Kembali
Panin Sekuritas - Panin News 12 Oktober 2026
Oleh Tim Riset Panin SekuritasUlasan Pasar
Pasar US Jumat kemarin ditutup melemah, DJIA +0,83%, S&P 500 +0,59% dan Nasdaq +0,64%. Investor masih akan mencermati tensi geopolitik, setelah Presiden US, Donald Trump, mempertimbangkan untuk bergabung dengan Arab Saudi untuk menyerang Yemen Houthi setelah adanya serangan mematikan di international airport di Riyadh, yang menewaskan paling sedikit 12 orang. Investor juga akan mencermati rilis laporan keuangan, dimana S&P 500 diperkirakan akan tumbuh +29,6% di 3Q26, pertumbuhan diatas 25% selama 4 kuartal berturut-turut.
Pasar Eropa Jumat kemarin ditutup melemah, Stoxx 600 +0,97%, DAX +1,13% dan FTSE +1,06%. Donald Trump mengancam akan menghentikan supply senjata ke Ukraina, dalam rangka untuk memberi tekanan ke Ukraina untuk berhenti menyerang infrastruktur energi Russia. Namun tensi masih tinggi setelah kemarin Iran menyatakan telah menghancurkan kapal supertanker yang membawa minyak karena melanggar regulasi.
Pagi ini bursa Jepang -0,02%, Hongkong +0,79%, Shanghai +0,06%, dan Singapura +0,53%. Pasar Asia pagi ini dibuka bervariasi. Rilis data kurang positif, dimana pertumbuhan laba industri di China hanya tumbuh +4,2%, terendah sejak Nov-25 dan 4 bulan berturut-turut mengalami perlambatan. Investor juga akan mencermati harga minyak setelah kemarin Trump menyatakan bahwa Russia setuju untuk mengirimkan 3 juta diesel fuel ke US, yang akan membantu men-stabilkan harga diesel.
Harga copper naik +1,88% menjadi USD6,7/lbs seiring dengan risiko tarif impor dari AS untuk copper serta demand AI dan data center yang masih kuat, sementara itu nickel naik +0,48% menjadi USD15.434/MT dan timah turun -0,28% menjadi USD52.900/MT. Yield obligasi AS 10 tahun naik +1,1bps ke level 5,238. Harga emas naik +1,75% menjadi USD4.194/oz, didorong oleh pelemahan dolar AS yang meningkatkan daya tarik emas bagi investor serta sedikit meredanya kekhawatiran inflasi seiring harapan perkembangan upaya diplomasi AS-Iran. Patut dicermati, saat ini pasar melihat suku bunga The Fed akan ditahan pada pertemuan Oktober ini. Namun demikian, upside masih berpotensi tertahan oleh ekspektasi pengetatan moneter pada Des-26, dengan probabilitas kenaikan suku bunga diperkirakan mencapai sekitar ~70%, di tengah pernyataan hawkish sejumlah pejabat The Fed terkait risiko inflasi.
Pada penutupan perdagangan Jumat kemarin total transaksi tercatat sebesar Rp9,9 triliun dan asing catat pembelian bersih sebesar Rp30 miliar, IHSG ditutup menguat +1,04%.
Untuk hari ini kami memperkirakan IHSG akan melemah, disebabkan oleh: (1) tensi geopolitik yang meningkat, (2) rilis data yang kurang positif di regional, (3) kembali naiknya harga minyak.
Full report:
https://pans.id/PaninNews12Oktober2026
Pasar US Jumat kemarin ditutup melemah, DJIA +0,83%, S&P 500 +0,59% dan Nasdaq +0,64%. Investor masih akan mencermati tensi geopolitik, setelah Presiden US, Donald Trump, mempertimbangkan untuk bergabung dengan Arab Saudi untuk menyerang Yemen Houthi setelah adanya serangan mematikan di international airport di Riyadh, yang menewaskan paling sedikit 12 orang. Investor juga akan mencermati rilis laporan keuangan, dimana S&P 500 diperkirakan akan tumbuh +29,6% di 3Q26, pertumbuhan diatas 25% selama 4 kuartal berturut-turut.
Pasar Eropa Jumat kemarin ditutup melemah, Stoxx 600 +0,97%, DAX +1,13% dan FTSE +1,06%. Donald Trump mengancam akan menghentikan supply senjata ke Ukraina, dalam rangka untuk memberi tekanan ke Ukraina untuk berhenti menyerang infrastruktur energi Russia. Namun tensi masih tinggi setelah kemarin Iran menyatakan telah menghancurkan kapal supertanker yang membawa minyak karena melanggar regulasi.
Pagi ini bursa Jepang -0,02%, Hongkong +0,79%, Shanghai +0,06%, dan Singapura +0,53%. Pasar Asia pagi ini dibuka bervariasi. Rilis data kurang positif, dimana pertumbuhan laba industri di China hanya tumbuh +4,2%, terendah sejak Nov-25 dan 4 bulan berturut-turut mengalami perlambatan. Investor juga akan mencermati harga minyak setelah kemarin Trump menyatakan bahwa Russia setuju untuk mengirimkan 3 juta diesel fuel ke US, yang akan membantu men-stabilkan harga diesel.
Harga copper naik +1,88% menjadi USD6,7/lbs seiring dengan risiko tarif impor dari AS untuk copper serta demand AI dan data center yang masih kuat, sementara itu nickel naik +0,48% menjadi USD15.434/MT dan timah turun -0,28% menjadi USD52.900/MT. Yield obligasi AS 10 tahun naik +1,1bps ke level 5,238. Harga emas naik +1,75% menjadi USD4.194/oz, didorong oleh pelemahan dolar AS yang meningkatkan daya tarik emas bagi investor serta sedikit meredanya kekhawatiran inflasi seiring harapan perkembangan upaya diplomasi AS-Iran. Patut dicermati, saat ini pasar melihat suku bunga The Fed akan ditahan pada pertemuan Oktober ini. Namun demikian, upside masih berpotensi tertahan oleh ekspektasi pengetatan moneter pada Des-26, dengan probabilitas kenaikan suku bunga diperkirakan mencapai sekitar ~70%, di tengah pernyataan hawkish sejumlah pejabat The Fed terkait risiko inflasi.
Pada penutupan perdagangan Jumat kemarin total transaksi tercatat sebesar Rp9,9 triliun dan asing catat pembelian bersih sebesar Rp30 miliar, IHSG ditutup menguat +1,04%.
Untuk hari ini kami memperkirakan IHSG akan melemah, disebabkan oleh: (1) tensi geopolitik yang meningkat, (2) rilis data yang kurang positif di regional, (3) kembali naiknya harga minyak.
Full report:
https://pans.id/PaninNews12Oktober2026

