Panin Sekuritas - Trading Idea 12 Oktober 2026
Oleh Tim Riset Panin SekuritasUlasan Pasar
Bursa pada Sesi I. IHSG ditutup melemah tajam di -1,94% ke level 5.975,78, terutama tertekan oleh aksi jual pada saham-saham grup konglomerasi yang memiliki valuasi premium. Tekanan ini mengindikasikan meningkatnya kehati-hatian pelaku pasar terhadap saham-saham dengan valuasi relatif tinggi, di tengah antisipasi menjelang pengumuman MSCI pada November mendatang. Pasar masih mengkhawatirkan potensi berlanjutnya kebijakan freeze terhadap Indonesia, yang dapat membatasi katalis pemulihan aliran dana asing. Kekhawatiran tersebut turut tercermin dari tren net outflow yang masih berlanjut yang tercatat sebesar Rp3,9 triliun sepanjang bulan Oktober 2026
Bursa Regional. Bursa Asia pada sesi 1 ditutup mayoritas menguat, dimana Indeks Filiphina +0,57%, Singapura +0,21% dan Malaysia +0,49%. Sementara Kospi -3,22% dan Thailand -0,26%. Pergerakan bursa Asia siang in dipengaruhi meredanya kekhawatiran akan kenaikan harga energi, setelah Presiden Trump menyatakan bahwa Russia setuju untuk mengirimkan 3 juta diesel fuel ke US, yang akan membantu men-stabilkan harga diesel. Selain itu, Trump mengatakan bahwa Rusia dan Ukraina tidak akan saling menargetkan fasilitas energi masing-masing. Meski begitu, perlu dicermati tensi geopolitik di Timur Tengah, setelah adanya serangan kelompok Houthi terhadap international airport di Riyadh. Disisi lain, pelaku pasar cenderung wait and see menjelang rilis data inflasi China pekan ini, dimana pasar memperkirakan inflasi China tumbuh 1% YoY di Sept-26 (sebelumnya: +0,8% YoY)
Indeks sektoral. Indeks sektoral ditutup melemah pada sesi 1. Pelemahan terdalam terjadi pada sektor energy -3,57% dan infrastructure -3,33%. Pelemahan pada sektor energy dipenfgaruhi oleh pergerakan saham-saham konglo yakni DSSA (-8,41%), CUAN (-9,09%) dan PTRO (-8,8%) menjelang pengumuman MSCI. Hal ini mencerminkan meningkatnya kehati-hatian investor terhadap saham-saham dengan valuasi premium dan sensitivitas harga yang relatif tinggi di tengah kondisi pasar yang volatil.
Komoditas & Nilai Tukar. Harga komoditas mayoritas melemah. Dimana harga timah -0,28%, minyak brent -1,18%, emas -0,19% dan batu bara -0,40%. Harga minyak brent turun -1,18%, didorong oleh ekspektasi bahwa pasokan diesel Rusia dapat membantu mengurangi kekurangan bahan bakar global membebani harga. Presiden Donald Trump mengatakan pemerintahannya telah mencapai kesepakatan agar Rusia menyediakan ratusan ribu ton bahan bakar diesel, menandakan pelonggaran sebagian larangan ekspor Moskow. Trump juga mengklaim bahwa Rusia dan Ukraina telah menyetujui "gencatan senjata energi" yang akan berlaku segera. Rupiah melemah +0,09% di level Rp17.915/ USD.
Nilai Perdagangan. Perdagangan di pasar regular di sepanjang sesi I dengan nilai transaksi sekitar hampir Rp6,1 triliun, lebih tinggi dari transaksi perdagangan Jumat kemarin. Dari nilai transaksi pada sesi 1 didominasi oleh transaksi saham technology, financials, dan energy.
Yield SUN. Yield obligasi tenor 5 turun, namun tenor 10 tahun naik, di tengah ekspektasi pasar bahwa Bank Indonesia akan mempertahankan suku bunga acuan pada level saat ini dalam RDG bulan ini.
Rekomendasi Saham
BBCA closing 5950 tertinggi 6100, +ENRG, pilihan saham-saham dengan frekuensi perdagangan tertinggi untuk scalping (trading cepat).
Full Report
https://pans.id/TradingIdea12Oktober2026

