB awal sebesar 260-270 juta ton. Kenaikan realisasi produksi tersebut berpotensi meningkatkan ketersediaan bijih dan menekan harga nickel apabila pertumbuhan supply kembali melampaui permintaan.
Pada penutupan perdagangan kemarin total transaksi tercatat sebesar Rp36,2 triliun danasing catat penjualan bersih sebesar Rp871 miliar, IHSG ditutup melemah -0,75%.
Untuk hari ini kami memperkirakan IHSG akan melemah, disebabkan oleh: (1) ekspektasi tensi geopolitik yang meningkat, (2) kembali naiknya yield obligasi global, (3) melemahnya harga komoditas di hari ini, serta (4) masih derasnya outflow dana asing.
Full report:
https://pans.id/PaninNews8Oktober2026

