Kembali
Panin Sekuritas - Trading Idea 9 Oktober 2026
Oleh Tim Riset Panin SekuritasUlasan Pasar
Bursa pada Sesi I. IHSG ditutup menguat +0,35% di level 6.052, atau berbanding terbalik dengan bursa AS yang ditutup melemah seiring dengan setelah rilis pendapatan Open AI mencatatkan hasil yang dibawah ekspektasi, yang hanya sebesar USD50 miliar atau USD20 miliar lebih rendah, karena ada perbedaan penghitungan dibandingkan kompetitornya Anthropic. IHSG dibuka menguat dan tetap berada di zona hijau hingga penutupan. Penguatan bursa hari terjadi seiring dengan penguatan nilai tukar rupiah akibat harga minyak global yang turun. Di sisi lain, pertumbuhan penjualan ritel Indonesia pada Ags-26 tercatat naik +1,3% YoY (prev: +1,1% YoY; est: +1,3% YoY).
Bursa Regional. Bursa Asia bergerak mayoritas bervariasi sepanjang sesi I dimana Indeks Hangseng naik +1,09%, STI -0,17%, Shanghai -1,21%, dan Nikkei -0,32%. Investor Asia saat ini sedang mencermati tren penurunan harga minyak global serta kekhawatiran valuasi AI pasca laporan pendapatan OpenAI yang lebih rendah. Rilis data pertumbuhan Household Spending Jepang periode Ags-26 tercatat sebesar -3,1% YoY (prev: -3,6% YoY; cons: -3,6% YoY). Di sisi lain, pasar masih menantikan rilis data PPI Jepang periode Sep-26 pekan depan yang diperkirakan naik menjadi +7,7% YoY (prev: +7,6%).
Indeks sektoral. Indeks sektoral mayoritas bervariasipada sesi 1. Penguatan terbesar terjadi di sektor basic +0,94% dan sektor industrial +0,59%. Penguatan sektor basic terjadi seiring dengan penguatan emiten gold-related seperti EMAS (+3,90%), AMMN (+1,89%), dan MDKA (+1,04) seiring kenaikan harga komoditas emas akibat penurunan yield global. Di sisi lain, pelemahan terbesar terjadi di sektor energi -0,53% dan sektor properti -0,27%. Pelemahan sektor energi terjadi seiring dengan pelemahan emiten BYAN (-5,50%) sebagai salah satu emiten dengan weighting terbesar di sektor ini.
Komoditas & Nilai Tukar. Harga komoditas mayoritas bervariasi, dimana harga emas +1,47%, dan CPO Malaysia +1,17%. Harga copper turun -1,22% menjadi USD6,6/lbs, didorong oleh kekhawatiran terhadap prospek demand AI setelah pendapatan tahunan OpenAI yang di-annualize berada di sekitar USD50 miliar, atau di bawah ekspektasi sebelumnya USD70 miliar. Dari sisi pasar fisik, inventory copper di Guangdong melonjak lebih dari 10.000 ton pascalibur, sementara lemahnya pembelian hilir menekan spot premium secara signifikan. Namun demikian, downside harga berpotensi tertahan oleh risiko gangguan supply di Chile setelah 2 serikat pekerja proyek Centinela milik Antofagasta memulai aksi industrial, di tengah produksi copper Chile pada Ags-26 yang turun ke level terendah sejak Feb-11. Rupiah menguat +0,18% di level Rp17.883/USD.
Nilai Perdagangan. Perdagangan di pasar regular di sepanjang sesi I dengan nilai transaksi sekitar hampir Rp4,0 triliun, lebih rendah dari transaksi perdagangan Kamis kemarin. Dari nilai transaksi pada sesi 1 didominasi oleh transaksi saham technology, financials, dan consumer non-cyclicals.
Yield SUN. Yield obligasi untuk tenor 5 tahun turun dan 10 tahun stabil, seiring dengan nilai tukar rupiah yang sedikit membaik akibat penurunan harga minyak global.
Rekomendasi Saham
DSSA closing 1120 tertinggi 1125, +ENRG, pilihan saham-saham dengan frekuensi perdagangan tertinggi untuk scalping (trading cepat)
Full Report
https://pans.id/TradingIdea9Oktober2026
Bursa pada Sesi I. IHSG ditutup menguat +0,35% di level 6.052, atau berbanding terbalik dengan bursa AS yang ditutup melemah seiring dengan setelah rilis pendapatan Open AI mencatatkan hasil yang dibawah ekspektasi, yang hanya sebesar USD50 miliar atau USD20 miliar lebih rendah, karena ada perbedaan penghitungan dibandingkan kompetitornya Anthropic. IHSG dibuka menguat dan tetap berada di zona hijau hingga penutupan. Penguatan bursa hari terjadi seiring dengan penguatan nilai tukar rupiah akibat harga minyak global yang turun. Di sisi lain, pertumbuhan penjualan ritel Indonesia pada Ags-26 tercatat naik +1,3% YoY (prev: +1,1% YoY; est: +1,3% YoY).
Bursa Regional. Bursa Asia bergerak mayoritas bervariasi sepanjang sesi I dimana Indeks Hangseng naik +1,09%, STI -0,17%, Shanghai -1,21%, dan Nikkei -0,32%. Investor Asia saat ini sedang mencermati tren penurunan harga minyak global serta kekhawatiran valuasi AI pasca laporan pendapatan OpenAI yang lebih rendah. Rilis data pertumbuhan Household Spending Jepang periode Ags-26 tercatat sebesar -3,1% YoY (prev: -3,6% YoY; cons: -3,6% YoY). Di sisi lain, pasar masih menantikan rilis data PPI Jepang periode Sep-26 pekan depan yang diperkirakan naik menjadi +7,7% YoY (prev: +7,6%).
Indeks sektoral. Indeks sektoral mayoritas bervariasipada sesi 1. Penguatan terbesar terjadi di sektor basic +0,94% dan sektor industrial +0,59%. Penguatan sektor basic terjadi seiring dengan penguatan emiten gold-related seperti EMAS (+3,90%), AMMN (+1,89%), dan MDKA (+1,04) seiring kenaikan harga komoditas emas akibat penurunan yield global. Di sisi lain, pelemahan terbesar terjadi di sektor energi -0,53% dan sektor properti -0,27%. Pelemahan sektor energi terjadi seiring dengan pelemahan emiten BYAN (-5,50%) sebagai salah satu emiten dengan weighting terbesar di sektor ini.
Komoditas & Nilai Tukar. Harga komoditas mayoritas bervariasi, dimana harga emas +1,47%, dan CPO Malaysia +1,17%. Harga copper turun -1,22% menjadi USD6,6/lbs, didorong oleh kekhawatiran terhadap prospek demand AI setelah pendapatan tahunan OpenAI yang di-annualize berada di sekitar USD50 miliar, atau di bawah ekspektasi sebelumnya USD70 miliar. Dari sisi pasar fisik, inventory copper di Guangdong melonjak lebih dari 10.000 ton pascalibur, sementara lemahnya pembelian hilir menekan spot premium secara signifikan. Namun demikian, downside harga berpotensi tertahan oleh risiko gangguan supply di Chile setelah 2 serikat pekerja proyek Centinela milik Antofagasta memulai aksi industrial, di tengah produksi copper Chile pada Ags-26 yang turun ke level terendah sejak Feb-11. Rupiah menguat +0,18% di level Rp17.883/USD.
Nilai Perdagangan. Perdagangan di pasar regular di sepanjang sesi I dengan nilai transaksi sekitar hampir Rp4,0 triliun, lebih rendah dari transaksi perdagangan Kamis kemarin. Dari nilai transaksi pada sesi 1 didominasi oleh transaksi saham technology, financials, dan consumer non-cyclicals.
Yield SUN. Yield obligasi untuk tenor 5 tahun turun dan 10 tahun stabil, seiring dengan nilai tukar rupiah yang sedikit membaik akibat penurunan harga minyak global.
Rekomendasi Saham
DSSA closing 1120 tertinggi 1125, +ENRG, pilihan saham-saham dengan frekuensi perdagangan tertinggi untuk scalping (trading cepat)
Full Report
https://pans.id/TradingIdea9Oktober2026

